oleh

Pentingnya Pemahaman Politik Bagi Generasi Milenial

UPDATE COVID-19 NASIONAL

Global

2738
Confirmed
221
Deaths
204
Recovered
SAFRIZA GUNAWAN

 

Oleh : SAFRIZA GUNAWAN

(Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam FDK UIN Ar-Raniry)

Semenjak 2018 lalu hingga berakhirnya perhelatan pemilu di tahun ini, generasi milenial menjadi topik hangat yang diperbincangkan. Bagaimana tidak karena generasi milenial adalah penentu pada perhelatan politik yang dilaksanakan pada Pemilu di bulan april lalu.

Generasi milenial diharapakan dapat memberi warna yang jernih di dalam sistem politik dan demokrasi Indonesia serta dapat menjadi agen perubahan. Sebagai generasi muda, kaum milenial wajib menjunjung tinggi nasionalisme yang didukung dengan sikap-sikap positif dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.

SAFRIZA GUNAWAN

Di era demokrasi ini semua pihak diberikan kebebasan dalam berpendapat termasuk generasi milenial. Berbicara politik tentu sah-sah saja dilakukan oleh siapapun. Pendidikan politik akan memberikan pemahaman yang baik terhadap moral dan etika politik, sehingga tidak terjebak dalam paradigma politik yang salah.

Akan tetapi, generasi milenial pada saat ini lebih akrab dengan dunia maya namun merasa cuek terhadap dunia politik, khususnya penggunaan media sosial. Generasi milenial memiliki ciri khas tersendiri, mereka terlahir ketika era dimana sudah ada televisi berwarna, telepon seluler dan internet. Sehingga generasi ini mahir dalam pemanfaatan teknologi modern.

Pemahaman terhadap politik pada saat ini nampaknya telah jauh dari teori politik yang sebenarnya. Jika politik berkata bahwa kekuasaan ada ditangan rakyat, justru yang terjadi pada saat ini adalah kekuasaan rakyat sebatas Pemilu (Pemilihan Umum) saja. Ketika si calon sudah terpilih, maka kekuasaan akan kembali ke tangan penguasa yakni calon yang terpilih tersebut.

Demokrasi di Indonesia seolah-olah dijalankan sebatas pilih memilih saja, padahal demokrasi adalah kekuasaan rakyat untuk menyampaikan aspirasinya. Sebagai negara yang menganut demokrasi pancasila dapat dikatakan bahwa sistem pemerintahan negara di dalam pelaksanaanya berpedoman pada segala ketentuan yang terdapat pada Pancasila dan UUD 1945.

Ciri khas demokrasi Pancasila adalah musyawarah mufakat, sedangkan prinsip demokrasi pancasila adalah memperhatikan kepentingan semua golongan,lapisan masyarakat,berbagai daerah,suku dan agama. Dewasa ini, hal itu belum terjadi secara maksimal di Indonesia karena banyaknya oknum yang hanya mementingkan golongan tertentu dan kepuasan pribadi.

Untuk itu generasi milenial sebagai penerus bangsa harus segera bangkit memperbaiki kondisi politik negara yang pada saat ini dianggap lebih mementingkan dan merebut kekuasaan dengan menghalalkan segala cara.

Pengrtian politik yang sesuai teori sebenarnya adalah seni ataupun cara dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional maupun non-konstitusional. Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama.

Maksudnya untuk memperoleh sebuah kekuasaan untuk memimpin atau menjalankan rule suatu pemerintahan yang sesuai dan untuk kebaikan bersama demi kemajuan suatu daerah maka dibutuhkan ilmu politik, karena dari situlah kita dapat mengatur cara-cara yang inovatif,upaya-upaya yang bersih untuk mendapatkan kekuasaan dan sekaligus dapat memberikan kemakmuran dan kesejahteraan bagi masyarakat.

Oleh karena itu, pendidikan politik kepada generasi milenial sangatlah penting. Sebab, generasi milenial adalah penerus bangsa ataupun calon penerima estafet kepemimpinan bangsa dan juga sebagai agen perubahan hendaknya memahami betul tentang ilmu politik demi adanya perubahan bagi bangsa dan negara Indonesia ke arah yang lebih baik dan sejahtera.

Literasi politik dapat diberikan kepada generasi milenial baik melalui media sosial maupun yang bersinggungan langsung dengan kaum milenial. Mereka adalah pengawal perubahan, mencerdaskan mereka dalam berpolitik merupakan investasi yang berharga untuk perubahan bangsa.

[COVID-19]

News Feed