oleh

Pentingnya Media Massa Bagi Kita

-HEADLINE, OPINI-901 views
banner 970x250

BARANEWSACEH.CO – Betapa penting dan perlu adanya media massa itu bagi instansi atau lembaga yang memiliki basis massa, diantaranya adalah untuk menggalang kekuatan untuk organisasi yang dapat mengandalkan kekuatan nassa, baik dalam bentuk sebagai kekuatan penekan maupun untuk menghimpun atau membangun kekuatan pinansial yang dapat dikelola semacam tata kelola koperasi atau penopang dana organisasi dengan iuran dari anggota yang ada.

Apalagi pada waktu belakangan ini ada semacam perubahan besar-besaran dari kebijakan tata kelola media massa pada umumnya, utama yang terbilang maenstrem dalam istilah kaum milineal sekarang tampak bergesar dari pergatiannya yang semula untuk rakyat, tetapi sekarang diorientasikan pada para oemilik uang. Setidaknya pembaca maupun pemursa sekarang tidak kagi bisa dijadikan sumber yang lagi bisa dikeruk dananya, lantaran bagian besar dari mereka sekarang dapat kebih bermanja-ria dengan nedia sosial yang murah meriah tarifnya. Disamping itu keperluan serta kepentingan yang bersifat mendesak pun bisa diperoleh dengan relatif cepat dan juga lumayan memuaskan dari media online yang ada.

Kondusi dan situasi dari jeberadaan nedis meanstrem ini pun merupakan peluang sekaligus tantangan bagi apa saja yang ada sekarang. Jadi memang bisa segera dipaham mengapa sekarang media maenstrem jadi seperti berbalik arah, tidak lagi perduli dengan suara rakyat, tapi lebih terkesan patuh pada perintah majikan atau mereka yang punya uang.

Media massa bagi instansi maupun lembaga yang berbasis massa sangat ideal dapat memiliki oleh organisasi sejenis. Baik untuk lembaga maupun instansi yang mandiri sifatnya atau pun yang mempunyai apiliasi kepada pemerintah. Sebab melalui media massa yang dimiliki itu dapat digunakan untuk menjadi sarana publikasi, komunikasi dan konsolidasi serta pengembangan dan penguatan keanggotaan yang ada di bawahnya. Hanya saja sistem pengelolaan dari tata kelola selera kebijakan redaksinya tidak boleh terlalu bersifat dogmatik dan instruksional. Karenanya perlu dipahami perlu dab pentingnya anggota menjadi pembaca setianya adalah pada hal-hal yang bersifat informatif, komunikatif dan publikatif yang sepenuhnya juga menampung usulan, pendapat serta aspirasi hingga selera para anggota yang menjadi sasaran sigmen pembaca utama media kita.

Karena itu untuk meramu suguhan dari rubrikasi harus diracik dengan lebih menyesuaikan dengan suka cita dan selera pembaca setia utama kita, yaitu anggota.

Adapun sigmen pembaxa dari bilik lain dapat dioahami sebagai penunjang semata seperti simpatisan saja, bukan kondumen utama.

Oleh karena itu untuk mengelola media massa yang sudah mempunyai spesifikasi khusus ini jadi termasuk gampag-gampang susah, istilah anak gaulnya. Bisa dikata gampang karena secara umum sudah bisa diidentifikasi sasaran pembaca yang akan disasar oleh media kita. Adapun sulitnya adalah, lapangan bermain redaksi hanya sebatas itu saja sigmennya. Kalau pun bisa dikembangkan tentu tidak bisa terlalu jauh seperti yang nampu dan bisa dijangkau oleh media yang bersifat umum.

Jadi jelas untuk media yang akan memenuhi segenap aspek dari keperluan instansi atau lembaga yang spedifik miliki kita ini pun harus mempunyai ciri yang khas dan spesifik juga penampilan redaksionalnya. Karena dengan begitu dia pun akan menjadi daya tarik tersendiri bagi mereka yang berada pada bilik lain.

Karena itu untuk memiliki sajian yang khas dari media instansi atau lembaga miliki kita ini seyogyanya dirumuskan atas dasar kajian dari kebutuhan untuk instansi atau lembaga yang akan melakukan missi dan vusinya. Sajian pokok dari media kita perlu memberi porsi khusus untuk keperluan utama organisasi atau lembaga maupun instansi yang bersangkutan. Sebab dengan begitu keperluan dan kebutuhan para anggota bisa dipenuhi selera dan duka citanya untuk infornasi, komunikasi dan publikasi yang diperlukan sesuai dengan keterikatan dari diri mereka pada lembaga atau instansi yang mengikatnya.

Pada akhirnya, semua bentuk dan ragam sajian dari media kita dalam berbagai bentuk racikan dan menu sesungguhnya untuk menjawab dan memenuhi kehendak serta selera pembaca utama kita, yaitu para anggota yang ada. Kalau pun harus ada muatan isi yang hendak ditanamkan atau selera yang patut diluruskan lewat media kita untuk pembaca, selayaknya tidak dilakukan dengan cara yang terjesan memaksa. Semua perlu dilakukan secara persuasif atau alon-alon waton kelakon kata Sumarno ahli media komunikasi dari Gunung Kidul.

Lembaga atau instansi maupun organisasi kemasyarakatan perlu memiliki media massa sendiri tidak hanya untuk memoerlancar hubungan komunikasi, publikasi dan informasi semata, tetapi juga untuk membangun jaringan, memperluas jangkauan serta wilayah jelajah dari upaya pengembangan organisasi sambil membangun basis data yang erat kaitannya dengan kiprah dan aktivitas organisasi atau instansi kita untuk mencapai tujuan yang menjadi cita-cita bersama.

Kecuali itu, keberadaan dari media bagi suatu organusasi atau lembaga maupun instansi miliki pemerintah atau pun mikik swasta serta orang per orang dapat dijadikan seperti barometer pengukur atau penakar dari kemajuan atau kemunduran organisasi atau instansi yang bersangkutan. Bahkan media kita dapat menjadi alat kontrol sekaligus yang efektip serta ampuh untuk nenjaga mekanisne organisasi atau lembaga agar bisa berjslan baik dan sehat. Dalam konteks inilah pemilahan antara manajemen redaksi dengan manajemen perusahaan jadi makin relevan untuk membuat cara kerja yang sehat mengarah pada sistem kerja yang lebih profesional sifatnya. *

Banten, 14 Januari 2017

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed