oleh

Pentingnya Komunikasi Matematis Dalam Pembelajaran Matematika

 

Oleh : Siti Murniyati, SPd, M.Pd

Guru Matematika SMP N 1 Peudawa Aceh Timur

 

Komunikasi secara umum dapat diartikan sebagai suatu peristiwa saling menyampaikan pesan yang berlangsung dalam suatu komunitas dan konteks budaya. Menurut para ahli komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan melalui media yang menimbulkan efek tertentu. Sedangkan menurut KBBI komunikasi adalah pengiriman  dan penerimaan berita antara dua orang atau lebih dengan cara yang tepat sehingga dipahami apa yang dimaksud.

Bila dicermati pengertian komunikasi yang telah diberikan, maka komunikasi dalam matematika dapat diartikan sebagai proses penyampaian ide/gagasan dan pengetahuan matematika. Adapun pihak yang terlibat dalam komunikasi di dalam kelas adalah guru dan siswa, sedangkan cara yang digunakan untuk menyampaikan pesan tersebut dapat dilakukan secara lisan ataupun tulisan. Efek yang dapat diperoleh dari komunikasi dalam matematika tersebut adalah pemahaman matematika siswa.

Matematika pada dasarnya adalah sebuah bahasa bagi matematika itu sendiri. Matematika bukan hanya alat berpikir yang membantu siswa untuk menemukan pola, pemecahan masalah dan menarik kesimpulan, tetapi juga alat untuk mengomunikasikan pikiran siswa tentang berbagai ide dengan jelas, tepat, dan ringkas. Maksudnya adalah matematika merupakan bahasa dan sarana komunikasi. Karena menggunakan simbol-simbol untuk mewakili suatu informasi. Misalnya simbol “2 + 3 = 5” maka orang dengan pengetahuan bahasa yang berbeda-beda akan bisa memahami kalimat tersebut. Sehingga bahasa merupakan jendela pemahaman dan pengetahuan siswa.

Komunikasi merupakan bagian yang sangat penting dalam matematika karena merupakan cara berbagi ide dan memperjelas pemahaman. Melalui komunikasi ide dapat dicerminkan, diperbaiki, didiskusikan, dan dikembangkan. Proses komunikasi juga membantu membangun makna dan mempermanenkan maupun mempublikasikan ide. Tanpa komunikasi yang baik maka perkembangan matematika akan terhambat sehingga manfaat dari komunikasi adalah mengingatkan siswa bersama-sama guru dalam merespons suatu pelajaran. Dengan mempelajari matematika maka manfaat yang diperoleh siswa di antaranya adalah siswa dapat memodelkan situasi dengan lisan, tulisan, gambar, grafik, dan secara aljabar menggunakan keterampilan-keterampilan membaca, mendengar, dan menulis untuk menginterpretasikan dan memahami nilai dari notasi dan peran matematika dalam gagasan matematika.

Kemampuan komunikasi matematika telah menjadi perhatian di dunia internasional. Hal ini diperkuat oleh NCTM (National Council of Teacher of Mathematics) yang mempublikasikan standar pembelajaran matematika yang meliputi: (1) kemampuan pemecahan masalah (problem solving); (2) kemampuan berkomunikasi (communication); (3) kemampuan berargumentasi/bernalar (reasoning); (4) kemampuan mengaitkan ide (connection), dan (5) kemampuan representasi (representation). Senada dengan NCTM, komunikasi juga menjadi salah satu tujuan pembelajaran matematika di Indonesia yang tercantum dalam Permendiknas no. 22 tahun 2006 yaitu mengomunikasikan gagasan dengan simbol, tabel, diagram, atau media lain untuk memperjelas keadaan atau masalah. Sehingga siswa penting memiliki kemampuan komunikasi matematika dalam pembelajaran matematika.

Komunikasi dalam matematika berkaitan dengan kemampuan dan keterampilan siswa dalam berkomunikasi. Standar evaluasi untuk mengukur kemampuan ini adalah:

  1. Menyatakan ide matematika dengan berbicara, menulis, demonstrasi, dan menggambarkannya dalam bentuk visual
  2. Memahami, menginterprestasi, dan menilai ide matematika yang disajikan dalam tulisan, lisan, atau bentuk visual
  3. Menggunakan kosa kata/bahasa, notasi, dan struktur matematika untuk menyatakan ide, menggambarkan hubungan, dan pembuatan model.

Komunikasi matematis dalam proses pembelajaran matematika memegang peranan yang sangat penting, karena dengan komunikasi siswa dapat bertukar ide, baik di antara siswa sendiri maupun di antara siswa dengan guru dan lingkungannya. Melalui aktivitas komunikasi, ide-ide menjadi objek komunikasi untuk selanjutnya dilakukan diskusi, refleksi, dan perbaikan pemahaman. Ketika siswa ditantang untuk berfikir dan beralasan tentang ide matematis dan kemudian mengomunikasikan hasil pemikirannya kepada siswa lain, baik secara lisan maupun tulisan maka ide itu semakin jelas dan mantap bagi diri siswa tersebut. Selain itu bagi siswa lain yang mendengarkannya akan berkesempatan untuk membangun pengetahuan dari hasil menyimak penjelasan tersebut. Diskusi yang mengeksplorasi berbagai ide matematis mendorong siswa untuk berfikir lebih tajam dalam membangun keterkaitan antar konsep. Siswa yang terlibat dalam diskusi akan mengakibatkan pemahaman matematikanya menjadi lebih baik. Indikator kemampuan komunikasi matematis siswa yang dapat digunakan dalam pembelajaran matematika adalah menuliskan ide matematis ke dalam model matematika dan menuliskan prosedur penyelesaian. Jadi jika siswa memiliki kemampuan komunikasi matematis yang baik maka hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika pun akan baik pula.

 

“Mathematics is a language, a means of communicating”

 

News Feed