PENJARA Endus Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRK Agara Penimbunan Pupuk Subsidi.

Redaksi Bara News

- Redaksi

Sabtu, 23 Maret 2024 - 15:29 WIB

50559 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Bara News Kutacane, Sabtu 23/3/2024.

Kasus Penangkapan Pupuk Bersubsidi Diduga Ada Keterlibatan Oknum Anggota Dprk Aceh Tenggara demikian di sampaikan Pajri Gegoh Ketua DPD Penjara Aceh  dia Minta Agar Polisi dapat mengusut dan mengungkap dalang Mafia Pupuk Subsidi yang telah meresahkan Para Petani Aceh Tenggara selama ini kepada Bara News di Kutacane 22/3/2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dugaan Keterlibatan Oknum salah seorang anggota Dewan terhormat ini di kemukakan Gegoh bukan tidak beralasan namun sesuai hasil investigasi atau penelusuran yang di lakukan Lembanga yang di pimpinnya selama ini ke sejumlah lokasi dan titik
pada sisi lain Oknum yg telah menjadi TSK ini hanyalah seorang Petani biasa.
Bahkan Diduga Pupuk pupuk Bersubsidi ini kerab sekali di pakai untuk pupuk perkebunan Kelapa Sawit Pribadi Anggota Dewan ini yang menurut informasi masyarakat setempat memiliki perkebunan Sawit puluhan Hektar di daerah Kecamatan Babul Makmur dan  Leuser Aceh Tenggara.

“Ya kita mengendus bahwa di kasus ini kita menduga ada keterlibatan oknum anggota DPRK Aceh Tenggara, makanya kita meminta ketegasan pihak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk mengusutnya. dalam hal ini Polres setempat agar bisa mengusut aktor utama pelaku penimbun pupuk bersubsidi ini. dan kita harapkan kasus ini menjadi atensi utama para pihak penegak hukum. Ujar ketua Lsm PENJARA Pajri Gegoh Selian kepada media ini Kamis (23/03/2024).

Baca Juga :  Penjara Soroti Dana Program MAA di Aceh Tenggara

Menurut penelusuran kita, sambung Pajri Gegoh bahwa kasus penangkapan pupuk urea bersubsidi yang dilakukan oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Agara kita curigai adanya sebuah konspirasi oknum salah satu anggota DPRK Aceh Tenggara. Sehingga ini kita harapkan kepada pihak Aparat Penegak Hukum kasus ini dapat menjadi atensi utama untuk dituntaskan sampai ke aktornya.

“Tidak mungkin dengan jumlah pupuk yang di tangkap polisi tersebut, hanya kepada seorang Petani saja pelakunya. Akan tetapi pasti ada orang kuat dibelakang layar untuk menampung pupuk tersebut. Seharusnya pupuk bersubsidi harus tepat sasaran kepada kelompok tani selaku penerima. Bukan malah sebaliknya pupuk urea yang sudah mendapatkan subsidi pemerintah itu dijadikan sebagai ajang bisnis guna untuk meraup keuntungan secara pribadi maupun kelompok dan golongan tertentu.

Sekali lagi kita mendorong kepada aparat kepolisian untuk secepatnya bisa mengusut tuntas kasus ini kepada siapa saja pelakunya, hal ini untuk memberikan efek jera terhadap mereka karena penegakan hukum sangat perlu dilakukan, sebab siapa pun yang terlibat melanggar hukum baik seorang pejabat harus mendapat perlakuan yang sama dimata hukum dan tidak bisa pandang bulu. Harap Gegoh Selian.

Baca Juga :  Proyek Pengaspalan Jalan Nasional di Wilayah PPK 3.5 Aceh Tenggara Diduga Tidak Gunakan K3 saat Pengaspalan

Sebelumnya bahwa Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Aceh Tenggara kembali menangkap pelaku berinisial BS (42), warga Desa Kedataran Gabungan, Kecamatan Lawe Sigala-Gala, yang diduga menimbun pupuk bersubsidi jenis Urea, pada hari Selasa (19/03/2024).

BS bersama barang bukti pupuk Urea bersubsidi sebanyak 120 sak dan pupuk NPK Phonska 5 sak dengan berat masing-masing 50 kg per saknya digelandang ke Mapolres Aceh Tenggara untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pelaku BS terindikasi menyalahgunakan dan menimbun pupuk bersubsidi, karena pelaku BS seorang petani biasa dan bukan pemilik kios pengencer resmi penyalur pupuk bersubsidi, demikian dikatakan Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara, Iptu Bagus Pribadi kepada awak media, pernyataan itu dikutip dari berbagai sumber media Rabu (23/03/2024).

Sehingga untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, BS terancam Pasal 372 KUHPidana Jo Pasal 110 dari UU RI Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan dan atau Pasal 1 ke 3e Jo Pasal 6 Ayat (1) huruf b dari UU RI Nomor 7 Tahun 1995 tentang Pengusutan, Penuntutan Peradilan Tindak Pidana Ekonomi Jo pasal 2 Ayat (1) Perpres RI Nomor 15 Tahun 2011 tentang Perubahan atau Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 77 Tahun 2005 tentang Penetapan Pupuk Bersubsidi Dalam Pengawasan Jo Pasal 23 Ayat (3), dan Peraturan Menteri Perdagangan RI Nomor 04 Tahun 2023 tenta

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Motif Pembakaran Rumah Orang Tua Tokoh Muda Agara Rudi Tarigan Polisi Diminta Tegas mengusut Tuntas
Rudi Tarigan : Ingatkan Kepala Desa Jangan Gelap Mata Gunakan Dana Desa Jelang Lebaran
Proyek Pengaspalan Jalan Nasional di Wilayah PPK 3.5 Aceh Tenggara Diduga Tidak Gunakan K3 saat Pengaspalan
Pj. Gubernur Kirim Bantuan Masa Panik Untuk Korban Puting Beliung Aceh Tenggara
Relawan Meminta Ali Basrah Maju di Pilkada 2024
PPK 3.5 Asal asalan Melaksanakan Pekerjaan Perawatan Saluran Drainase Pada Ruas Jalan Nasional
PENJARA Endus Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRK Agara Penimbunan Pupuk Subsidi
Galian C Ilegal Diduga Marak di Agara, LIRA Minta Polda Aceh ‘Telisik’

Berita Terkait

Minggu, 31 Maret 2024 - 14:53 WIB

Rudi Tarigan : Ingatkan Kepala Desa Jangan Gelap Mata Gunakan Dana Desa Jelang Lebaran

Minggu, 31 Maret 2024 - 14:36 WIB

Proyek Pengaspalan Jalan Nasional di Wilayah PPK 3.5 Aceh Tenggara Diduga Tidak Gunakan K3 saat Pengaspalan

Kamis, 28 Maret 2024 - 20:37 WIB

Pj. Gubernur Kirim Bantuan Masa Panik Untuk Korban Puting Beliung Aceh Tenggara

Rabu, 27 Maret 2024 - 22:47 WIB

Relawan Meminta Ali Basrah Maju di Pilkada 2024

Sabtu, 23 Maret 2024 - 15:29 WIB

PENJARA Endus Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRK Agara Penimbunan Pupuk Subsidi.

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:58 WIB

PPK 3.5 Asal asalan Melaksanakan Pekerjaan Perawatan Saluran Drainase Pada Ruas Jalan Nasional

Sabtu, 23 Maret 2024 - 14:34 WIB

PENJARA Endus Dugaan Keterlibatan Oknum Anggota DPRK Agara Penimbunan Pupuk Subsidi

Sabtu, 23 Maret 2024 - 03:20 WIB

Galian C Ilegal Diduga Marak di Agara, LIRA Minta Polda Aceh ‘Telisik’

Berita Terbaru