oleh

Pengrajin Ikan Asin di Pesisir

 

Penulis :

Nama:Mardiana
Mahasiswa kpm IAIN Langsa

Siapa sih yang tidak tahu Ikan Asin, makanan yang duluya hanya di pandang sebelah mata, kini sudah diminati banyak lapisan masyarakat. Sekarang, Hampir seluruh Rumah makan menyediakan Olahan Ikan Asin , ada berbagai macam olahan ikan asin yamg dijadikan penambah menu hidangan mereka. Apalagi jika di rumah makan yang dekat dengan persawahan atau suasana desa yang asri yang membuat makanan sederhana sangat sering menjadi pesanan para costumer yang datang mampir. Hal ini membuat ikan asin laris dijual di pasaran. Serta, banyak nya rumah makan yang membuat tema masakan seperti masakan rumah yang mebuat para pelanggan mengingat masakan rumah bahkan bisa mengenang masakan masa kecilnya.

Ikan Asin berasal dari ikan yang di olah atau diawetkan menggunakan garam dan dijemur secara manual memanfaatkan sinar matahari untuk mengeringkan nya sampai ke tinggkat kekeringan tertentu. Ikan asin yang di olah oleh para penrajin ikan asin biasanya akan di jual belikan dirumah atau nantinya ia menjualnya lagi ke para distributor atau ke pasar – pasar. Ikan asin sangat berpengaruh penting bagi perekonomian warga sekitar pesisir laut, karena perekonomian mereka yang kadang tidak mencukupi jika hanya berharap dari penghasilan melaut saja, mereka harus memanfaatkan keadaan sekitar mereka atau memanfaatkan lingkungan mereka agar bisa menambah pemasukan untuk menolong perekonomian keluarga. Ikan Asin yang biasanya di olah oleh pengrajin ikan asin biasanya dari ikan- ikan yang di ambil oleh para nelayan dan jika tak ada persediaan ikan yang ada pada nelayan maka mengharuskan mereka membelinya ke pasar. Agar tetap memproduksi ikan asin tiap harinya.

Ibu Dara adalah salah satu pengrajin Ikan Asin yang saya jumpai di kawasan pesisir Kuala Langsa. Beliau sudah menjadi pengrajin Ikan Asin sudah dari 2005 sampai dengan sekarang. Ikan asin yang biasanya di olah beliau biasanya diambil dari pasar , ia memiliki langganan penyedia ikan segar yang sekarang bu dar sudah menjadi pelnggan tetapnya. Jika Ikan segar sulit di dapatkan dari pasar maka bu dara dan suaminya baru mencarinya di pelabuhan atau dengan nelayan – nelayan kecil. Ikan yang biasanya di olah biasanya ikan Talam, Gabus Pasir/ Laut, dan banyak jenis ikan yang beliau pakai. Bahan baku yang di gunakan hanya garam saja, garam berfungsi sebagai pengawet alami bagi ikan agar ikan tidak mengalami pembusukan. Ikan Segar yang sudah di kumpulkan dari pasar biasanya akan di dibersihkan dan dibelah menjadi 2  agar proses pengawetan dan pengeringan ikan menjadi merata dan ikan menjadi awet. Ikan yang sudah di bersihkan di lumuri oleh garam dan di diamkan beberpa jam dan kemudian di susun diatas tempat pengering ikan yang dibuat dari kayu atau bambu , ikan yang sudah disusun kemudian akan di keringkan menggunakan panas matahari. Proses ini sangat bergantung pada cuaca atau terik/ panasnya matahari , Semakin panas matahari maka pengeringan pun akan hanya membutuhkan waktu hanya sekitr seharian saja. Jika Cuaca sering mendung atau hujan maka pengrajin harus mengeringkan ikan asin dengan cara menganginkan atau dimasukkan kedalam ruangan yang memiliki penerangan , untuk membuat ikan menjadi kering. Tak jarang juga pengrajin ikan asin tidak memproduksi ikan asin karena seringnya cuaca yang tidak mendukung. Tetapi para pengrajin sudah menyiapkan peersediaan ikan asin yang akan dijual belikan langsung , atau diperjual belikan kepada distributor.

Ikan Asin yang di jual biasanya akan dikirimkan ke Banda Aceh, Meulaboh atau sekitaran Aceh . Usaha Ikan Asin ini sangat membant bu Dara dalam menambah pendaptan sehari harinya. Harapan bu Dara semoga usahanya makin sukses dan berkembang agar memiliki pabrik usaha ikan asin sendiri.

Jangan Lewatkan