oleh

Pengelolaan Dana BPJS ,JKN dan BOK Kesehatan Dinas Kesehatan Aceh Tenggara Terindikasi Tidak Sesuai Aturan

Kantor Dinas Kesehatan Aceh Tenggara di Jln Jendral A Yani Kutacane.

 

Kutacane Bara News Senin 29/11/2021. |  Pengelolaan Dana Klaim BPJS Disinyalir Tidak Melalui Mekanisme Anggaran Belanja dan Pendapatan Kabupaten (APBK) Diduga banyak menuai masalah di Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Tenggara dan diduga tidak sesuai aturan yang berlaku demikian  informasi yang di peroleh media ini di kutacane beberapa waktu lalu dari sejumlah sumber yg lanyak di percanya.

Sumber Ini menjelaskan Kalau; ‘Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014, Pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) bertujuan untuk memberikan perlindungan kesehatan dalam bentuk manfaat pemeliharaan kesehatan dalam rangka memenuhi kebutuhan dasar kesehatan yang diberikan kepada setiap orang yang telah membayar iuran atau iurannya dibayar oleh pemerintah’.

Peserta program JKN terdiri atas dua kelompok, yaitu Peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan dan Peserta bukan Penerima Bantuan Iuran (PBI) jaminan kesehatan. Setiap peserta JKN berhak:
a. Mendapatkan nomor identitas tunggal peserta;
b. Memperoleh manfaat pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan yang bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan (BPJS Kesehatan);

c. Memilih Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama yang bekerja sama dengan BPJS Kesehatan sesuai dengan yang diinginkan;
d. Mendapatkan informasi dan menyampaikan keluhan terkait dengan pelayanan kesehatan dalam JKN.

Tarif pelayanan kesehatan pada FKTP meliputi tarif kapitasi dan tarif non kapitasi. Tarif non kapitasi adalah besaran pembayaran klaim oleh BPJS Kesehatan kepada FKTP berdasarkan jenis dan jumlah pelayanan kesehatan yang diberikan.

Pembayaran klaim non kapitasi pelayanan JKN oleh BPJS Kesehatan di FKTP milik Pemerintah Daerah dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

Peraturan Bupati Aceh Tenggara Nomor 12 Tahun 2019 menyatakan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan dana non kapitasi JKN pada FKTP milik pemerintah daerah mengikuti ketentuan peraturan perundang-undangan di bidang pengelolaan keuangan daerah.

Dana kapitasi yang telah diterima dari BPJS, kemudian disetorkan ke Puskesmas dan Dinas Kesehatan melaporkan pertanggungjawaban ke dinas keuangan daerah.

Selain program JKN Kapitasi dan Non Kapitasi, BPJS juga menyelenggarakan Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Prolanis adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan Peserta,

Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap rekening koran dan konfirmasi kepada pejabat terkait di Dinas Kesehatan, terdapat delapan FKTP yang mengajukan klaim dana non kapitasi, yaitu klaim rawat inap, klaim persalinan dan klaim program pengelolaan penyakit kronis (Prolanis) kepada BPJS Kesehatan Cabang Langsa, dengan rincian realisasi sebagai berikut.
Tabel 1.49 Realisasi Klaim Rawat Inap dan Persalinan TA 2020.

Tabel 1.49 Realisasi Klaim Rawat Inap dan Persalinan TA 2020.

No Nama Pusksesmas Realisasi Klaim (Rp)
1. Puskesmas Biak Muli 30.510.000,00
2. Puskesmas Lawe Sigala Gala 29.050.000,00
3. Puskesmas Lawe Sumur 8.015.000,00
4. Puskesmas Mamas 52.865.000,00
5. Puskesmas Natam 43.930.000,00
6. Puskesmas Ngkeran Lawe Alas 173.040.000,00
7. Puskesmas Suka Makmur 2.600.000,00
Jumlah Realisasi Klaim 340.010.000,00
Sumber: Surat Pemberitahuan Pembayaran Klaim
Tabel 1.50 Realisasi Klaim Prolanis TA 2020

No Nama Puskesmas Realisasi Klaim (Rp)
1. Puskesmas Jambur Lak-Lak 5.403.400,00
2. Puskesmas Ngkeran Lawe Alas 5.861.400,00
3. Puskesmas Biak Muli 497.100,00
4. Puskesmas Lawe Dua 5.154.200,00
Jumlah Realisasi Klaim 16.916.100,00.

Sumber: Rekening Koran Puskesmas
Berdasarkan permintaan keterangan dengan Kepala Bidang Pelayanan dan Sumber Daya Kesehatan (Kabid Pelayanan dan SDK) dan Bendahara Pengeluaran Dinas Kesehatan, diketahui bahwa pengajuan klaim dilakukan oleh masing-masing FKTP kepada BPJS Cabang Kutacane. BPJS Cabang Kutacane akan melakukan verifikasi administrasi.
kepesertaan, verifikasi administrasi pelayanan, verifikasi pelayanan, dan verifikasi menggunakan software verifikasi, untuk selanjutnya diteruskan ke BPJS Cabang Langsa.

Berdasarkan hasil verifikasi tersebut BPJS Cabang Langsa akan menerbitkan Surat Pemberitahuan Pembayaran Klaim kepada Puskesmas. Sesuai dengan hasil verifikasi, pencairan klaim Prolanis ditransfer langsung ke rekening JKN Puskesmas. Sedangkan pencairan klaim rawat inap dan persalinan akan ditransfer melalui rekening Dinas Kesehatan.

Untuk menggunakan dana klaim JKN Non Kapitasi rawat inap dan persalinan, Puskesmas harus mengajukan kepada Dinas Kesehatan dengan kelengkapan data laporan realisasi penggunaan dana bulan sebelumnya dan Surat Pemberitahuan Pembayaran Klaim dari BPJS.

Dari data tersebut Dinas Kesehatan melakukan pemindahbukuan kepada rekening puskesmas.

Berdasarkan reviu dokumen, DPA Dinas Kesehatan TA 2020 tidak mencantumkan penganggaran pendapatan dan belanja untuk kegiatan JKN Non Kapitasi Puskesmas.

Kepala Bidang Pelayanan dan SDK menyatakan bahwa dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) TA 2020, Dinas Kesehatan telah mengusulkan penganggaran Pendapatan JKN Kapitasi sebesar Rp13.000.000.000,00 dan Pendapatan JKN Non Kapitasi sebesar Rp500.000.000,00. Namun pada saat penyusunan anggaran bersama dengan Bidang Anggaran BPKD, rincian pendapatan pada DPA Dinas Kesehatan tidak dipisahkan dan diinput gabung menjadi Pendapatan JKN Kapitasi sebesar Rp13.500.000.000,00.

Syukri Bendahara Dinas Kesehatan Aceh Tenggara saat di konfirmasi dan di mintai keterangan terkait adanya indikasi pengelolaan dana BPJS,JKN dan BOK Kesehatan tidak sesuai ketentuan dan aturan yang berlalu, malah minta di konfirmasi langsung kepada Kadis Namun ketika di konfirmasi kepada Kadis Belum bersedia memberi keterangan sampai Berita ini di lansir.Senin 29/11. ( TIM)

Jangan Lewatkan