oleh

Pengajaran Al-Qur’an Untuk Membentuk Generasi Yang Sholeh Dan Sholeha Di Desa Buket Meurak Kematan Nurussalam

Oleh: Raidatun Zanah

Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Institut IAIN Langsa

 

Desa buket meurak adalah suatu wilayah yang terdapat pada sebuah wilayah Aceh timur berkecamatan Nurussalam Kabupaten Aceh Timur, adapun batas wilayah desa sebelah selatan berbatasan dengan Buket Panyang, sebelah utara berbatasan dengan Desa Sunubok Dalam, sebelah barat berbatasan dengan Alue Siwah dan bagian sebelah timur berbatasan dengan Buket Panjoe. Desa Buket Meurak merupakan salah satu desa yang memiliki beberapa anak yang belum mampu membaca Al-qur’an dengan baik dan benar.

Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan anak kita menjadi anak yang sholeh dan sholeha nantinya, akan tetapi, perubahan zaman yang kita hadapi sekarang sangat berbeda dengan zaman pada saat kita lahir, yang dulunya kita bisa fokus untuk belajar tanpa gangguan dari lingkungan ataupun yang lainnya, sekarang akan  sangat susah untuk mengajak anak-anak untuk belajar dengan serius, apalagi dalam belajar al-qur’an, ada sebagian orang tua yang menganggap belajar al-qur’an untuk anak usia dini tidak di perlukan karena mereka menganggap anak-anak tidak perlu belajar al-qur’an di masa dini ini, tetapi mereka akan memaksa anak mereka pada saat sudah dewasa,  karena kelalaian orang tua anak-anak sibuk bermain yang tidak bermanfaat dan juga sibuk dengan hal lainnya seperti HP.

Sampai saat ini sudah banyak didirikan tempat-tempat pengajian untuk anak-anak, akan tetapi karena kita menganggap belajar ngaji itu hal sepele, maka tempat-tempat pengajian itu kosong ataupun hanya sedikit anak-anak yang mengisinya. Pada hal, kodrat anak-anak belajar adalah bermain sembari belajar, artinya kita tidak perlu memaksa mereka untuk mengaji atau belajar al-qur’an tetapi kita wajib untuk menyuruh atau mengajak mereka untuk membaca/belajar al-qur’an. Ada pepatah yang mengatakan “belajar di waktu kecil bagaikan mengukir di atas batu, belajar di waktu besar bagaikan mengukir di atas air”, maksud dari pepatah tersebut adalah jika kita belajar di waktu kecil maka kita akan lebih mudah dan lebih cepat bisa kita mengerti ataupun lebih lama dapat kita ingat sedangkan belajar di waktu sudah besar maka kita akan sangat sulit untuk mengerti apa yang di ajarkan, dikarenakan pada saat kita sudah dewasa kita sudah lalai dengan hal lainnya sehingga kita akan sulit untuk mengingat apa yang di ajarkan.

Maka dari pepatah demikian sangatlah penting untuk kita sebagai orang tua, untuk mengajak anak-anak kita untuk belajar Al-qur’an dengan baik dan benar dari sejak sedini mungkin, baik itu dalam cara membaca huruf dengan benar, belajar tentang tajwid yang ada di dalam Al-qur’an. Di desa Buket Meurak anak-anak di ajarkan iqra’ terlebih dahulu mulai dari iqra’ jilid 1 sampai dengan jilid 6, setelah selesai iqra’ barulah anak naik kelas untuk belajar al-qur’an juz 30, kegiatan belajar ngaji ini dilanksanakan setelah selesai sholat zuhur yaitu mulai dari jam 14.00-16.00, di desa buket meurak satu orang guru ngaji yang khusus untuk mengajarkan anak-anak mengaji yaitu umi wahida, umi wahidalah yang mengajarkan anak-anak di desa buket meurak mengaji.

Sebagai orang tua kita harus mendukung anak-anak kita untuk menjadi generasi yang baik yaitu generasi yang sholeh dan sholeha, generasi yang mencintai al-qur’an, generasi yang mampu membawa harum nama bangsa, generasi yang menjadikan al-qur’an pedoman atau petunjuk hidupnya kelak, jika kita menginginkan generasi yang baik, maka kita harus menunjukkan jalan yang baik untuk anak-anak kita sejak kecil karena akan susah untuk membentuk anak yang baik jika sudah di cemari oleh gangguan-gangguan dari lingkungan.

 

Jangan Lewatkan