oleh

PENGADILAN NEGERI LHOKSUKON PUTUSKAN SIDANG PERKARA TAPAL BATAS SENGKETA LAHAN WADUK KEUREUTOE

LHOKSUKON BARANEWSACEH -Pegadilan Negeri Lhoksukon Kabupaten Aceh Utara putuskan sidang perkara sengketa tapal batas antara Gampong Plu Pakam, Kecamatan Tanah Luas dan Blang Pante, Paya Bakong, Aceh Utara, Kamis (26/11/2020).

Dalam sidang perkara tersebut majelis Hakim Ketua, Junita, SH., didampingi Hakim Anggota, Bob Rosman, SH, dan Maimunsyah, SH.MH sidang perkara tersebut telah memutuskan karena dinilai pihak sipenggugat belum mencukupi persyaratan sesuai tertera dalam undang undang negara republik indonesia.

Humas Pengadilan Negeri (PN) Lhoksukon, Aceh Utara, Bob Rosman, SH mengatakan, putusan belum inkracht. Karena para pihak masih ada upaya-upaya hukum lain yang bisa dilakukan,Kata nya.

“jadi hari ini sidang perkara sengketa tapal batas Hakim telah memutusan menolak gugatan penggugat. Jadi penggugat masih bisa berupaya banding , ada waktu 14 hari untuk diajukan,” jelas nya.

Bob menambahkan, pihak Gampong Plu Pakam tidak memiliki legal standing atau kapasitasnya dalam perkara ini. Hal itu yang menjadi dasar pertimbangan majelis hakim dalam putusan tersebut.

Sementara itu Kuasa Hukum Tergugat Gampong Blang Pante, Zul Azmi Abdullah, menyebutkan putusan majelis hakim itu sudah benar dan tepat menurut hukum. Karena memang yang dipersoalkan penggugat adalah sengketa tanah yang diklaim hak pihak penggugat.

“mereka hadirkan dalam persidangan sebelumnya itu soal bukti hak milik atas tanah. Jadi, kalau kepemilikan tanah otomatis orang yang berhak untuk menggugat itu yang mempunyai lahan atau tanah di areal sengketa itu kawasan waduk Kreung Keuteuto. Artinya, itu bukan keuchik yang melakukan gugatan, tetapi apabila itu aset desa maka boleh gugatan dilakukan oleh keuchik,”

Syukri, kuasa hukum sipenggugat desa Plupakam mengatakan, pihaknya menghormati atas putusan majelis hakim dengan baik.

“Kalau menyangkut ini dengan pemilik tanah yang berhak mengajukan gugatan adalah pemilik penggarap tanah, itu menurut pertimbangan majelis hakim. Maka terhadap putusan ini pihak penggugat masih dalam tahap pikir-pikir apakah mengajukan upaya hukum selama 14 hari kedepan nantinya,” tutup Syukri. (Munawir)

News Feed