oleh

PENANGGULANGAN AIR BERSIH PDAM DI DESA SEUNEUBOK BARO

Penulis : Emayanti, Mahasiswa Hukum Ekonomi Syari’ah Fakultas Syari’ah, IAIN Langsa

Dusun Bahagia Desa Seuneubok Baro Kecamatan Ranto Peureulak Aceh Timur, ratusan warga turut mengalami kesulitan air bersih. Warga harus mengeluarkan uang lebih untuk membeli air dari mobil tangki yang berkeliling desa wilayah setempat. Salah satu warga mengatakan desanya merupakan lokasi yang paling parah terkena kesulitan air bersih. Kekeringan sudah terjadi selama tiga bulan terakhir,”Hingga Rp150 ribu per hari untuk membeli air, karena sumur kering. Airnya juga menjadi asin,” kata dia.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Aceh timur mengaku telah menyiapkan lima armada truk tangki yang berisi air bersih. Setiap hari belasan desa dijangkau.

Keringan sudah dirasakan sejak sebulan terakhir ini. “Sumur gali kami kekeringan akibat musim panas,” kata warga dusun bahagia meski demikian, warga masih bisa mengambil air bersih yang bersumber dari sumur bor milik Masjid Darul Huda setempat. Warga Kecamatan Rantau peureulak mengatakan dia terpaksa menambah kedalaman sumur dari empat meter menjadi sembilan meter. “Saat ini tukang sedang menggali sumur di rumah, dan baru sedalam sekitar dua meter, air sudah banyak di sumur tersebut, tetapi saya minta supaya sumur ini tambah sedalam empat meter lagi,” ujarnya

Ia mengatakan, air yang ada di sumur gali miliknya mulai kering sejak sepekan terakhir. Meskipun ada sedikit air, tetapi kualitas air sumur gali tersebut tidak bagus dan tidak layak dikonsumsi. Untuk itu, ia mengatakan, menambah kedalaman air sumur gali miliknya agar ada persediaan air bersih untuk memenuhi berbagai kebutuhan rumah tangganya beberapa hari ke depan. Ia berharap, setelah adanya penambahan kedalaman sumur gali milliknya, selanjutnya sumur ini tidak mengalami kekeringan.

Kemudian pemerintah Desa mengajukan surat rujukan kepada pimpinan PDAM agar mereka memasang jaringan air PDAM di desa mereka. Setelah melalui proses yang panjang dan melelahkan, akhirnya permintaan usulan jaringan air PDAM di Dusun Bahagia Kecamaran Ranto Pereulak di setujui oleh pihak PDAM.

Dalam mengatasi kemarau yang berkelanjutan, pihak PDAM dan masyarakat melakukan kerja sama dengan melakukan kegiatan pengeboran sumur secara tradisional sambilan menunggu kegiatan penanaman pipa-pipa PDAM dilakukan. Awal mulanya mereka melakukan kegiatan rapat tentang kegiatan tersebut, lalu melakukan pemasangan alat-alat pengeboran dan selanjutnya mereka bergotong-royong melakukan kegiatan tersebut. Masyarakat yang terlibat di dalam kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh para bapak-bapak, tetapi juga kegiatan ini dibantu oleh pemuda-pemuda yang berada di desa tersebut.

Dan akhirnya pihak PDAM dan warga setempat melakukan kerja sama untuk membangun pipa-pipa agak saluran air PDAM dapat dirasakan oleh masyarakat setempat. hingga akhirnya saat ini warga dapat merasakan aliran air PDAM dirumah-rumah mereka untuk memenuhi kebutuhan MCK tanpa harus merasa pusing mencari air ke sungai-sungai sebab kemarau panjang.

Fungsi dari PDAM adalah menyediakan air minum yang bersih, sehat, dan memenuhi persyaratan kesehatan bagi masyrakat disuatu daerah, yang sekaligus merupakan wujud pelayanan yang diberikan pemerinah terhadap masyarakat.

Setelah adanya jaringan PDAM di desa tersebut masyarakat setempat sudah tidak perlu lagi membeli air atau mencari air ke sungai untuk mencuci dan mandi, dan mempermudah masyarakat dalam mengkonsumsi air bersih, baik itu untuk usaha maupun pribadi.

Jika dilihat dari Pandangan masyarakat terutama saya sebagai anak asli dari desa ini bahwasanya dengan adanya jaringan PDAM ini kesejahteraan masyarakat sudah terlihat, karena pada dasarnya air merupakan sesuatu pokok dari kehidupan selain daripada beras.

Tetapi tidak selama nya aliran air dari pada PDAM itu bersih, nyatanya ada beberapa kali pengaliran air PDAM tersebut kurang jernih yang mana masyarakat harus membuat alat untuk menyaring air tersebut agar bersih. Alat tersebut dibuat secara tradisional oleh masyarakat, yang mana alat tersebut terbuat dari jerigen, bulu pohon nira (bule jok) dan batu. Masyarakat menyaring air dari aliran PDAM tersebut agar jernih dan bisa digunakan untuk  minum dan keperluan lainnya.

Dan juga beberapa faktor yang membuat resah masyarakat adalah terjadinya kematian air PDAM yang membuat masyarakat agak kesusahan, apalagi di kala musim yang seperti ini yang membuat masyarakat harus pintar menghemat air jika kejadian air pengaliran PDAM tersebut mati. Tapi masyarakat bersyukur walaupun aliran PDAM kadang kala mati tapi dengan adanya aliran PDAM ini masyarakat bisa merasakan yang namanya memakai air sendiri tanpa harus jauh-jauh mencari air.

Jika dilihat dari permasalahan-permasalahan yang terjadi diatas, maka pendapat saya, masyarakat harus pandai-pandai mencari akal jika permasalahan tersebut terjadi secara berkepanjangan. dengan cara menghemat penggunaan air jika sekiranya aliran air tersebut mati. dan jika air pengaliran dari PDAM tersebut keruh maka masyarakat bisa membuat alat penyaringan air secara tradisional agar air yang akan digunakan untuk keperluan tersebut bisa bersih.

Pengaliran PDAM merupakan salah satu wujud pemerintah untuk menyejahterakan kehidupan masyarakat terkhusus di desa Seuneubok Baro ini, karena tanpa adanya aliran air yang bersih kehidupan masyarakat tidak akan berlangsung baik, karena air merupakan pokok dari kehidupan, karena air digunakan disegala kegiatan seperti mencuci, masak, mandi, bahkan untuk kebutuhan MCK. karena dengan adanya air maka kehidupan akan berlangsung dengan baik.

Jangan Lewatkan