oleh

Penanaman Nilai-Nilai Antikorupsi di Lingkungan Kampus USU

(Foto Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis, FISIP USU)

Penulis: Desi Fitri Siregar dan Tika Aulandari.

BARANEWSACEH.CO | Desi Fitri Siregar dan Tika Aulandari adalah salah satu mahasiswa jurusan Ilmu Administrasi Bisnis, FISIP , Universitas Sumatera Utara melaksanakan tugas mereka untuk memberikan beberapa pertanyaan kepada mahasiswa melalui kuesioner kepada mahasiswa-mahasiswa lainnya, untuk mengetahui bagaimana penanaman nilai-nilai antikorupsi di lingkungan kampus USU Medan (2020).

Tim penelitian mini riset ini terdiri dari Desi Fitri Siregar dan Tika Aulandari. Kuesioner ini telah dilaksanakan mulai dari bulan januari 2021.

Kegiatan dengan cara memberikan kuesioner kepada mahasiswa bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai antikorupsi di  dalam lingkungan kampus, dan mengetahui nilai-nilai antikorupsi pada pembelajaran pendidikan kewarganegaraan dan antikorupsi oleh mahasiswa. Serta kegunaan penelitian ini di harapkan menambah ilmu pengetahuan tentang Nilai-Nilai Antikorupsi yang terkandung dalam Pendidikan dikampus, dengan penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangsih pemikiran, bagi para mahasiswa Dan diharapkan dapat menerapkan nilai-nilai antikorupsi di dalam kehidupan sehari-hari. Dan kenapa kami lebih memilih dengan cara memberikan pertanyaan melalui kuesioner bukan melalui wawancara langsung yang dilakukan, sebab dimasa pandemi covid-19 seperti ini, dimana kami para mahasiswa tidak diperbolehkan masuk kuliah, dan sulit untuk bertemu secara langsung, maka dari itu kami memilih untuk meneliti secara kuesioner.

Melalui hasil riset yang diperoleh secara kuantitatif yaitu perilaku manusia tidak dapat terlepas dari keadaan individu orang itu sendiri dan lingkungan sosial. Perilaku individu merupakan tindakan berulang dalam waktu tertentu dan didorong oleh motif tertentu sehingga ia berperilaku sosial tertentu. Hasil penelitan mengenai tingkat pengetahuan,sikap,kesadaran,dan respon atau tanggapan mahasiswa terhadap perbuatan korupsi. Penelitian ini bersifat kuantitatif di mana data yang dihasilkan akan berbentuk angka. Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisais penanaman nilai-nilai anti korupsi di ligkungan kampus. Dengan tujuan yang didasarkan,data dikumpulkan dengan kuesioner sebanyak 22 responden yang  sasaran nya adalah mahasiswa dari daerah kampus mana pun khususnya universitas sumatera utara. Penyebaran kuesioner ini di buat dengan variabel yang teliti memiliki beberapa pertanyaan.

(Foto Mahasiswa Ilmu Administrasi Bisnis, FISIP USU)

Secara umum pengetahuan mahasiswa atau masyarakat tentang korupsi yang berkembang saat ini bersumber dari jalur media massa,yaitu siaran pemberitaan di TV,siaran radio dan pemberitaan di surat kabar (67,4%). Sumber pengetahuan tentang korupsi dari komunikasi horizontal(saudara atau family,tetangga dan teman) dan sumber dari media masa tersebut tercatat 77,6%. Seluruh responden dari penelitian ini menyatakan tahu, mengerti tentang korupsi di Indonesia.

Dan dari pernyataan-pernyataan di data hasil kuesioner yangtelah kami lakukan bahwa mahasiswa setuju jika penanaman nilai-nilai antikorupsi dilingkungan kampus diterapkan, Namun ada juga sedikit mahasiswa yang sangat tidak setuju, tetapi ia tidak memberikan sebab dan alasan apa ia memberikan jawaban tersebut. Dari data diatas kami mendapatkan bahwa:

Korupsi terjadi disebabkan oleh moral seseorang yang kurang kuat dalam menghadapi godaan.

Dilingkungan kampus mahasiswa selain sebagai agen perubahan namun juga bertindak menciptakan lingkungan kampus bebas korupsi, dan

Bahwa sifat tamak seseorang dapat menimbulkan korupsi terjadi.

Data tersebut juga memberikan hasil bahwa mahasiswa dapat berperan penting terhadap pembentukan organisasi dimana mahasiswa masih memiliki nilai juang dan semangat yang tinggi serta dapat berperan penting di dalam menghindari tindak pidana korupsi di masa muda hingga tua nanti. Dan dari data tersebut kami dapat mengetahui pendapat-pendapat yang berbeda dari beberapa mahasiswa universitas.

Dari hasil penelitian di Kampus diperoleh gambaran empiris bahwa semua mahasiswa (100%) mengetahui tentang ada dan merebaknya korupsidi dikalangan masyarakat. Mereka sebagian besar(< 70%) mengerti beberapa sifat dari tindak korupsi dan faktor penyebabnya.Koruspsi adalah bentuk pengkhianatan kepercayaan masyarakat, menipu rakyat dan pemerintah, melalaikan kepentingan masyarakat, dilakukan sendiri dan lebih dari 1 orang. Pemahaman mereka tentang hal yang sama masih beragam seperti : mencuri uang rakyat, mengambil kekayaan negara, mencuri uang rukun tetangga, dan sebagainya.Sikap masyarak at terhadap merebaknya tindak korupsi menunjukkan gambaran yang positif. Artinya, mereka cenderung tidak setuju (< 60%) terhadap pemberian sanksi hukum yang ringan pada koruptor, menolak sumbangan social yang berasal dari perbuatan korupsi, menolak membayar untuk masuk (bagi anak) menjadi pegawai negeri, menolak memberi uang (amplop) untuk mendapatkan perlakuan khusus, dan sebagainya. Tingkat kesadaran masyarakat cukup tinggi (< 60%) terhadap tindak korupsi yang umumnya dilakukan oleh pejabat Negara, pihak swasta bahkan oleh sebagian warga masyarakat; dan kalau tidak ditindak tegas dan diberantas secara sistemik korupsi akan makin besar dan menghancurkan kehidupan berbangsa, bernegara dan bermasyarakat. Respon masyarakat terhadap usaha pemerintah untuk menanggulangi korupsi juga cukup besar, dan salah satunya respon dari mahasiswa juga yang memiliki nilai juang yang tinggi serta semangat yang tinggi untuk memberantas korupsi dari masa mudanya. Hal ini terbukti respon masyarakat tercatat lebih dari 65%. Respon itu dinyatakan berupa dukungan dan tindakan partisipatif terhadap upaya pemerintah untuk menanggulangi tindak korupsi; namun mereka membutuhkan jaminan perlindungan keselamatan dari pemerintah.

News Feed