oleh

Pemimpin Yang Baik Sudah Pasti Pengayom Masyarakat, Tidak Membiarkan Rakyatnya Melarat Secara Ekonomi

Ilustrasi

Catatan : Salihin Putra, S.Si

Dari masa ke masa setiap pemimpin punya catatan tersendiri baik dan buruknya akan dikenang oleh masyarakat, kita berharap semua pemimpin sudah bekerja sebelumnya kinerjanya selama menjabat baik semua, hal tersebut akan di ceritakan sampai anak cucu dan menjadi catatan sejarah, jika pemimpin sebelumnya meninggalkan kesan yang kurang baik, maka tak heran cacian dan makian akan terngiang sampai ke anak cucunya.

Pemimpin yang baik sudah pasti pengayom masyarakatnya, tidak membiarkan rakyatnya melarat secara ekonomi, pendidikan dan kesehatan, pembangunan. Pemimpin yang visioner akan berusaha memberikan yang terbaik untuk rakyatnya dan menunaikan Janji politiknya ketika ia “mengemis” suara kepada rakyatnya.

Peninggalan pemimpin sebelumnya adalah PR pemimpin sekarang adalah hal yang lumrah, melanjutkan atau melakukan perubahan rencana kerja kepemimpinan

sebelumnya adalah sebuah resiko yang harus di emban.

Masa sekarang adalah Masa Kepemimpinan Muhammad Amru dan Said Sani (MASS). jika dilihat dari latar belakang kedua pemimpin tersebut sangat tidak diragukan lagi. Tetapi kepemimpinan MASS tidak banyak memberikan kontribusi kepada masyarakat, tidak ada program dan terobosan yang bisa mengangkat Kabupaten Gayo Lues lebih baik dari Kabupaten Lain. Dua tahun berjalan kepemimpinan MASS seharusnya banyak terobosan serta perubahan Gayo Lues malah terkesan TIDAK BEKERJA. Jika di lihat dari bidang Pendidikan, Ekonomi, Pembangunan, kesehatan.

Permasalahan yang dihadapi Gayo Lues semakin hari semakin Menumpuk namun sikap Bupati terkesan cuek dan tidak mau tau, seperti GAGAL Bayar Proyek Tahun 2019 hal ini LSM F-Faral sudah menyurati Bupati tetapi sampai sekarang belum ada balasan, Kemudian penyaluran Pupuk bersubsidi di duga bermasalah konon katanya sudah di serahkan ke pihak kepolisian, kemudian Perekonomian masyarakat semakin hari semakin terjepit harga Minyak sere naik turun, harga yang tidak stabil. Bupati Gayo Lues sudah membentuk BUMD yang siap menampung minyak sereh dengan harga ekonomis sampai sekrang BUMD tersebut tidak beroperasi alias Vakum. Salah satu janji politik MASS adalah mensejahterakan Petani Minyak Sereh, PAD terbesar Gayo Lues adalah Minyak Sereh, selain Kopi, Coklat dan tanaman Muda.

disisi lain Wakil Bupati Said Sani mengeluhkan 8 Milyar Uang Gayo Lues mengalir keluar, yang salah siapa? nampak sekali Wakil Bupati tidak paham persoalan ekonomi masyakakat Gayo Lues. kenapa bisa 8 Milyar perbulan uang mengalir ke luar.

sekarang muncul kegaduhan baru Pemberhentian Tenaga Honorer di lingkungan Pemerintahan Gayo lues, isu yang beredar saat ini defisit anggaran.

Beredar Surat dikelurkan oleh DPRK melakukan rapat tentang perubahan anggaran dan pelaksanaan kegiatan mendahului perubahan tahun 2020, apakah ada kaitannya dengan Gagal Bayar tahun sebelumnya? bahkan Fraksi Gabungan Menolak untuk hadir..

Bupati beserta SKPK kelihatan sekali sangat getol dibidang wisata, baru-baru ini Bupati beserta SKPK meninjau danau segitiga marpunge, kata bupati akan dijadikan tempat wisata nasional, pertanyaannya? tempat wisata sudah ada sekarang pun tidak terkelola dengan baik. mudah2an yang dicita2kan bupati bisa terwujud. dan kita tunggu realisasinya. dan masih banyak permasalahan lain yang tidak disebutkan dalam tulisan ini.

saya tidak mengatakan MASS gagal menjalankan Pemerintahan, hanya saja keberhasilan dengan permasalahan masih berbanding terbalik.

Mohon maaf atas tulisan ini jika di ada pihak2 yang merasa tidak berkenan. saya hanya berharap Gayo Lues lebih baik.

DIRGAHAYU GAYO LUES KE 18, JAYA LAH, MAJULAH GAYO KU.

*Penulis, Rakyat Jelata, Putra Asli Gayo Lues

News Feed