oleh

Pembinaan Yang Komprehensif Bagi Petani Bate Shok Menuju Kemandirian Dalam Pembangunan Pertanian di Sabang

SABANG, BARANEWS | Pembinaan merupakan faktor penting yang wajib dilakukan oleh pemerintah dalam menuju kemandirian. Adapun maksud pembinaan komprehensif dalam tulisan ini merupakan pembinaan yang dilakukan aparatur pemerintah khususnya dinas pertanian kepada petani yang terdata dalam kelompok tani dengan bidang yang luas dan lintas sektor.

Adapun arah pembinaan secara komprehensif yang akan dilakukan maksudnya adalah menuju kepada agro wisata mengingat agar bersinerginya dengan program kegiatan daerah dan potensi letak demografi wilayah, yakni pariwisata.  Dukungan lahan yang luas dan banyak nya kegiatan yang dilakukan, seperti budi daya tanaman kelapa, padi ladang, cabe, tomat, gambas, kacang panjang, bawang merah, jagung, ikan mujair, ternak ayam, bebek, kambing, dan sapi.

Dengan pembinaan yang menyeluruh (komprehensif) dari berbagai lintas sektor, harapannya menjadi tujuan kedatangan (destinasi) wisatawan sehingga menjadi sumber pendapatan kelompok tani menuju suatu kemandirian. Selain sebagai petani, pak saifuddin (akrab dipanggil dengan bang pon) juga menjabat  sebagai ketua KTNA sabang, sehingga dari sisi sumber daya manusia tidak perlu diragukan lagi.

Artinya beliau sudah memiliki banyak pengalaman dalam organisasi yang dapat menjadi faktor pendukung untuk membangun dan mengembangkan pertanian di bate shok. Beliau juga merekrut tenaga kerja dari dayah muarrif untuk saling berbagi pengetahuan dan membantu keuangan keluarga di dayah.

Banyak nya sektor budidaya  yang beliau jalankan akan menjadi pilot proyek (contoh) bagi petani lainnya untuk bisa melakukan hal yang sama dengan tujuan menjaga ketersediaan, keterjangkauan, keamanan dan kehalalan pangan dalam masa pandemi covid’19 ini. Seandainya cita- cita tersebut dapat direalisasikan tentu saja akan berdampak kepada terwujudnya ketahanan, kemandirian dan kedaulatan pangan di sabang pada khususnya dan aceh pada umumnya.

Dibutuhkan kreatifitas dan inovasi aparatur untuk melakukan pembinaan yang tepat yakni niat yang benar (ikhlas) dan benar cara nya (substansi penyuluhan berbasis syari’ah), sehingga mengundang ridha- Nya dan mau diikuti oleh petani sesuai dengan harapan.  Ini semua dapat dilaksanakan dengan berkontribusi sesuai dengan tupoksi masing- masing dengan saling memberikan solusi atas masalah yang timbul dan tidak saling menyalahkan serta saling menghargai.

Disinilah kita dituntut untuk dapat saling berkolaborasi dan berkomunikasi antar lintas sektor untuk membangun pertanian sabang yang maju dan mandiri. Semoga dengan sedikit gambaran perjalanan usaha yang dilakukan oleh bang pon di gampong bate shok  menjadi motivasi kepada kita untuk mewujudkan pembangunan pertanian seperti yang diharapkan.

Aamiin Ya Rabbal’alamin

 

Mukhlis, S.Pt., M.Ec.Dev

Widyaiswara Muda  di BKPSDM Sabang

News Feed