oleh

Pembinaan Taman Pendidikan Al-Qur’an (Tpa) Di Gampong Tualang Teungoh

 

Penulis :

 Muhammad Thariq dari Prodi Perbankan Syariah

 

Taman Pendidikan Al-Qur’an (disingkat TPA atau TPQ) adalah lembaga atau kelompok masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan nonformal jenis keagamaan Islam yang bertujuan untuk memberikan pengajaran membaca Al-Qur’an sejak usia dini, serta memahami dasar-dasar dinul Islam pada anak usia taman kanak-kanak, sekolah dasar dan atau madrasah ibtidaiyah (SD/MI) atau bahkan yang lebih tinggi.

TPA/TPQ setara dengan RA dan taman kanak-kanak (TK), di mana kurikulumnya di tekankan pada pemberian dasar-dasar membaca Al-Qur’an serta membantu pertumbuhan dan perkembangan rohani anak agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Jatuh bangunnya ummat Islam pada dasarnya tergantung pada jauh dekatnya ummat Islam dengan agama yang di dalamnya terdapat kitab suci Al-Qur’an. Bila ummat Islam benar-benar menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup niscaya ummat Islam akan maju dan sejahtera lahir dan batin. Sebaliknya bila ummat Islam jauh dari Al-Qur’an maka kemunduranlah yang akan terjadi, karena Al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah, merupakan pedoman hidup yang dapat membawa manusia kepada kehidupan dunia dan akhirat.

Oleh karena itu pendidikan Al-Qur’an bagi anak-anak merupakan masalah yang harus mendapat perhatian bila ingin melihat generasi baru yang tangguh, beriman, berakhlak mulia dan pandai bersyukur. Mendidik anak-anak dengan aksara dan jiwa Al Quran, berupa pemahaman, penghayatan, pengamalan Al-Qur’an serta kajian-kajian Islam dapat menjadi anak-anak ummat Islam menjadi generasi idaman dan harapan di masa depan.

Pembinaan agama dan pendidikan Al-Qur’an sudah seharusnya diberikan kepada anak-anak sedini mungkin, karena pembinaan atau pendidikan yang diberikan pada masa kecil pengaruhnya akan lebih tajam atau berbekas dari pada pendidikan yang diberikan di usia dewasa. Untuk melaksanakan pendidikan agama tidak hanya terletak pada lembaga formal (sekolah) saja, tetapi keluarga, dan juga lembaga-lembaga pendidikan di lingkungan masyarakat, misalnya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA/TPQ). Taman Pendidikan Al-Qur’an adalah salah satu lembaga yang dapat berperan aktif meningkatkan pendidikan agama.

Sebagai suatu instansi pendidikan Islam, Taman Pendidikan Al-Qur’an mempunyai suatu strategi dan pendekatan pembinaan yang bukan hanya semata-mata pengajaran saja, akan tetapi juga pendidikan atau pembinaan agama lebih diarahkan dalam membentuk dan membina peserta didik Taman Pendidikan Al-Qur’an untuk menjadi muslim yang sejati dan benar-benar menghayati nilai-nilai agama dan mengindahkan norma-norma agama dalam kehidupan sehari-hari. Ilmu agama yang diberikan bukan sekedar sebagai suatu ilmu tetapi sebagai perangkat penunjang untuk membentuk pribadi-pribadi muslim. Dengan kata lain pengajaran agama bukan diarahkan pada bagaimana anak menjadi seorang ahli agama, tetapi pembinaan agama lebih diarahkan pada bagaimana santri dapat menjadi agamawan yang baik.

Pengaruh adanya Taman Pendidikan Al-Qur’an sangat dirasakan manfaatnya, sebagai mana anak yang pada usia dini sudah mulai diperkenalkan materi keagamaan, walaupun pada tingkatan dasar, semisal pengenalan aqidah dan akhlaq, dan juga baca tulis Al-Qur’an. Tapi itu sangat penting untuk perkembangan si anak.

Fungsi dan kontribusi Taman Pendidikan Al-Qur’an terbagi kedalam beberapa sisi. Kontribusi yang diberikan oleh Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) terhadap pencapaian kompetensi pembelajaran Pendidikan Agama Islam di sekolah dalam hal baca-tulis Al-Qur’an, di antaranya:

  1. Materi pengajaran Al-Qur’an yang lebih dominant di TPA membuat siswa lebih cepat dalam hal kemampuan baca-tulis Al-Qur’an.
  2. Metode pengajaran TPA yang memberikan perhatian langsung pada tiap-tiap siswa (individu), membuat siswa lebih jelas dan paham dalam
  3. Waktu yang lebih banyak, sehingga membuat proses belajar mengajar di TPA lebih

Kompetensi Dasar Pendidikan Agama Islam pada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), pada dasarnya tidak jauh berbeda Sekolah Dasar, yang berbeda hanya persiapan dan metode yang digunakan oleh guru dalam proses belajar mengajar. Pada sekolah dasar, guru menggunakan metode yang bersifat klasikal, karena terbatasnya waktu. Sedangkan, guru TPA menggunakan metode dengan memberikan perhatian dan pembelajaran pada tiap-tiap anak (individu) secara langsung, sehingga terlihat jelas bahwa pembelajaran pada Taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) lebih optimal dan efektif dalam penyampaian materi pembelajarannya.

Dari hasil penelitian yang telah penulis lakukan, maka terlihat dengan jelas perbedaan hasil belajar antara siswa yang mengikuti pendidikan pada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) dengan siswa yang tidak mengikuti pendidikan pada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA). Perbedaan tersebut terjadi pada semua penilaian, baik kemampuan mereka dalam memahami materi pelajaran tentang baca-tulis Al-Qur’an, kemampuan menulis Al-Qur’an maupun kemampuan mereka dalam membaca Al-Qur’an. Siswa yang mengikuti pendidikan pada Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) tentu lebih menguasai (unggul) kemampuannya dibandingkan dengan siswa yang tidak mengikuti pendidikan pada Taman Pendidikan AlQur’an (TPA).

Dengan TPA yang nantinya berjalan dengan baik dan semestinya, anak-anak di gampong tualang teungoh pun akan mendapatkan banyak ilmu pengetahuan dari TPA. Secara tidak langsung, para orang tua di gp tualang teungoh pun akan merasakan manfaatnya juga.

Pembinaan yang dilakukan oleh penulis berupa mengajari anak-anak membaca Iqro, Al-Qur’an dan Muadzin ( ADZAN), pemaparan materi tentang akhlak, fiqh, sejaran Islam, sejarah para nabi dan kisah para sahabat, dan pengajaran tata carasholat, adzan, iqomah, zakat dan puasa dengan baik dan benar.

Kendala utama yang penulis hadapi adalah anak-anak yang cenderung dalam mengikuti rancangan kegiatan pembinaan TPA. Mereka pun berusaha untuk selalu mengingatkan bahwa proses belajar membutuhkan kesungguhan dan keseriusan. Sesekali, penulis pun memberikan kegiatan menyenangkan keaktivan anak-anak dapat tersalurkan.

Respon positif dari takmir Masjid At-Tauhid dan anak-anak gampong Tualang Teungoh sangat membantu kegiatan ini agar berjalan dengan lancar dan semestinya. Mereka pun terus melakukan komunikasi intens dan saling memberi bantuan dengan maksimal hingga pembinaan ini berjalan sesuai rencana.

Dengan terlaksananya pembinaan ini, anak-anak di gampong Tualang Teungoh pun sudah mendapat banyak ilmu mengenai Al-Qur’an, Islam, dan cerita-cerita luar biasa di dalamnya. TPA pun menjadi jauh lebih aktif dan berjalan dengan rapi dan terencana.

Besar harapan, TPA tetap berjalan aktif seperti ini dan lebih berharap lagi TPA mampu berjalan lebih baik dari pada sekarang. Bagaimana pun, TPA sangat membantu tumbuh kembang anak agar kedepannya tetap berjalan di jalan yang lurus dan semestinya. Besar harapan pula, warga-warga di gampong Tualang Teungoh sendiri berperan aktif dalam menghidupkan TPA.

Pembinaan TPA di gampong Tualang Teungoh ini tidak mengalami kendala. Kendala yang dihadapi hanyalah harus mengendalikan keaktivan anak-anak di gampong Tualang Teungoh agar kegiatan TPA tetap berjalan dengan baik dan lancar. Dengan sedikit siasat dan penyesuaian, dan mampu menjalankan TPA ini dengan baik, benar, dan sesuai rencana. Besar harapan, TPA tetap berjalan aktif seperti ini dan penulis lebih berharap lagi TPA mampu berjalan lebih baik dari pada sekarang. Bagaimana pun, TPA sangat membantu tumbuh kembang anak agar kedepannya tetap berjalan di jalan yang lurus dan semestinya. Besar harapan pula, warga-warga di gampong Tualang Teungoh sendiri berperan aktif dalam menghidupkan TPA.

News Feed