oleh

Pembangunan Sejumlah Proyek di Aceh Utara Diduga Sarat KKN

ACEH UTARA, BARANEWS – Pembangunan sejumlah proyek di Kabupaten Aceh Utara diduga sarat Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN), hal itu terlihat dari banyaknya pembangunan yang di prioritaskan dilokasi bersifat kepentingan kelompok dan daerah – daerah pemenang Bupati Muhammad Thaib.

Salah satu contoh pembangunan jalan di Gampong Bayi dan Gampong Hagu Kecamatan Tanah Luas, pembangunan jalan tersebut tidak berdampak banyak bagi masyarakat, karena jalan yang dibangun tersebut aksesnya kehutan rimba.

Sedangkan jalan yang menghubungkan antar kecamatan di biarkan rusak parah, hingga saat ini belum ada niat pemerintah daerah untuk memperbaikinya hal itu terlihat hingga saat ini belum di perbaiki.

Salah satu contoh jalan di Gampong Rangkileng Tumpok Tungku, Kecamatan Murah Mulia, Aceh Utara, jalan tersebut sudah bertahun-tahun belum di perbaiki, padahal jalan itu sentra utama yang menghubungkan enam kecamatan.

Salah seorang warga Gampong Buringin, Kecamatan Meurah Mulia, Aceh Utara, Rafsanjani, Sabtu (5/7/2021) mengatakan, pembangunan jalan di Gampong Rangkileng Tumpok Tungku yang menghubungkan enam kecamatan rusak parah untuk segera diperbaiki.

“Kami mengharapkan kepada Bupati Muhammad Thaib untuk segara memperbaiki jalan utama Murah Mulia. Kemudian kami mengharapkan kepada Bupati untuk tidak memilih-milih pembangunan di lokasi-lokasi tertentu dan jangan membagun proyek di daerah-daerah pemenangannya,” ucapnya

Kemudian ia mengatakan, masyarakat yang mengakses jalan tersebut yaitu Kecamatan Nibong, Kecamatan Simpang Kramat, Aron, Tanah Luas , Payabakong, Matangkuli.

“Saya melihat pembangunan proyek di Kabupaten Aceh Utara ada indikasi KKN, karena lokasi pembangunannya pilih kasih. Persoalan jelas terlihat, seperti pembangunan jalan di Gampong Bayi dan Gampong Hagu Kecamatan Tanah Luas, pembangunan jalan tersebut tidak berdampak banyak bagi masyarakat, karena jalan yang dibangun tersebut aksesnya kehutan rimba,” paparnya.

Dirinya juga menyebutkan, pemerintah Aceh Utara membangun sebuah proyek di pelosok-pelosok desa. Masyarakat patut menaruh curiga dengan proyek pembangunan tersebut terhadap kualitas dan kuantitasnya.

“Kita mengharapkan kepada pihak kepolisian dan kejaksaan untuk mengusut proyek-proyek yang di bagun di daerah pedalaman Aceh Utara. Karena proyek-proyek yang di bangun di pedalam itu tidak terpantau luas oleh masyarakat pintar,” harapnya.
[20:16, 6/5/2021] +62 852-7546-4479: Pemerintah Aceh Timur Berikan Tenda dan Salurkan Bantuan untuk Pengungsi Rohingya

Aceh Timur | Pemerintah Kabupaten Aceh Timur telah mendirikan dua unit tenda untuk para pengungsi Rohingya di Pulau Idaman, Desa Kuala Simpang Ulim, Kecamatan Simpang Ulim, Aceh Timur sejak Jumat kemarin. Bantuan masa panik juga telah disalurkan kepada pengungsi di lokasi Tersebut-Sabtu (5/6/2021).

Juru Bicara untuk Penanganan Pengungsi Rohingya dari Pemerintah Aceh Timur Iswandi S.Sos

yang juga sebagai Plt. Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Aceh Timur mengatakan, Sesuai Dengan intruksi Bupati Aceh Timur H. Hasballah Bin H.M. Thaib, SH melalui sejumlah Dinas terkait, juga telah dilakukan berbagai keperluan yang bersifatnya Mendesak Untuk Saat Ini Kepada Pengungsi.Rohingnya

Sejak Pagi Kemarin Pihak Pemerintahdan Aceh Timur Sesuai intruksi drai Bapak Bupati juga telah melakukan berbagai upaya penanganan awal terhadap pengungsi Rohingya, seperti penyediaan dua unit tenda yang disediakan oleh BPBD dan pengecekan kesehatan terhadap para pengungsi oleh Dinkes Aceh Timur, juga memberikan bantuan masa panik yang melibatkan Dinas Sosial,” sebut Iswandi.s sos

Selain itu, tadi pagi juga telah dilakukan vaksinasi kepada para pengungsi Rohingya oleh tenaga medis drai Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur.Sabtu-5-2021

Dinkes juga telah melakukan vaksinasi kepada para pengungsi etnis Rohingya pagi tadi, hal ini dilakukan untuk melakukan pencegahan penularan virus Corona,” sebut Iswandi.

Sebelumnya, sejak Jumat malam sambung Iswandi, Sekda Aceh Timur Ir. Mahyuddin M.Si juga berada dilokasi guna memantau keadaan pengungsi.

Saat itu, sebanyak 81 warga Rohingya yang terdampar itu juga telah dilakukan tes Swab Antigen di lokasi pulau Idaman Kuala Simpang Ulim, dan hasilnya mereka semua non reaktif Covid-19 sementara ini.

“Itu diketahui setelah dilakukan tes Swab Antigen yang dilakukan oleh petugas medis dari Dinas Kesehatan Aceh Timur pada Jumat malam,” tambah Iswandi, Sabtu (5/6/2021).

Walau demikian sambung Iswandi, masyarakat dihimbau agar tetap menjaga jarak, dan memprioritaskan protokol kesehatan agar terhindar dari wabah Corona.

Iswandi juga menambahkan, sejumlah pihak juga ikut terlibat dalam penanganan pengungsi dilokasi ini, seperti pihk TNI/Polri, sejumlah dinas dan Muspika setempat, juga peran dari masyarakat dikawasan ini. “Untuk selanjutnya kita akan menunggu intruksi dan arahan dari pimpinan lebih lanjut Nantinya,pungkas iswandi :

Pnulis : (Saifutddin is) :

News Feed