oleh

Pemanfaatan Budi Daya Ikan Hias Terhadap Perekonomian di Masa Pandemi

Oleh:

 MANSYUR

NIM: 4032018085

  (Mahasisiwi Program Studi Perbankan Syariah Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam,

IAIN Langsa)

 

            Semenjak pandemi COVID-19 melanda hampir seluruh dunia termasuk Indonesia, banyak sekali perubahan yang terjadi dalam setiap lini kehidupan manusia. Sektor yang sangat berpengaruh adalah sektor ekonomi. Banyak dinamika dan problematika yang timbul imbas dari pandemi COVID-19. Perekonomian yang lesu, menyebabkan terjadinya perubahan daya beli konsumen akibat kebijakan Social Distancing. Tanpa kita sadari seperti sektor pertanian tetap mampu bertahan dan terus berjalanan selama pandemi COVID-19 karena dalam keadaan apapun hasil dari sektor pertanian seperti kebutuhan pangan (sayuran dan buah-buahan) akan selalu menjadi kebutuhan primer yang harus dipenuhi atau tersedia setiap saat demi keberlangsungan kehidupan. Produk hasil pertanian seperti sayuran dan buah-buahan tersebut terus mengalami permintaan yang sangat signifikan sejak wabah COVID-19. Himbauan dari pemerintah untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan karena mengandung zat gizi mikro yang akan membantu meningkatkan sistem imun sebagai upaya pencegahan penularan virus corona.

            Ikan hias merupakan salah satu komoditas perikanan yang menjadi komoditas perdagangan yang potensial di dalam maupun di luar negeri. Ikan hias dapat dijadikan sebagai sumber pendapatan devisa bagi negara. Ikan hias memiliki daya tarik tersendiri untuk menarik minat para pecinta ikan hias (hobiis) dan juga kini banyak para pengusaha ikan konsumsi yang beralih pada usaha ikan hias. Kelebihan dari usaha ikan hias adalah dapat diusahakan dalam skala besar maupun kecil ataupun skala rumah tangga, selain itu perputaran modal pada usaha ini relatif cepat.Ikan hias merupakan ikan untuk dilihat keindahaan akan warna dan corak yang berbeda dari setiap jenis dan memiliki daya tarik tersendiri, serta ikan untuk pajangan/hiasan.

            Kota Lintang merupakan sebuah kelurahan yang terletak di kecamatan Kota Kuala Simpang, Kabupaten Aceh Tamiang, provinsi AcehIndonesia. Kota Lintang merupakan salah satu daerah yang memiliki potensi untuk bisnis budidaya ikan hias selain karena permintaan dan minat yang cukup tinggi, budidaya ikan hias juga dapat menjadi alternatif peluang usaha yang menjanjikan selama masa pandemi COVID-19. Kegiatan budidaya ikan hias di Kota Lintang cukup potensial untuk terus dikembangkan karena menjanjikan dari segi ekonomis maupun dari segi daya dukung sumber daya alam. . Sejumlah warga peternak ikan hias di Desa Kota Lintang memulai bisnis ikan hias (ikan cupang) saat masa pandemi COVID-19. Selain mudah dibudidayakan, budidaya ikan hias cupang ini kini menjadi suatu hobi baru dan hasil penjualan ikan yang cukup menguntungkan karena banyak digandrungi oleh masyarakat Kota Lintang  pada masa pandemi COVID-19.

            Ikan hias merupakan jenis ikan yang hidup di air tawar maupun laut yang mempunyai bentuk atau warna tubuh menarik dan indah. Salah satu jenis ikan hias dengan keunikan tersendiri dibandingkan ikan hias lainnya adalah ikan cupang (Betta spp.). Keunikan yang dimaksud adalah kegemarannya bertarung dengan sesama jenisnya, namun tidak menutup kemungkinan dengan jenis lain namun masih dalam satu suku. Daya agresifitasnya sangat tinggi sehingga sangat tidak dianjurkan untuk menempatkan atau memelihara ikan ini dalam satu wadah.

            Ikan cupang memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan di Indonesia bahkan di Desa Kota Lintang. Namun selama ini kegiatan budidaya ikan cupang lebih banyak dilakukan oleh peternak kecil yang belum mempunyai akses terhadap manajemen usaha, pasar, permodalan dan pemasaran. Di desa Sigerongan terdapat banyak sekali peternak ikan hias, namun bagi sebagian penduduk lebih memilih untuk membuka usaha ikan hias cupang di rumahnya sebagai alternatif mengisi waktu bekerja dari rumah selama pandemi COVID-19. Sebagian peternak juga memiliki tingkat pendidikan yang rendah dan belum mampu memberdayakan potensi yang dimiliki untuk meningkatkan kesejahteraan hidup. Ikan air tawar (cupang) berukuran mini dengan motif warna warni yang indah serta tidak membutuhkan waktu lama dan lahan yang luas untuk budidaya ikan cupang. Harga ikan cupang relatif terjangkau dan digemari oleh semua kalangan masyarakat termasuk anak-anak.

            Persaingan usaha ikan cupang masih bersifat tradisional hanya menjajakan usahanya di pekarangan rumah dan menjual ikan cupangnya di pasar sentra perdagangan ikan hias di desa Sigerongan. Potensi ikan cupang di desa ini cukup besar namun dari segi promosinya masih kurang dan belum terekspose sampai ke luar daerah. Para peternak ikan hias (cupang) belum memanfaatkan secara maksimal pemasaran online (digital) menggunakan sosial media. Pemanfaatan sosial media dapat berimbas positif bagi sebuah produk usaha dan bersifat langsung kepada konsumen secara meluas.

            Media sosial digunakan sebagai alat komunikasi pemasaran untuk meningkatkan kesadaran konsumen terhadap produk ikan hias, meningkatkan image produk, dan berakhir pada peningkatan penjualan .Melihat pandemi COVID-19 yang belum usai, masih diberlakukannya social distancing, kebutuhan akan minat (hobi) ikan cupang semakin meningkat dan peternak ikan cupang perlu mengembangkan wawasan dan kemampuannya dalam pemasaran ikan cupang.

Jangan Lewatkan