oleh

Pelecehan Anak Dibawah Umur Ditahan Mapolres Subulussalam

 

SUMULUSSALAM, BARANEWS | Seorang siswa taman kanak-kanak jadi korban pelecehan seksual, oleh pria beranak satu, berinisal BN disalah satu Desa di Kecamatan Longkip ,

Korban, bunga (nama samaranya) berumur 5 tahun buah hati dari pasangan suami istri HS (28) tahun dan E (26).

HS tidak menyangka kalau anaknya, harus menjadi korban kejahatan pelecehan seksual oleh temannya sendiri, HS ayah Bunga yang sehari hari bekerja sebagai supir mobil pengangkut kelapa sawit dari kebun masyarakat sangat merasa terpukul dengan kejadian yang menimpa keluarga mereka.

Saat ditemui wartawan Baranewscom, E sang ibu korban hanya bisa menangis menceritakan nasib malang yang dialami anaknya.

E, dengan terisak-isak menceritakan kronologis kejadian yang menimpa Bunga anak Sulungnya, “saya tidak tau harus berbuat apa, saya selalu merenung memikirkan nasib dan masa depan anak kami kedepanya nanti, sampai hari ini dia masih merasakan rasa sakit akibat peristiwa itu, setiap malam kalau mau tidur merasa takut dan harus di kawani, dia menjadi pemurung, takut jika bertemu dengan Laki laki orang dewasa baik orang luar maupun keluarga atau kerabat kami sendiri, ucapnya.

E, ibu Bunga menyampaikan bahwa kasus ini sudah dilaporkan ke Polres Subulussalam dan berharap semoga pelaku diberi hukuman yang setimpal atas perbuatannya yang sudah merusak masa depan Bunga.

Peristiwa tak senonoh itupun terungkap berkat pengakuan korban (bunga) yang merasa kesakitan pada alat kelamin dan menceritakan kejadian itu kepada tetangga rumah korban.

Kejadian itu bermula saat orang tua bunga pergi ke Subulussalam untuk menjemput Bantuan Pangan Non Tunai BPNT yang disalurkan oleh Pemerintah pada hari itu, dan kedua orang tua bunga menitipkan Bunga pada tetangga.

Setelah orang tua Bunga berangkat ke Subulussalam, bunga pun bermain main di depan rumahnya, kira kira pada pukul 11 : 00 wib pelaku berinisial BN, pria beristri dan memiliki anak mendatangi rumah bunga, si pelaku BN menyampaikan kepada Bunga bahwa ia adalah teman ayahnya, BN pelaku memberikan sejumlah uang kepada Bunga dan BN pun langsung melakukan perbuatan yang tidak terpuji itu terhadap Bunga di sekitar rumah Bunga.

Setelah selesai Bunga pun mearasa kesakitan pada alat kelamin lalu menceritakan kepada tetangga tempat ia dititipkan, Bunga mengatakan kepada tetangganya kalau tadi ada orang dewasa yang mendatangi dia dan mengaku teman ayahnya lalu memberi ia sejumlah uang dan melakukan perbuatan keji tersebut.

Pada hari yang sama sekembalinya orang tua Bunga dari Subulussalam langsung mendapat cerita dari tetangga bahwa anaknya yang baru berusia 5 tahun tersebut telah dilecehkan oleh salah seorang temannya.

Karena Bunga merasa kesakitan pada bagian sensitipnya, Sore itu juga orang tua Bunga langsung memeriksakan rasa sakit yang dialami sikorban kepada bidan Desa di Desa tersebut.

Berdasarkan pemeriksaan Bidan diduga benar bahwa alat kelamin Bunga mengalami kerusakan, ditengah tengah kepanikan, keluarga korban mendatangi Polsek Longkip untuk melaporkan kejadian tersebut.

Tanpa basa basi, ibu Bunga dan beberapa kerabat langsung berangkat menuju Polres Kota Subulussalam yang beralamat di jalan Teuku Umar Desa Tangga Besi Kecamatan Simpang Kiri, dengan sangat respon AIPDA Benni Sutanta anggota Polres Subulussalam langsung menerima dan memproses laporan ibu Bunga dengan menerbitkan Surat Tanda Laporan Polisi Nomor : STTLP/80/VI/2021/SPKT RES POLRES SUBULUSSALAM.

Ditempat terpisah 27/11/21, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlingdungan anak dan KB (DP3AKB) Kota Subulussalam Nurul Akmal. SE, MM, saat di konfirmasi melalui WA terkait peristiwa tersebut menyampaikan sangat prihatin dan akan melakukan pendampingan pemulihan Psikologi anak.

” Kami sudah ke kediaman korban, saya merasa sangat prihatin, Terkait korban saya melihat masih sangat trauma dan
Kami akan melakukan pendampingan bagi korban dan keluarganya, Ibunya juga sangat shock, Petugas kami yang dibalai kecamatan Longkip Sedang mengurus administrasi untuk pendampingan, selanjutnya Pemulihan psikologi anak,Senin, 29/11/21

Kapolres Kota Subulussalam AKBP QORI WICAKSONO, S.IK menyampaikan melalui press realisenya bahwa bahwa BN menyerahkan diri, dan saat ini pelaku berinisial sudah ditahan, Pelaku di ancam dengan pasal 47 Qanun Aceh nomor 6 tahun 2014 tentang hukum jinayat pidana dengan ‘uqubat ta’zir cambuk paling banyak 90 (sembilan puluh) kali, atau denda paling banyak 900 (sembilan ratus) gram emas murni atau penjara paling lama 90 (sembilan puluh) bulan.

(Raja Salman)

News Feed