oleh

Pasar Ikan di Lancang Barat Dewantara, Diduga Pemerintah Tutup Mata

Lhokseumawe— Baranewsaceh co. Masyarakat mengeluh lapak jualan ikan yang berada di pinggir jalan rel kereta api desa Lancang Barat, Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara karena mengeluarkan bau amis juga menimbulkan kemacetan di jalan.

Bau amis yang menyengat itu tercium di sepanjang jalan bahkan Bau itu disebabkan ada sisa-sisa sampah ikan di lokasi tersebut.

Sepanjang Jalan tersebut memang terlihat banyak sisa-sisa sampah ikan berserakan. Selain itu, air keruh bekas mencuci ikan juga menambah bau amis apalagi paret nya sumbat di lokasi itu.

Iskandar selaku geusyik desa Lancang Barat tepatnya di balai Canang , Mengatakan ada pembangunan dari pemerintah yang resmi sudah di gunakan dengan maksimal kemudian jalan sudah rabat Beuton dan jangan ada lagi berjualan di pinggir jalan sangat mengganggu lalu lintas, Apalagi ada kereta api bisa mengancam jiwa warga yang Nyebrang,ujarnya

Sebelumnya,Sudah memberikan kepada pedagang ikan baik dari lisan maupun tulisan dan itupun hanya sementara saja tak lama terulang kembali, Katanya dari pemerintah kabupaten dan dinas Perdagkop UKM Pasar lebih proaktif dalam pasar dan kami di pemerintah desa juga ikut bantu mendorong agar patuh kepada pemerintah.

Pedagang menjual ikan,sayur,buah- buahan sehingga airnya menimbulkan bau dan sangat menggangu lalulintas maupun lingkungan warga desa Lancang Barat Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara akan tapi kalau sampah sangat tertib

Hal serupa diungkapkan oleh Nawafil mahyudha S.STP, Selaku Camat Dewantara,Bukan cuma di Lancang Barat saja yang ada tetapi di Bangka jaya pun juga ada,Dan kita hanya mendorong agar pindah ke tempat yang disediakan oleh pemerintah

Selama saya di Dewantara sudah dua kali untuk menghimbau agar masyarakat tidak berjualan di pinggir jalan dengan secara Lisan namun di depan PT PIM memohon untuk di perbaiki area depan pabrik dan informasi dalam tahun ini akan di rehap jalan kecamatan Dewantara ini.tutupnya (Munawir)

News Feed