oleh

Panitia Seleksi Duta Wisata Bireuen Diminta Transparan

Bireuen, Baranewsaceh.co – Ajang seleksi Duta Wisata merupakan kegiatan rutin yang dilakukan di kabupaten Bireuen sejak tahun 2012, dan pada tahun 2019 ini menjadi pemilihan yang ke-tujuh kalinya dengan berakhirnya masa jabatan pasangan agam-inong Bireuen periode 2018, Mulkan Qausar dan Rika Munanda. Namun, sebahagian peserta Inong-agam Bireuen 2109, menilai pada seleksi tahun ini banyak terdapat kejanggalan yang dilakukan oleh panitia.

Hal ini diungkapkan oleh Ikhwan salah seorang peserta yang mengikuti seleksi tersebut kepada Media Baranewsaceh.co, Senin (24/06/2019).

Ikhwan merasa kecewa terhadap panitia yang tidak memberikan hasil penilaiannya kepada peserta tes, padahal kami butuh hasil tersebut sebagai bahan evaluasi untuk kami lihat dimana kekurangan kami, sehingga tidak lolos dalam seleksi tersebut, dan untuk bahan pembelajaran apabila tahun depan kami ikut lagi, kami bisa memperbaiki kekurangan-kekurangan tersebut, ” ujarnya.

Sebelumnya di akhir pertemuan tes pada hari Minggu, 23 Juni 2019 di SMAN 1 Bireuen, Ziaul Fahmi juga salah seorang perwakilan peserta tes meminta kepada panitia di hadapan umum untuk memperlihatkan hasil tesnya, seperti nilai dan rangking, mesti di publikasi atau diberikan kepada seluruh peserta tes supaya mereka tahu dimana kekurangannya. Dan, panitia penerimaan mengatakan “baik” serta bersedia memenuhi permintaan peserta tersebut, ” jelasnya.

Namun nyatanya pengumuman yang dikeluarkan pada pukul 01.34 WIB senin dini hari tadi melalui akun instagram @agaminongdwbireuen hanya nama-nama yang lolos 12 besar saja tanpa dibarengi dengan daftar nilai masing-masing peserta. Setelah ditanyakan kembali kepada akun tersebut, jawabannya malah bertolak belakang dengan apa yang dijanjikan oleh panitia di hadapan umum sore itu, ” katanya.

“Untuk rangking dan nilai menjadi rahasia panitia. Setelah penjumlahan nilai, panitia juga mengadakan rapat sampai tengah malam untuk mambahas satu persatu agar didapatkan finalis yang benar-benar layak untuk masuk 12 besar, ” ungkap admin akun instagram @agaminongdwbireuen.

Lanjutnya, Kami merasa kecewa, padahal dengan adanya publikasi hasil tersebut kami bisa tahu sejauh mana kemampuan kami, ” pungkas Ziaul Fahmi.

Selain itu, panitia juga melanggar ketentuan yang telah mereka keluarkan dalam brosur penerimaan tahun ini. Dalam ketentuannya tinggi badan untuk perempuan 160 cm, namun yang di loloskan adalah yang tinggi badannya 155 cm, ” tutupnya.

Disamping itu, ketua ikatan Duta Wisata Bireuen (IDWB), Rizal Fahmi mengatakan Panitia sangat terbuka untuk proses seleksi ini. “Soal nilai memang tidak kita publish secara umum, karena kami tidak menginginkan adanya peserta yang merasa terkucil karna nilainya tidak memuaskan. Tetapi, kalau memang ada peserta yang ingin tahu nilainya sendiri kita beri kesempatan untuk melihatnya langsung dan bisa menemui kami, ” katanya.

Mengenai adanya peserta yang tidak sesuai persyaratan tinggi badan lolos dalam seleski, Rizal menjelaskan bahwa Ada banyak aspek yang dinilai selain tinggi badan, karena kita membutuhkan finalis duta yang memang mempunyai kemampuan, komitmen dan beretika, ” jelasnya.

Lebih lanjut, jelas Fahmi, pemilihan duta wisata Bireuen tahun ini juga berlangsung secara jujur dan profesional. Dan intinya kami mengadakan pemilihan ini secara jujur, professional dan transparan, ” tegasnya. (Adam)

Komentar

News Feed