oleh

Pandangan Hidayat Terkait Keinginan Pulo Aceh Bergabung ke Banda Aceh

Banda Aceh, Baranewsaceh.co  – Hidayat, salah satu pemuda asal Kecamatan Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar turut menanggapi wacana perluasan Kota Banda Aceh, setelah Wali Kota Banda Aceh Aminullah Usman menyampaikan wacana tersebut dalam pertemuan dengan bupati/walikota se-Aceh beberapa waktu lalu.

“Saya pikir, Pulo Aceh bisa saja kalau ingin bergabung ke Banda Aceh, tapi apakah para tokoh dan masyarakat Pulo Aceh sudah siap jika serius ingin bergabung,” tanya Hidayat menanggapi pertanyaan awak media, di Banda Aceh, Selasa 10 Desember 2019.

Saat ditanya lebih jauh bagaimana pendapatnya terkait pernyataan Ketua Ikatan Pelajar Pemuda dan Mahasiswa Pulo Aceh (IPPELMAPA) Muliadi Azis, yang menyebut Pulo Aceh siap bergabung ke Banda Aceh.

“Pertama, apakah tokoh masyarakat terutama kepala desa dan imum mukim, sudah siap mengembalikan stempel dan SK ke Bupati Aceh Besar. Kedua, mayoritas masyarakat bagaimana, sudah siap bersaing dengan pendatang,” kata Hidayat.

Karena menurutnya, jika resmi bergabung ke Banda Aceh, Pulo Aceh akan menjadi kawasan khusus destinasi wisata milik Pemerintah Kota Banda Aceh. Nantinya, lanjut Hidayat, harga tanah bakal naik, persaingan bisnis meningkat, pengunjung akan berbondong-bondong ke Pulo Aceh.

“Kalau sudah siap, yuk kita perjuangkan sama-sama, tapi jangan ada dusta di antara kita, jangan nanti lahir pengkhianatan di tengah perjuangan. Karena ini perkara politik dan kemakmuran rakyat,” ujarnya.

Menurut pemuda asal Desa Gugop, Kemukiman Pulo Breueh Selatan, Pulo Aceh ini, bergabungnya Pulo Aceh ke Banda Aceh akan menggerakkan roda ekonomi, karena Pemko Banda Aceh akan mengembangkan wisata Pulo Aceh sebagai salah satu pendongkrak pendapatan daerah kedepan.

“Hari ini, Banda Aceh hanya punya Ulee Lheue dan beberapa situs wisata sejarah peninggalan tsunami, tapi jika Pulo Aceh bergabung, tentu kedepan akan menjadi prioritas pemerintah. Tapi di sisi lain, Pulo Aceh sudah tergabung ke pemekaran Aceh Raya, dan hanya tinggal menunggu persetujuan presiden Jokowi,” ungkapnya.

Namun demikian, Hidayat menegaskan, ia sebagai putra Pulo Aceh, siap berjuang jika tokoh dan masyarakat serius ingin bergabung ke Banda Aceh. “Demi masyarakat Pulo Aceh, saya siap berjuang. Kita siap melobi ke Jakarta, tapi saya tegaskan lagi, yang terpenting jangan ada dusta di antara kita,” tegasnya. (RED)

News Feed