oleh

Orangtua Cerdas dan Pendidikan New Normal

-HEADLINE, OPINI-3025 views
Ilustrasi

oleh : muhammad rayyani mahsiswa uin arraniry

MENJADI orangtua pada masa pandemi ini tentu saja tak mudah. Selain harusmemenuhi kebutuhan ekonomi keluarga, beban tambahan yang mungkin saja bisa lebih berat ialah soal pendidikan anak sebab sesuai protokol pembatasan jarak sosial, anak-anak harus belajar di rumah. Terkait pendidikan, tingkat keterkejutan atau kepanikan orangtua mungkin tak akan terlalu tinggi jika tak ada soal yang lebih mendasar, yakni sudut pandang dan wawasan pendidikan.

Pendidikan kita dan pendidikan di hampir seluruh negara di dunia telah sekitar 200 tahun bergerak dalam paradigma sistemis yang disebut sebagai persekolahan (schooling). Pertanyaan paling mendasarnya ialah, “Kenapa pendidikan telah cenderung diserahkan ke sekolah?” Kita juga bisa terus bertanya, “Apakah orang yang berhasil dalam hidupnya rerata karena sekolah formal ataukah faktor-faktor lain?”

Seiring soal bentuk-membentuk ini, dalam sistem pendidikan modern yang berbasis persekolahan, salah satu yang sering tak disadari ialah sekolah telah menjadi semacam mesin pembentuk anak-anak. Dimulai secara massa sejak masa revolusi industri, sekolah menjadi produsen pekerja pabrik dan pegawai. Anak-anak harus menjadi manusia mesin yang ‘patuh, tepat waktu, dan taat aturan’. Dan ini;ah ya g terjadi negara kita sekarang. semua orang tua menuntut anaknya untuk bisa menguasai semua mata pelajran.

Sebagai dampaknya, keberhasilan pendidikan, dalam kacamata umum, diibaratkan idengan angka-angka nilai dan prestasi baik ketika sedang menempuh pendidikan maupun setelah lulus. Pasca pendidikan, bukan wacana yang umum kalau keberhasilan diukur dengan keberhasilan dalam merintis usaha employer) apalagi jika merangkak dari bawah atau dalam sektor-sektor yang belum sepenuhnya dikuasai.

Industrialisasi ini menciptakan ketergantungan dengan iming-iming kediterimaan di dunia kerja dan status sosial. Di sisi lain, terutama karena ekses dari masifikasi, konten dan proses pendidikan dalam logika persekolahan seperti berjalan sendiri dan amat tipis bersinggungan dengan dunia nyata. Salah satu bukti nyatanya  ialah pembelajaran yang terpasung ataupun terfokus kepada  buku teks dan re levansi angka-angka dalam rapor dan ijazah dengan dunia yang mana anak-anak hidup dan masa depan mereka.

Pada masa pandemi ini, ketika anak-anak terpaksa belajar di rumah, tak sedikit orangtua yang pada akhirnya kelabakan. Selain karena mereka dipaksa berinteraksi dan mengurus anak-anak dalam akumulasi waktu yang lebih banyak dan intensitas yang lebih tinggi, juga karena mereka memaksakan diri menjadi ‘guru sekolah an’ atau perpanjangan tangan para guru.

Dalam posisi sebagai ‘orangtua’, sebagai contoh, ketika belajar di sekolah pada umumnya berkutat pada buku teks dan konsep yang kering, orangtua bisa secara cerdas mengajak anak-anak belajar dalam konteks dunia yang lebih nyata.

Namun, ini akan berbeda bagi orangtua yang berpandangan jauh. Bahkan, dalam pandangan dan pengalaman hidup saya, orangtua dengan wawasan yang cerdas justru akan melihat pemberlakuan sistem belajar di rumah sebagai kesempatan yang tak kalah baik nya bagi pendidikan anak.

Secara konseptual, mereka memanfaatkan bahan-bahan tekstual, tapi untuk pemahaman, pendalaman, dan keterampilan mereka memfasilitasi anak-anak untuk masuk ke praktik-praktik kehidupan dalam bidang ekonomi, pertanian sederhana, dan seterunya.

Dalam praktik ini, pendidikan menjadi sekadar kejar tayang konten, keterpenuhan administrasi, dan kesesuaian dengan kebijakan lokal dan nasional. Berdasar pada penyeragaman dan mekanisasi, ia menggerus daya lentur, ketajaman, dan manfaat riil pendidikan.

namun saya yakin bahwa badai pandemi ini membawa hikmah bagi dunia pendidikan di indonesia Kalaupun tak mencapai tujuan seperti dinyatakan Anne Frank bahwa anak-anak harus dimampukan untuk bertumbuh dan mengembangkan dirinya sendiri setidaknya pandemi ini telah membuka mata kita bahwa anak anak bermula dari keluarga dan di sanalah pendidikan yang sebenarnya dimungkinkan.

News Feed