oleh

Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi dalam Filsafat Islam

  Penulis:                       

 Nama : Muhammad Adam. AY

 NIM    : 1910104010044

Filsafat merupakan induk ilmu tertua di dunia. Semua ilmu merupakan bersumber dari filsafat, karena filsafat adalah awal dari semua pengetahuan. Filsafat berarti berpikir, berpikir kritis dan mendalam, memecahkan ide di luar kebiasaannya yang biasa, dan selalu berusaha menemukan kebenaran yang semuanya perlu dilakukan dan dipikirkan secara rasional.

 

Islam memiliki tiga cabang filsafat, seperti cabang filsafat secara umum, yaitu: ontologi, epistemologi, aksiologi, dan sama dengan filsafat lainnya, da juga pembahasan mengenai ketiga ini. Apa makna ketiganya dan apa yang dibutuhkan? adalah menghafal tiga kata kunci dari tiga cabang tersebut. Ontologi adalah kata kunci “apa”, epistemologi adalah kata kunci “bagaimana”, dan teori nilai adalah kata kunci “manfaatnya”.

Ontologi :

Ontologi itu berasal dari dua suku kata, yakni ontos dan logos. Ontos berarti sesuatu yang berwujud dan logos berarti ilmu. Ontologi dimaksud sebagai ilmu penegtahuan  tentang wujud asli atau hakikat yang ada. Dengan kata lain ontologi adalah sesuatu ilmu yang berwujud (yang ada) dengan berdasar pada logika. Artinya segala sesuatu di dunia ini mengandung nilai wujudi atau nilai adai, bahkan hal-hal yang abstrak di alam juga termasuk dalam kajian ontologi, seperti Tuhan, Tuhan yang tidak dapat kita lihat, tetapi kami percaya bahwa Tuhan memang ada, maka adanya Tuhan itu seperti apa, malaikat, kita tidak bisa melihat malaikat, tapi dalam ontologi itu dibahasa bahwa malaikat itu ada, semua yang bersifat ada itu dibahas dalam filsafat islam.

 

Epistimologi :

Epistemologi berasal dari bahasa Yunani yaitu episteme, yang berarti pengetahuan (knowledge) dan logos yang berarti ilmu. Menurut arti kata, epistemologi adalah ilmu yang membahas masalah pengetahuan, hakikat pengetahuan, dan sumber pengetahuan. Dengan kata lain, epistemologi adalah cabang filsafat yang berfokus pada pembahasan teknik (melakukan) atau membahas prosedur untuk mendapatkan sesuatu ilmu

Ruang Lingkup epistimologi filsafat islam :

  1. Sumber sumber ilmu pengetahuan (al-quran, hadis, ijma’, dan qiyas)

Suatu objek atau benda yang ada, ketika sudah dibahas dalam ontologi, kita akan mengetahui dari mana kita mendapatkan pengetahuan atau benda yang ada. Misalnya kita akan membahas tentang Tuhan. Sekarang kita membahas bahwa Tuhan telah didefinisikan oleh ontologi. Sumber Untuk pembahasan tentang apa itu Tuhan, kita bisa mendapatkan informasi tentang Tuhan, yaitu Al-Qur’an dan Hadis

  1. Alat pencapai ilmu pengetahuan (indra, akal, hati)
  2. Metode pencapaian pengetahuan (bayani, burhani, irfani) Pengetahuan bayani didasarkan pada alat / indra, burhani dari akal, dan irfani dari intuisi
  3. Klarifikasi pengetahuan (Ketuhanan dan Kemanusiaan)

Aksiologi :

Aksiologi berasal dari kata Yunani axios (nilai) dan logos (teori), yang berarti teori tentang nilai atau manfaat . Nilai yang dimaksud adalah sesuatu yang harus diperhitungkan manusia dalam berbagai hal tentang apa yang dievaluasi. Aksiologi merupakan cabang ilmu filsafat yang mempertanyakan bagaimana manusia menggunakan ilmunya (manfaatnya)

Ruang lingkup aksiologi filsafat islam :

  1. Etika (Moral, Perilaku, Adat Istiadat, Norma)
  2. Estetika (Keindahan, Tertib, Harmonis)

Contoh nyata Dari Ontologi, Epistimologi dan Aksiologi dalam Islam :

Sholat

Yang jadi Pertanyaannya, Dari ketiga ini :

  1. Apa ontologi salat ?

Salat adalah kegiatan atau ibadah kita kepada allah swt yang dimulai dengan berdiri kemudian niat, membaca takbir dan diakhiri dengan salam sesuai dengan rukun yang berlaku.

  1. Bagaimana Epistimologi salat ?

Secara Epistimologi. Shalat merupakan perintah Allah dalam Al-Quran dan diwajibkan kepada seluruh umat Islam dan cara mengerjakan salat sebagaiman yang  dipraktekkan dan diajarkan oleh nabi. Segala permasalahan shalat telah dibahas oleh para ulama melalui ijma’ dan qiyas. Salat dilakukan dengan merasakannya dengan alat indra dan maknai dengan hati, memusatkan konsentrasi atau kusyu’  kepada allah dengan menguatkan hatinya agar tidak mudah tergoda oleh setan.

  1. Bagaimana Aksiologi salat ?

Secara etika, salat dapat menjadikan seseorang menjadi disiplin karena selalu ingat kewajibannya dan juga mengikuti aturan Allah swt

Secara estetika, salat mencerminkan kebersihan diri seseorang terhadap Allah tetapi sesuai dengan kualitas shalat yang dia kerjakan seperti apa, sehingga dengan shalatnya itu bisa membawa pada keindahan kepada kehidupannya, sehingga dia merasa lebih tenang dan tentram.

 

Sekian Trimakasih !

 

 

News Feed