oleh

Oknum Pendamping Desa Kecamatan (FT) Double Job, Disoroti Aktivis UGL

Aceh Tenggara. Baranewsaceh.co – Menjadi pemangku jabatan menjadi Pendamping Desa (PD) pada dasarnya, diharuskan untuk tunduk dan patuh pada tata perilaku dan etika profesi pendamping profesional.

Hal tersebut berdasar pada Standar Operasional dan Prosedur (SOP) Kementerian Desa, sesuai dengan Permendes Nomor 3 tahun 2015 tentang Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi untuk pendamping desa.

Kemudian, seorang pendamping desa harus mentaati 11 poin etika profesi yang diperuntukkan kepadanya.

Satu diantaranya adalah dilarang terlibat kontrak dengan institusi lain, baik itu pemerintah maupun swasta yang dapat menyebabkan pekerjaan pendamping profesional tidak maksimal.

Kendati demikian, di Kabupaten Aceh Tenggara,Desa Bambel, diduga ada Pendamping Desa (PD) Dimana FZ oknum yang merangkap jabatan alias double job sekaligus jadi Asistensi Bupati kata Almujawadin Aktivis itu Mahasiswa UGL Sabtu (02/5/2020) kepada Media ini.dimana nama oknum fasilitator Kecamatan sesuai dengan SK yang dikeluarkan oleh Bupati Aceh Tenggara tahun 2019.

Seharusnya jika Mau tetap menjadi Pendamping Desa/Fasilitator Kecamatan atau memilih pekerjaan satunya (yang satu bersumber dari APBD dan satu lagi bersumber dari APBN) yang bersangkutan diminta untuk mengundurkan diri dari jabatannya lainnya.

Jadi berdasarkan temuan kita ini maka kita meminta BPMD kabupaten Aceh Tenggara untuk memberhentikan yang bersangkutan tegas Almujawadin,karena masih banyak pemuda yang lain yang bisa jadi pengganti nya didesa tersebut katanya.(Red)

News Feed