oleh

Ngeri, Covid 19 Menyerang : P-APBK AGARA Jangan Sampai Digerogoti

Aceh Tenggara|14|09|2010 Baranewsaceh.co | Ketua GMBI Aceh Tenggara Hasibullah, Menyoroti Bupati Aceh Tenggara sangat sepele dalam Menangi Pemutusan Penyebaran Covid 19 di Aceh Tenggara sehingga lonjatan Kasus Positif Sangat drastis terjadi saat ini di Aceh Tenggara. Surat Plt Gubenur No. 440/10863 Hal : Pengetatan Penjagaan Perbatasan, Faktanya dilapangan intruksi itu mandul di pintu masuk perbatasan Kabupaten Aceh Tenggara belum lagi Oknum Anggota DPRK melakukan perjalanan dinas keluar Daerah tanpa mematuhi Protokol Kesehatan dengan hanya diduga menelpon Pihak RSUD Sahudin Kutacane untuk mengeluarkan Surat Hasil Rapid Tes Bebas dari penularan Covid-19, hal serupa juga diduga terjadi dilingkungan oknum-oknum pejabat SKPK Kabupaten Aceh Tenggara untuk keberangkatan keluar Daerah. Betapa ironisnya Negeri ini “hari ini” oleh mereka oknum-oknum yang tak bertanggung Jawab. Pungkas Hasibullah

Ditambah lagi saat ini dugaan dari Ketua Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI)itu Hasibullah, menjelaskan DPRK Aceh Tenggara dalam Pembahasan Rancangan Qanun Perubahan APBK Tahun 2020 sepertinya dilakukan diruang gelap tanpa ketransfaransian sesuai dengan undang-undang No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik dengan tidak diresponnya secara kooperatif oleh DPRK Aceh Tenggara surat dari GMBI tanggal 10/09/2020 tentang permintaan Draff Racangan Qanun P-APBK Tahun 2020 dan lainya.

Hasibullah menilai P-APBK Tahun 2020 itu harus memprioritaskan tentang penanganan Pandemi Covid-19 sesuai dengan Intruksi Menteri dalam Negeri No. 5 Tahun 2020. Terlebih dengan situasi hari ini di tanoh alas sepakat segenep dengan cepatnya penyebaran Covid-19 dan tingginya kasus yang positif maka dengan adanya tela’ahan dari masyarakat dengan diberikannya data-data tersebut supaya dugaan upaya-upaya jahat di Legislatif dan Eksecutive dalam pembahasan P-APBK 2020 dapat di minimalisir sedetail mungkin untuk tidak disalah gunakan oknum orang jahat yang mana akhirnya berubah menjadi kepentingan pribadi dan lahan mencari vitamin untuk kecukupan gizi anak dan keluarga mereka. Tegas hasibullah

Kita (GMBI) akan lihat secara teliti, Kebijakan Inovatif apa yang Akan dilakukan Bupati dan DPRK Aceh Tenggara dalam Penanganan Pandemi Covid-19 dalam waktu yang sesingkat-singkatnya serta kita akan amati Program apa yang sedang mereka masukan kedalam P-APBK Tahun 2020 Sebelum anomali rakyat semakin bias dan dapat menimbulkan gerakan insubordinasi. Tutup Hasibullah Ketua GMBI Aceh Tenggara.|14|09|2020(BM)

News Feed