oleh

“Nasib Bocah Malang Korban Ekspoitasi Orangtua”

UPDATE COVID-19 NASIONAL

Global

Confirmed
Deaths
Recovered

Banda Aceh. Baranewsaceh.co – Aceh dan Indonesia dihebohkan dengan kasus eksploitasi anak yang dilakukan oleh orangtua, hal ini tentunya dapat mengetuk hati semua pihak dan menjadi pembelajaran bersama bagi masyarakat, terutama orangtua dalam mendidik dan mengasuh anak-anak. Ini adalah salah satu contoh kelalaian dan kegagalan orangtua dalam mendidik dan mengasuh anak, lemahnya perlindungan dan pemenuhan hak anak oleh pemerintah dan pemerintah daerah serta lemahnya pengawasan  masyarakat dan lembaga /instansi terkait. Sudah layaknya Pemerintah Aceh memprioritaskan anggaran yang maksimal untuk Isu perlindungan anak, mengingat semakin maraknya kasus-kasus kekerasan yang menimpa anak-anak Aceh saat ini.  Jangan sampai Aceh kehilangan generasi penerus akibat lemahnya pengawasan dan peran serta masyarakat terhadap perlindungan anak dan minimnya perhatian pemerintah dalam mengalokasikan anggaran yang berperspektif perlindungan anak.

Seharusnya sesuai dengan Ketentuan Pasal 23 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, yang menyebutkan : “Negara, pemerintah, pemerintah daerah menjamin perlindungan, pemeliharaan, dan kesejahteraan anak dengan memperhatikan hak, dan kewajiban orangtua, wali atau orang lain yang secara hukum bertanggungjawab terhadap anak”

Dalam kasus tersebut diduga telah terjadi beberapa indikasi pelanggaran dan pengabaian hak anak yang dilakukan orangtua, yaitu :

  1. Hak anak mendapatkan pendidikan
  2. Hak anak mendapatkan Kesehatan
  3. Hak anak menikmati dan mengisi waktu luang
  4. Hak kelangsungan hidup dan tumbuh kembang anak secara optimal,
  5. Hak anak mendapatkan standar kehidupan yang layak
  6. Eksploitasi ekonomi yang melibatkan anak sebagai pengemis dan bekerja di sektor yang dapat membahayakan dan mengancam keselamatan jiwa anak.

Sedangkan ketentuan Pasal 26 disebutkan mengenai kewajiban dan tanggungjawab orangtua dan keluarga terhadap anak, diantaranya :

  1. Ortu berkewajiban dan bertanggungjawab untuk :
  • Mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi anak
  • Menumbuhkembangkan anak sesuai dengan kemampuan, bakat dan minatnya
  • Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak
  • Memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada anak.
  1. Dalam hal orangtua tidak ada, atau tidak diketahui keberadaannya, atau karena suatu sebab tidak dapat melaksanakan kewajiban dan tanggungjawabnya, kewajiban dan tanggungjawab tersebut dapat beralih kepada keluarga

Pasal 45 ayat (1)orangtua dan keluarga bertanggungjawab menjaga kesehatan anak dan merawat anak sejak dalam kandungan.

Pasal 49 ayat (1) negara, pemerintah, pemda, keluarga dan orangtua wajib memberikan kesempatan yang seluas-luasnya kepada anak untuk memperoleh pendidikan.

Mengingat kompleksnya permasalahan anak tersebut, pemerintah daerah, instansi/lembaga terkait dan pemerintah harus segera bertindak cepat untuk mengambil peran masing-masing sesuai dengan tupoksi, yaitu :

  1. Dinas Pendidikan :
  • Memastikan akses dan hak pendidikan korban terpenuhi, dengan mendaftar ulang atau memindahkan sekolah korban ke tempat lain guna menghindari terjadinya bully, dll yang dapat mengganggu dan merusak psikologis anak.
  1. Dinas Kesehatan :
  • Memastikan dan memfasilitasi korban mendapatkan akses kesehatan secara menyeluruh akibat kekerasan fisik yang dilakukan oleh orangtunya
  • Memastikan penanganan gizi buruk adik korban yang berusia 18 bulan secara komprehensif
  1. Dinas Sosial :
  • Melakukan pengawasan terhadap pengasuhan keluarga terhadap anak secara berkelanjutan dan memastikan pola pengasuhan berjalan dengan baik, pengasuhan alternatif dilakukan sebagai upaya terakhir
  • Memastikan upaya pemulihan dan rehabilitasi sosial korban cara komprehensif
  • Memastikan tempat tinggal sementara jika diperlukan oleh korban
  • Memfasilitasi terpenuhinya tempat tinggal yang layak bagi korban.
  1. Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak :
  • Memastikan koordinasi lintas sektor terkait upaya pemenuhan dan perlindungan anak korban
  1. Pusat pelayanan terpadu perempuan dan perlindungan anak
  • Memberikan pendampingan terhadap psikologis korban
  • Memantau perkembangan psikologis korban
  1. Baitul Mal :
  • Memberikan akses dan bantuan pemberdayaan ekonomi kepada keluarga yang mengasuh korban.
  • Memberikan keterampilan dan pendampingan modal usaha kepada keluarga yang mengasuh korban.
  1. Kepolisian
  • Menghukum orangtua korban sebagai pelaku eksploitasi enak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,
  • Melakukan pengembangan kasus, terhadap kemungkinan adanya sindikat anak atau korban anak lainnya.
  1. Masyarakat
  • Mengawasi anak dari perilaku salah dan menyimpang terhadap pembenaran perbuatan yang dilakukan orangtuanya (dalam hal ayah berjudi dan ibu pemakai sabu)
  • Memberikan informasi melalui sosialisasi dan edukasi mengenai hak anak
  • Melaporkan kepada pihak yang berwenang jika terjadi pelanggaran hak anak
  1. Media masa
  • Penyebarluasan informasi dan materi edukasi yang bermanfaat dari aspek sosial, budaya, pendidikan, agama dan kesehatan anak dengan memperhatikan kepentingan terbaik bagi anak. (Red)
UPDATE COVID-19

INDONESIA

1790
Confirmed
170
Deaths
112
Recovered

News Feed