oleh

MUHAMMAD ISA : Ada Apa Dengan Proyek Jembatan Pining Yang Tidak Diselesaikan

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO | Proyek Jembatan yang bersumber dari APBA Tahun 2019 Kecamatan Pining tidak kunjung diselesaikan hingga kini. Pada pertengahan tahun 2019 kemarin Kecamatan Pining mendapatkan tiga paket proyek jembatan yaitu Jembatan Brawang Leteb yang terletak diantara Desa Uring dan Desa Pepelah, Jembatan Desa Pintu Rime ke Desa Pertik, dan Jembatan Aih Kute Desa Pining.

Muhammad Isa warga Kampung Pining  mengatakan kepada media  Sabtu, (13/06/2020) mengatakan Dari ketiga paket proyek tersebut dua diantaranya sudah dinyatakan rampung dan warga sudah menikmati fasilitas yang dibangun oleh pemerintah ini. Tapi, satu diantaranya hingga kini masih menjadi pertanyaan dikalangan masyarakat yaitu Jembatan Aih Kute Desa Pining. Aspal Jembatan seakan hanya sebagai simbol bahwa jembatan sudah bisa dilalui tapi pada dasarnya tidak sampai satu minggu dari proses pengaspalan, aspal sudah bergelombang dan banyak aspal yang pecah, jauh berbeda dengan kualitas aspal pada dua jembatan lainnya yang hingga kini aspal masih sangat baik dibandingkan dengan aspal Jembatan Aih Kute yang bergelombang dan banyak serpihan pecahannya membuat warga khawatir akan terjadinya kecelakaan.

Yang paling membahayakan lagi adalah akhir-akhir ini hujan deras terus mengguyur wilayah Kecamatan Pining, hal ini membuat warga Pining terus was-was dikala malam hari dan terus bersiaga bahkan sampai larut malam mengontrol aliran sungai yang kian meluap. Kekhawatiran warga ini akibat Pembongkaran Rampung Jembatan Lama belum dilakukan oleh kontraktor terkait hingga saat ini, setiap hujan deras aliran sungai kian meluap, bebatuan dan kayu yang hanyut membuat ketakutan warga akan menutup aliran sungai karena posisi jembatan lama yang kian tidak dibongkar juga. Kekhawatiran ini tentu wajar dirasakan oleh warga karena trauma banjir bandang di Kecamatan Pining masih menjadi kenangan di ingatan masyarakat. Jika aliran sungai makin meluap tinggi serta kayu dan bebatuan akan ikut dibawa oleh aliran sungai maka dapat dipastikan Banjir Bandang akan menghantam Desa Pining jika terus dibiarkan jembatan lama tidak dibongkar. “Kami resah jika Jembatan Lama tidak dibongkar karena posisi jembatan lama sangat dekat dari dasar sungai, Jika intensitas hujan tidak berkurang apalagi makin meningkat tentu desa kami akan kembali dihantam banjir bandang, tolong bapak pemerintah jangan biarkan itu terjadi”. Keresahan Kasmiran salah seorang pemuda Desa Pining, kata M.Isa

Yang menjadi pertanyaan sebagai warga Desa Pining, apakah pihak terkait menunggu banjir bandang kembali menghantam Desa ini dulu baru jembatan lama dibongkar atau bagaimana? sebutnya.

Tentu sebagai warga mereka ingin respon pemerintah dan pihak terkait sebelum musibah banjir bandang kembali menghantam Desa Pining.  Untuk kontraktor, harap bertanggung jawab dalam menyelesaikan paket proyek jangan dibiarkan seperti ini., ujarnya.

M.Isa menambahkan Untuk Dinas PU terkait, tolong lakukan komunikasi dan tindakan bersama kontraktor pelaksana proyek untuk menyelesaikan problem ini.   Untuk Bapak DPRK Gayo Lues tolong untuk merespon keluh kesah dan kekhawatiran kami.  Untuk Bapak Bupati dan Wakil Bupati Gayo Lues, tolong lakukan intervensi  terhadap penanganan kejadian ini sebelum musibah Banjir Bandang menghantam desa di wilayah regional pemerintahan Bapak.

Terakhir. Jangan jadikan Wabah Covid 19 sebagai alasan ditangguhkannya penyelesaian proyek Jembatan Aih Kute Desa Pining ini karena pada dasarnya dua jembatan lainnya sudah lama diselesaikan, hanya jembatan ini yang tidak memiliki kejelasan dan sepertinya seakan ini didiamkan, jelasnya. (RED)

 

News Feed