oleh

Mirisnya Lingkungan Hidup Kita Yang di Cemari Dengan Sampah

              

Penulis : Sabrina’

Indonesia saat ini menduduki peringkat kedua sebagai pemroduksi sampah terbanyak didunia, beraada satu peringkat dibawah china, namun kini pemerintah berkomitmen  untuk memaksimalkan segala daya upaya yang ada untuk menangani hal tersebut, khususnya bagi sampah yang  ada diperairan seperti sungai dan laut bahkan pada tahun 2025 indonesia berencana  mengurangi sampah sebanyak 70%. Kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya merupakan kendala besar dalam upaya mengurangi sampah di indonesia,meskipun pemerintah telah menyediakan tempat sampah pada banyak area tetapi tetap banyak ditemukannya sampah yang dibuang sembarangan.area-area pembuangan sampah yang telah disediakan oleh pemerintah juga belum sepenuhnya dimaksimalkan  oleh masyarakat.

Persoalan sampah sangat membutuhkan perhatian serius dari berbagai pihak terutama masyarakat itu sendiri.Dari dulu sampai sekarang permasalah sampah belum dapat ditangani penanggulannya, jika sampah tidak ditanggulangi dengan baik maka akan berimbas pada menurunnya kualitas kehidupan, keindahan lingkungan dan juga potensi terhadap banjir akan lebih tinggi karena tidak menutup kemungkinan sampah tersebut akan menghalangi arus air. Sampah juga mengakibatkan  menurunnya imun tubuh warga masyarakat yang tinggal di sekitar area polusi sampah tersebut. Jika hal ini tetap berlangsung maka kemungkinan dapat mempengaruhi  arus investor daerah, daya jual dan daya tarik daerah tersebut akan menurun drastis bahkan para pakar kesehatan pun mengatakan bahwa polusi sampah berdampak buruk bagi kesehatan para warga, ada beberapa penyakit yang disebabkan oleh polusi sampah tersebut antara lain yaitu tifus, gangguan pencernaan, disentri, dll, faktor penyebab penyakit tersebut melalui lalat dan nyamuk yang hinggap atau berkembang biak di tumpukan sampah tersebut.

Seperti yang saya lihat dipinggiran jalan raya disetiap harinya pasti terlihat sampah yang menggunung dan berserakan entah sampah tersebut di bersihkan atau tidak oleh tim pembersihan sampah warga di sekira tumpukan sampah pun tampak acuh terhadap keberadaan sampah tersebut padahal mereka berjualan makanan ringan, buah dan warung-warung nasi untuk mempertahanklan kehidupan mereka. Tetapi tidak terbayang  bagaimana virus-virus dan bibit penyakit  sudah menyebar melalui udara atau pun serangga yang kemungkinan hinggap di dagangan mereka. Hal ini tak menutup kemungkinan bahwa mereka sendiri yang telah menumpuk sampah begitu saja tetapi ada juga warga yang entah dari daerah mana dengan mengendarai sepeda motornya membuang sampah dipinggir jalan dengan entengnya.

Khususnya yang paling banyak adalah sampah plastik yang tidak dapat diuraikan  oleh tanah akan mengakibatkan menumpuknya sampah dan limbah, dampaknya kan terlihat saat hujan tiba, tanah tidak bisa mnyerap air dengan baik dan akhirnya terjadilah pengikisan tanah  yang tidak sanggup menahan tekanan air dan  menguap ke daratan dan terjadilah bencana banjir. Begitu juga jika sampah di bakar maka akan merugikan bagi individu maupun pihak lainnya pun akan terkena dampaknya dari lingkungan atau udara yang tercemar yang dihasilkan dari pembakaran sampah, warga disekitar harusnya hidup sehat menjadi sakit yang penyakitnya ialah ganguan pernapasan. Pencemaran tanah  berasala sari limbah rumah tangga,limbah industri dan limbah pertanian. Sampah merupakan suatu  bahan pencemaran lingkungan paling utama dalam limbah rumah tangga, seperti yang kita dilihat dari sampah yang berserakan dipinggir jalan atau ditempat lainnya  akan berdampak pada hujan asam yang terjadi akibat  aktivitas industri  yang menyebabkan mineral  berbahaya terlepas dari ikatannya  dan kondisi ph tanah menjadi rendah.

Seperti yang kita ketahui bahwa sampah ada dua jenis yaitu sampah organik dan sampah anorganik. Jenis sampah organik ialah sampah yang berasal dari bahan-bahan hayati  seperti sisa makanan,kulit buah,daun, ranting dan sayuran, sampah-sampah ini dapat diurai secara alami dengan degradasi oleh microba atau yang sifatnya  biodegradable. Sedangkan sampah anorganik ialah sampah yang berasal dari bahan non-hayati termasuk prodeuk sintesis dan hasil proses teknologi pengolahan bahan tambang, contohnya sampah logam dan produk olahannya, sampah plastik, kaca, keramik dan deterjen. Sampah ini sangat sulit diuraikan secara alami kalaupun bisa akan memakan waktu yang lama bahkan beberapa sampah tidak bisa diurai oleh alam

Solusi yang bisa dilakukan  untuk mengatasi masalah sampah didaerah tempata tinggal ialah :

Untuk individu :

  1. Ayo bangkitkan kesadaran dan kepedulian kita tentang lingkungan

Sifat (masa bodoh) dan (sok lebih praktis) sudah mendarah daging pada para masyarakat indonesia. Pemerintah juga sudah pasti kehabisan akal  untuk menghimbau agar masyarakat membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.

  1. Mulailah dari rumah kita sendiri

Mulailah kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dirumah,sediakan tempat sampah disetiap ruangan.

  1. Mencoba mnegurangi pemakaian plastik
  2. Mengisi waktu dengan membuat kreativitas atau keterampilan dari sampah

Diharapkan bagi warga untuk membantu proses penanggulangan sampah daur ulang menjadi karya seni yang mempunyai nilai jual tinggi.

Mari kita buang sampah pada tempatnya, karena membuang sampah sembarangan akan membuat lingkungan kita tercemar secara signifikan dapat mengurangi penggunaan, kenikmatan dan niali tempat-tempat umum kit, yang membuat lingkungan kita menjadi kotor dan tidak terawat dan menjadi tidak nyaman bagi kita sendiri maupun orang lain.

Jangan Lewatkan