oleh

Minta Pertanggung Jawaban, Khairul Saleh Bersama Warga Tahan Mobil PT. Laut Bangko

 

SUBULUSSALAM, BARANEWS | Bermula dari rasa kekecewaan salah seorang warga desa Cepu Kec. Simpang Kiri, kota Subulussalam Kairul Saleh suami dari Nur Tarawati bersama warga tahan Mobil PT. Laut Bangko guna meminta pertanggung jawaban, Sabtu (9/10/202).

Tindakan menahan mobil perusahaan PT. Laut Bangko yang hendak masuk kelokasi kerja tersebut bukan tanpa alasan. Khairul bercerita, ” awal mula istri saya Nur Tarawati yang merupakan tenaga kerja Buruh Harian Lepas (BLH) di PT. Laut Bangko berangkat kerja seperti biasa bersama teman-teman kerjanya menggunakan mobil antar jemput perusahaan”. Ujarnya

” entah apa penyebabnya, mobil yang biasa mereka tumpangi tidak mampu mendaki jalan menuju lokasi kerja sehingga mobil mundur. Dikarenakan khawatir mobil terbalik, istri saya lompat dari mobil, akan tetapi mundurnya mobil justru tepat ditempat istri saya melompat sehingga mobil itu menjepit istri saya dibagian punggung diatas pinggang”. Tambahnya

” atas peristiwa itu istri saya tidak lagi bisa berkerja dan harus menjalani proses pengobatan lebih dari 1 tahun. Isonisnya, sejak awal istri saya sakit sampai sekarang pihak perusahaan terkesan tidak bertanggung jawab, hanya beras 1 Sak, gula 1 Kg, dan Kopi 1 Ons yang mereka berikan, ditambah 1 kali membawakan ke tempat urut di Kec. Longkib sarta biaya transportasi ke Rumah Sakit Jainal Abidin Banda Aceh 1 jt rupiah.” Lanjutnya bercerita

” banyak sudah biaya untuk pengobatan instri saya itu, sampai-sampai kebun satu-satunya usaha pendapatan keluarga terjual untuk biaya berobat. Peristiwa yang sama seperti juga pernah menimpa warga yang sama juga berkerja di PT. Laut Bangko, sikap Perusahaan terhadap warga itu sama dengan yang saya hadapi, pihak perusahaan tidak bertanggung jawab.” Cerianya lagi

” saat ini istri saya basih sakit, Anak-anak saya tidak sekolah lagi dikarenakan ketidak mampuan ekonomi keluarga, dan saya dengan kondisi tidak sehat juga tidak bisa berkeja. Itu sebabnya saya dan warga menahan mobil perusahaan itu, supaya pihak perusahaan mau menyelesaikan tanggung jawabnya”. Pungkasnya

Tidak berselang lama penahanan mobil, pihak PT. Laut Bangko datang diwaliki Humas dan 3 pengurus perusahaan lainnya guna bermufakat, namun pemufakatan tidak membuahkan kesepakatan disebabkan Managar PT. Laut Bangko sebagai pemegang kebijakan menolak permintaan Kades dan warga untuk hadir.

Liputan :salman

News Feed