oleh

Karyawan : Minta Dirjen Kebudayaan RI Copot Kepala BPCB Aceh, Karena Dinilai Tidak Mampu Mengayomi

banner 1155x168

Banda Aceh, Baranewsaceh.co – Karyawan dan Karyawati meminta Dirjen Kebudayaan RI, segera mencopot Jabatan Bapak Bambang Sakti Wiku Atmojo, sebagai Kepala (BPCB) Wilayah Aceh” sebut salah seorang saksi mata kepada media BaraNewsAceh. Selasa, (17/09).

“beliau bukanlah sosok pemimpin yang mampu mengayomi, beliau tidak peduli dengan bawahan, beliau lebih peduli sesama Karyawan luar daerah. “bagi Karyawan pandai menjilat majikan maka diberikan jabatan yang Strategis” sebut salah seorang karyawan.

sementara kami Karyawan biasa kerab mendapat perlakuan diskriminasi, melontarkan kata-kata sesukanya kepada kami yang sudah lama menjabat di BPCB ini terkadang dengan bahasa yang tidak logis. “jangan karena merasa orang dari pusat dekat dengan pimpinan lalu perlakukan kepada kami sesuka hati bicara, kenapa selama ini kami diam karena adanya pertibangan persoalan Internal BPCBA tidak perlu muncul keluar. “banyak hal yang kami tutup-tutupi supaya tidak muncul keluar sambari menungu etikat kesadaran pimpinan yang beliau ketahui perlu diselesaikan.

Namun beliau tidak demikian, malah apapun permasalah tidak mau tahu, juga lebih mempercayakan kepada kasi maupun staf yang dia senangi. “dampak dari pada kurang kepedulian kepada permasalah yang selama ini mendera. “pada hari kamis pada tgl 10 Sept 2019. Sekira pukul 09.30 WIB terjadi perkelahian sengit antara Hasan Basri dengan Toto Harianto, sempat dilerai oleh Karyawan setempat.

Dampak dari pada duel satu lawan satu keduanya babak belur dan berdarah darah, Toto Harianto dilarikan RSUZA, sementara Hasan Basri dibawa berobat doktor praktek di Clinik Cempaka” Kata sebuah sumber.

Persoalan bermula Hasan Basri kerab di jadikan permasalahan oleh Toto Harianto, kami mengamati ada yang tidak kesenangan kepada Hasan Basri. “mungkin karena Hasan basri tidak dapat mengendalikan perasaan yang sakit akibat perlakuan kasar Totok Harianto, maka secara Spontan tanpa sengaja Hasan Basri sosok pendiam dan pesabar ini, terjadi satu gerakan reflek mendarat di pipi kiri Toto Harianto pada saat itu, maka akhirnya terjadilah duel antara Totok dan Hasan berakibat keduanya babak belur.

“sehari paska kejadian ini di ketahui oleh Pak Bambang yang baru saja pulang dari luar daerah, besoknya Pak Bambang kembali mengambil surat tugas (ST) berangkat lagi, saya kira sesibuk apapun ini lebih penting dari tugas supaya tidak menjadi masalah lebih besar, karena kejadian perkelahian yang menimpa kedua karyawan tersebut TKP nya di kantor BPCB Aceh.

“ selaku Kepala bpcb semestinya Pak Bambang tidak langsung kabur berangkat lagi, selesaikan dulu permasalahan ini baru lanjutkan naik pesawat terbang lagi.

Oleh karena itu kami segenap Karyawan- Karyawati BPCBA sangat menyesalkan
sikap pempinan tidak bertanggung jawab ini dan tidak terpuji ini sekali lagi meminta kepada Dirjen Kebudayaan segara mengganti kepala BPCBA baru. “lebih baik lagi jika Putra daerah sendiri diangkat menjadi Kepala BPCBA, paling tidak jika orang lokal pastinya lebih paham dan peduli tentang tata cara mekanisme kepedulian terhadap situs daerah sendiri” Ujar Sumber.

“hari ini sudah menjadi masalah dampak dari pada di abaikan oleh Bapak Kepala BPCBA, sehinga perkelahian adu jotos ini kedua – duanya luka, dan di tangani oleh Medis di RSUDZA Banda Aceh.

“meskinya Pak Bambang selaku Kepala BPCBA segera tidak mengabaikan persolan hari ini, persoalan Intenal sedang mendera di Kantor Balai ini. “malah besoknya Beliau ambil surat tugas (ST) berangkat lagi ke Jakarta.

Padahal permasalah pada hari itu jauh leih penting dari tugas lain, entah jalan-jalan saja yang pastinya kami tak tahu tugas apa yang harus disegarakan, padahal beliau sendiri baru satu hari berada di Aceh.

Perlu kami ingatkan. Permasalah hari ini jangan di anggab enteng. “ ini menyangkut marwah atas penghinaan terhadap saudar Hasan Basri, dan saya kira wajar amarah Hasan hasan basri memuncak karena ini menyangkut marwah atas penghinaan sebagaimana yang kami ketahui dan kerab di bincangkan oleh teman-teman sesama Karyawan bahwa Toto Harianto Kasi P3 kerab melakukan tekanan terhadap saudara Hasan Basri.

Oleh karena itu Kami segenab Karyawan – karyawati BPCBA sekali lagi berharap sangat kepada Dirjen Kebudayaan RI, pusat kiranya Bapak Kepala dan Kasi P3 BPCBA untuk mencopot dari jabatan dan mengembalikan ke pusat supaya tidak terjadi hal diluar dugaan kami di kemudian hari. Terang sumber kepada Media ini.

secara terpisah, Hasan Basri menjelaskan permaslahan kenapa terjadi perkelahian berawal pada hari itu ketika saya berada di depan Aula bersama teman-teman sedang berbincang-bincang datang Toto Harianto menyuruh ke Meusium. “ngapain lagi disini lagi, kenapa tidak segera ke Mesium, lagi banyak tamu disana, saya menjawab baik saya akan kesana, ketika saya melangkah, dia melontarkan kata-kata tak senonoh kepada saya depan umum, merasa perkataan tidak pantas spontan saya balik kiri saya tinju wajahnya, perkelahian pun terjadi saya juga luca di dahi dan siku dan lutut. Akui Hasan Basri.

Ia menambahkan. selain kepada saya dia juga tidak suka kepada kami Karyawan daerah, selain saya kerab dihina dan di cela kadang depan umum saya cukub bersabar selama ini untuk menghindari permasalahan supaya tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan, namun yang mananya kita manusia sudah tidak dihargai dan tidak santun dalam bahasa tentunya kesabaran ada batasnya. Terang Hasan Basri.

Prihal tersebut sampai sekarang ini masih begitu-gitu saja, tidak ada upaya pihak pimpinan untuk mencari selusi mendamaikan persoalan ini, malahpimpinan mengabaikannya.
“bagi saya itu terserah pimpinan, “artinya bila nanti terjadi permasalah baru ini tidak salah saya lagi, melaikan kesalah bapak Kepala sendiri ada unsur pengabaian.

“selain itu teman –teman sudah sepakat bahwa Pak Bambang selaku Kepala Balai di kantor ini meninta Dirjen Kebudayaan untuk segera mencopot jabatan beliau sekaligus dengan Toto Harianto Kasi P3, teman meminta segera mengembalikan dia ke pusat supaya tidak terjadi hal yang sama sebagaimana dengan saya ini. demikian papar Hasan Basri
Terkait hal tersebut wartawan coba berjumpa kepala BPCB namun beliau tidak ada ditempat, kemudian mencoba Menghubungi nomor hp Bapak Bambang selaku Kepala BPCB Aceh ke nomor hp 08539309xxxx tapi berulang kali dihubungi tidak diangkat. (Nrd)

News Feed