oleh

Miliaran Rupiah Anggaran BOS Pesantren Raudatul Jannah Subulussalam Belum Bisa Membina Disiplin Santri

 

Subulusalam.baranewsaceh.co |  pertahunnya dan ditambah beberapa miliaran kutipan dari santri ternyata belum mampu membina Akhlak Santrinya, ada apa dengan pesantren favorit kota subulusaalam ini?

Total jumlah santri dan santriwati Raudatul jannah dari tingkat SMPS dan SMAS nya berjumlah 861 orang dari 861 ini santri setingkat SMA nya berjumlah 200 orang.

Ada beberapa keanehan setelah tim melakukan investigasi selama 3 minggu. Sejak minggu pertama tim menemukan santri Raudatul Jannah, keluar dari pesantren dan merokok diantaran kebun sawit yang tidak jauh dari pondok. Puluhan santri ini merokok terlihat, tidak ada pengawasan dari pihak pesantren. Diminggu kedua tim investigasi tanpa sengaja menemukan 9 orang santri merokok didalam Rumah salah seorang warga kampong Suka makmur. Saat ditanya jurnalis, mereka memang sudah biasa merokok dipesantren tetapi biasanya kami merokok di kamar mandi, dan menghindari para ustas ustad bg, demikian disampaikan santri pondok pesantren terpavorit, Raudatul Jannah ini.

Para santri setingkat Smp dan Sma ini terlihat membeli dan menikmati berbagai jenis rokok antara lain Rokok Djisamsoe refil, magnum biru, Surya 16 dan jenis rokok mahal lainnya beberapa bungkus.

Diminggu ketiga jurnalis melihat beberapa ustad pesantren Raudatul jannah, kejar kejaran dengan santri yang lari terbirit birit karena belasan santri ketahuan merokok disalahsatu rumah warga, sempat menghebohkan warga kampong suka makmur, kejadian ini malam hari malam minggu sekira pukul 01.36 tepatnya tanggal 20/8. Kejadian ini berujung dikeluarkannya santri dari pondok sebanyak 8 orang santri.

Beberapa orang santri Raudatul jannah yang keluar malam dari pondok pesantren berhasil diwawancara tim baranewsaceh. tentang manajamen pengelolaan pesantren Raudatul Jannah. Menurut santri ditahun 2021 biaya pendaftaran aja calon santri dikutip 200.000., biaya masuk ke pesantren dari hasil seleksi 400 orang yang lulus sebanyak 200 orang tahun 2021 dikutip dari siswa sebesar 7 juta rupiah sementara biaya bulanan makan dan minum santri dan santriwati yang berjumlah 861 orang ini dikutip berpariasi sebesar 500.000sd 700.000 per orang. Ditambah dana pembangunan tahunan satu juta persantrinya. Demikian disampaikan santri Raudatul jannah yang berhasil lolos dari kejaran ustad ustad pesantren raudatul

Diminggu ketiga jurnalis melihat beberapa ustad pesantren Raudatul jannah, kejar kejaran dengan santri yang lari terbirit birit karena belasan santri ketahuan merokok disalahsatu rumah warga, sempat menghebohkan warga kampong suka makmur, kejadian ini malam hari malam minggu sekira pukul 01.36 tepatnya tanggal 20/8. Kejadian ini berujung dikeluarkannya santri dari pondok sebanyak 8 orang santri.

Ustajah Mariana sallah satu penanggungjawab santri dipondok pesantren ini, saat diwawancarai membantah keterangan santri menurutnya pengutipan biaya pendaftaran memang kami kutip 200.000. Dan bagi yang tidak lolos kami kembalikan seratus lima puluh ribu. Dan biaya makan minum santri perbulannya diantara 500.000 sampai 700.000. Dan mengenai biaya masuk santri pesantren tahun 2021 kami hanya mengutip sebesar 5juta Rupiah persantrinya,Yang mungkin dua juta lagi untuk pembelian lemari santri dan baju baju, tempat tidur santri. Perihal banyaknya santri dikeluarkan dari pondok diakuinya karena tidak mampu membimbingnya setelah membuat surat peringatan beberapa kali. pungkas ustajah mariana.

Pemilik pondok pesantren yang dikenal ustad amrullah menurutnya mengenai pemberhentian santri sudah kita lakukan prosedur tahapan peringatan sehingga beberapa santri harus kita keluarkan dari pondok pesantren. Saat ditanya mengenai berapa miliar pertahunnya anggaran BOS yang masuk dari kementerian pendidikan, beliau enggan menyampaikan dan mengatakan” mengenai itu sebagai pengelola kepala sekolahnya yang lebih tau.” Saat ditanya kenapa santri begitu banyaknya yang dikeluarkan dan ketidak berhasilan pondok pesantren dalam membina santrinya menurutnya “kita udah upayakan semaksimal mungkin, dan mengenai banyaknya pengeluaran pesantren Raudatul jannah perbulannya, diakui pemilik pesantren ini.namun tidak bisa disampaikan secara terperinci tentang pengelolaan anggaran BOS dan anggaran kutipan dari santri.

Padahal mengacu pada petunjuk teknis dalam pengelolaan dana BOS tahun 2021 pendaftaran siswa baru , tidak seharusnya lagi biaya pendaftaran dikutip dari calon siswa/santri. Itu baru satu item yang sudah bertentangan dengan petunjuk teknis penggunaan dana BOS.

investigasi LPLHI kota subulussalam sudah saatnya pesantren Raudatul Jannah itu diaudit lembaga profesional dan aparat penegak hukum, dan mengenai penjamin mutu pendidikan, pengawas pendidikan kota subulussalam untuk mengevaluasi mengaudit secara intensif manajaman pengelolaan anggaran pesantren yang miliaran pertahunnya dari kementerian pendidikan dan miliaran juga pengutipan dari santri yang dikenal terpavorit dikota Subulussalam Aceh, belum lagi banyaknya bantuan hibah baik dari perorangan maupun lembaga lembaga pemberi donor, Dak. APBK yang masuk anggarannya ke pesantren Raudhatul Jannah ini. Ungkap Ipong lSM lPLHI kota subulussalam.

Plt.kadis pendidikan ustad Sayrun, S.ag beberapa kali menyampaikan dalam perihal pengelolaan dana Bos maupun BOP sekolah ada dua hal yang perlu kita pertanggungjawabkan yakni, kita pertanggungjawabkan pada penegak hukum, dan kita pertanggungjawabkan kepada ALLAH.

Tim investigasi baranewsaceh.com.anton-salman/

News Feed