oleh

MILENIAL MEMBANGUN NEGERI UNTUK MENSUKSESKAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI  PAUD ISLAM AL – HIDAYAH BINAAN PKK GAMPONG TEUNGOH LANGSA KOTA- KOTA LANGSA

Penulis :

Maulina Sri Rezeki (2012017105), Prodi Hukum Ekonomi Syariah

Rika mawardah  (4012017161) Prodi Perbankan Syariah

Nadia Syahfira Purba  Nim (1042017063) Prodi PBI

Mahasiswi KPM KS Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa

 

Abstrak

Sebagaimana tema yang penulis angkat dalam penulisan ini yaitu milenial membangun negeri menuju generasi berprestasi bersama ikut serta dalam mensukseskan pendidikan, Pemuda merupakan generasi penerus bangsa memang telah menjadi suatu pemahaman yang tidak baru lagi, kemajuan suatu bangsa juga sering dikaitkan dengan bagaimana peran pemuda di dalamnya, seperti bagaimana produktifitas pemuda demi kemajuaan dan eksistensi bangsanya. Pendidikan anak usia dini Paud Islam Al – Hidayah Binaan PKK Gampong Teungoh Langsa Kota, Kota Langsa, merupakan suatu pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang kedua setelah keluarga. Pendidikan yang melahirkan lapisan masyarakat terdidik itu menjadi kekuatan perekat yang dalam masyarakat: keluarga, komunitas, perkumpulan masyarakat, dan organisasi sosial yang kemudian menjelma dalam bentuk organisasi besar berupa lembaga negara. Dengan demikian pendidikan dapat memberikan sumbangan penting pada upaya memantapkan integrasi sosial.

 

Kata Kunci  : Milenial, membangun negeri, pendidikan, anak usia dini

 

  1. Pendahuluan

Pandangan mengenai konsep pembelajaran terus menerus mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan perkembangan IPTEK. Pembelajaran sama artinya dengan kegiatan mengajar. Kegiatan mengajar dilakukan oleh guru untuk menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Komponen tersebut meliputi: kurikulum, guru, siswa, materi, metode, media dan evaluasi.

Sebagaimana tema yang penulis angkat dalam penulisan ini yaitu milenial membangun negeri menuju generasi berprestasi bersama ikut serta dalam mensukseskan pendidikan, Pemuda merupakan generasi penerus bangsa memang telah menjadi suatu pemahaman yang tidak baru lagi. Bahkan kemajuan suatu bangsa juga sering dikaitkan dengan bagaimana peran pemuda di dalamnya, seperti bagaimana produktifitas pemuda demi kemajuaan dan eksistensi bangsanya. Tidak terkecuali bagi bangsa Indonesia, generasi muda juga menjadi suatu tonggak bagi kemajuan dan pembangunan bangsa. Hal ini bahkan sudah terjadi dari masa perjuangan sejarah kemerdekaan Indonesia, yaitu saat adanya beberapa peranan pemuda dalam meningkatkan semangat perjuangan demi mengusir penjajah dan mencapai cita-cita kemerdekaan bangsa Indonesia.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa pemuda merupakan generasi penerus bangsa Indonesia, maka sebenarnya generasi muda juga menjadi komponen yang penting dan perlu dilibatkan dalam pembangunan pendidikan bangsa Indonesia, baik secara nasional maupun daerah. Mengapa demikian? Hal ini berkaitan erat dengan dasar dari generasi muda yang sebenarnya memiliki fisik yang kuat, pengetahuan yang baru, inovatif, dan juga memiliki tingkat kreativitas yang tinggi pula.

Pendidikan merupakan suatu pondasi dari berbagai peranan diatas, tanpa adanya pendidikan yang kuat maka para pemuda Indonesia pastinya akan merasakan kesusahan dalam menjalankan peran mereka sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. Oleh sebab itu, wajib berpendidikan juga penting untuk ditanamkan pada generasi muda bangsa Indonesia. Beberapa peran pemuda dalam membangun pendidikan di Indonesia juga dapat dilihat dari adanya banyak tenaga pendidik yang masih tergolong muda dan semangat memberikan pendidikan yang bermutu pada generasi penerusnya. Belum lagi banyak pula kegiatan-kegiatan pemuda Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan mutu pendidikan terutama pada daerah-daerah terpencil di pulau-pulau yang tersebar diseluruh pelosok bangsa Indonesia. Kondisi tersebut juga sudah termasuk dalam upaya para pemuda Indonesia sebagai generasi penerus bangsa dalam usahanya membangun pendidikan yang lebih baik lagi dari masa-masa sebelumnya.

Pendidikan anak usia dini Paud Islam Al – Hidayah Binaan PKK Gampong Teungoh Langsa kota, kota Langsa, merupakan suatu pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 tahun, yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Sekolah merupakan lembaga pendidikan yang kedua setelah keluarga. Maka dari itu sekolah mempunyai peranan penting untuk meneruskan dasar-dasar pendidikan keluarga. Pada umumnya sekolah merupakan tempat anak didik untuk memperoleh pengalamanpengalaman, pengetahuan, keterampilan sehingga anak didik akan mendapat bekal hidup kelak bekerja di lingkungan masyarakat luas. Disinilah peran guru dan generasi milenial sangat diperlukan dalam menyukseskan tugas sekolah yaitu menyediakan pengalaman, pengetahuan, dan keterampilan bagi anak usia dini di Paud Islam Al – Hidayah Binaan PKK Gampong Teungoh Langsa kota, kota Langsa.

Kita semua menyadari, bahwa hanya melalui pendidikan bangsa kita menjadi maju dan dapat mengejar ketertinggalan dari bangsa lain,baik dalam bidang sains dan teknologi maupun ekonomi. Peran pendidikan penting juga dalam membangun peradaban bangsa yang berdasarkan atas jati diri dan karakter bangsa.Apapun persoalan bangsa yang dihadapi komitmen kita untuk melaksanakan pembangunan pendidikan sesuai dengan amanat konstitusi dan berbagai peraturan perundanganundangan yang berlaku tetap dipegang. Komitmen ini direalisasikan dalam berbagai kebijakan dan program yang diarahkan untuk mencapai tujuan meningkatnya kualitas sumber daya manusia demi tercapainya kemajuan bangsa dan negara di masa depan, sebagaimana yang kita cita-citakan bersama. Ini menjadi bagian penting yang menentukan perkembangan pendidikan di Indonesia.

  1. Metode Penelitian

Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif, karena dalam penelitian ini berusaha menelaah kejadian sosial dalam suasana yang berlangsung secara alamiah, pada saat peneliti melakukan KPM, Tekhnik dan instrumen merupakan cara dan alat yang digunakan dalam mengumpulkan data sebagai salah satu bagian penting dalam penelitian.

Tekhnik pengumpulan data penelitian yang terkait dengan pengumpulan data yang digunakan adalah:

  1. observasi

Observasi atau pengamatan merupakan suatu tekhnik  atau cara mengumpulkan data dengan jalan mengadakan pengamatan terhadap kegiatan yang sedang berlangsung. Metode observasi ini digunakan untuk mendapatkan data secara langsung terhadap partisipasi Milenial Membangun Negeri  Menuju Generasi Berprestasi Bersama Ikut Serta Mensukseskan Pendidikan Anak Usia Dini di Paud Islam Al – Hidayah Binaan PKK Gampong Teungoh Langsa kota, kota Langsa.

  1. Wawancara

Wawancara atau interview merupakan salah satu bentuk tekhnik pengumpulan data yang banyak digunakan dalam penelitian deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Wawancara dilaksanakan secara lisan dalam pertemuan tatap muka secara individual, dalam hal ini peneliti mewancarai langsung  :

  • Peserta didik
  • Guru Paud Islam Al – Hidayah Binaan PKK
  1. Dokumentasi

Dokumentasi adalah tekhnik pengumpulan data yang tidak langsung ditujukan pada subyek penelitian, tetapi melaui dokumen. Seperti yang diterangkan sedarmayanti yang dikutip oleh Mahmud, “pernyataan tertulis yang disusun oleh seseorang atau lembaga untuk keperluan pengujian suatu peristiwa, dan berguna bagi sumber data, bukti, informasi kealamiahan yang sukar diperoleh, sukar ditemukan, dan membuka kesempatan untuk lebih memperluas pengetahuan terhadap sesuatu yang diselidiki”

 

  1. Hasil Pelaksanaan dan Pembahasan 
  2. Hasil Pelaksanaan
    1. Insan Milenial berkarakter Dalam Mensukseskan Pendidikan Anak Usia dini di Paud Islam Al – Hidayah Binaan PKK Gampong Teungoh Langsa kota, kota Langsa

Insan milenial berkarakter adalah insan yang memiliki sifat pribadi yang relatif stabil pada diri individu yang menjadi landasan bagi penampilan perilaku dalam standar nilai dan norma yang tinggi. Insan yang memiliki sikap dan pola pikir yang berlandaskan moral yang kokoh dan benar. Indikator karakter yang terwujud dalam perilaku insan berkarakter adalah iman dan takwa,pengendalian diri,sabar, disiplin,kerja keras,ulet,bertanggung jawab,jujur ,membela kebenaran, kepatutan, kesopanan, kesantunan,taat pada peraturan,loyal ,demokratis,sikap kebersamaan, musyawarah,gotong royong,toleran, tertib,damai, anti kekerasan,hemat,konsisten. Insan mileniarl yang berperilaku berkarakter hendaknya disertai tindakan yang cerdas dan perilaku cerdas hendaknya pula diisi upaya yang cerdas. Karakter dan kecerdasan dipersatukan dalam perilaku yang berbudaya. Kehidupan yang berkarakter tanpa disertai kehidupan yang cerdas akan menimbulkan berbagai kesenjangan dan penyimpangan serta ketidakefisienan.

 

  1. Insan Milenial cerdas Dalam Mensukseskan Pendidikan Anak Usia dini di Paud Islam Al – Hidayah Binaan PKK Gampong Teungoh Langsa kota, kota Langsa

Adalah insan yang cerdas komprehensif,yaitu cerdas spiritual, cerdas emosional,cerdas sosial,cerdas intelektual,dan cerdas kinestetis.Cerdas spiritual, yaitu beraktualisasi diri melalui olah hati/kalbu untuk menumbuhkan dan memperkuat keimanan,ketakwaan dan akhlak mulia termasuk budi pekerti luhur dan kepribadian unggul.Cerdas emosional, yaitu beraktualisasi diri melalui olah rasa untuk meningkatkan sensitivitas dan apresiativitas akan kehalusan dan keindahan seni dan budaya,serta kompetensi untuk mengekspresikannya. Cerdas sosial,yaitu beraktualisasi diri melalui interaksi sosial yang (i) membina dan memupuk hubungan timbal balik,(ii) demokratis, (iii) empatik dan simpatik, (iv) menjunjung tinggi hak asasi manusia, (v) ceria dan percaya diri, (vi) menghargai kebhinekaan dalam bermasyarakat dan bernegara, (vii) berwawasan kebangsaan dengan kesadaran akan hak dan kewajiban warga negara. Cerdas intelektual, yaitu beraktualisasi diri melalui olah pikir untuk memperoleh kompetensi dan kemandirian dalam ilmu pengetahuan dan teknologi; aktualisasi insan intelektual yang kritis,kreatif,inovatif dan imajinatif. Cerdas kinestetik,yaitu beraktualisasi diri melalui olah raga untuk mewujudkan insan sehat,bugar,berdayatahan, sigap,terampil dan trengginas; serta aktualisasi insan adiguna.

 

  1. Insan Milenial kompetitif, Dalam Mensukseskan Pendidikan Anak Usia dini di Paud Islam Al – Hidayah Binaan PKK Gampong Teungoh Langsa kota, kota Langsa

Yaitu insan yang berkepribadian unggul dan gandrung akan keunggulan, bersemangat juang tinggi, mandiri,pantang menyerah, pembangun dan pembina jejaring, bersahabat dengan perubahan,inovatif dan menjadi agen perubahan,produktif, sadar mutu,berorientasi global,pembelajar sepanjang hayat,dan menjadi rahmat bagi semesta alam. sebagai generasi penerus bangsa mempunyai peranan penting dalam upaya pembangunan karakter bangsa,yaitu sebagai:

  • Pembangun kembali karakter bangsa yang positif. Esensi peran ini adalah adanya kemauan keras dan komitmen dari generasi emas untuk menjunjung tinggi nilai-nilai moral di atas kepentingan-kepentingan sesaat sekaligus upaya kolektif untuk mengintegrasikannya pada kegiatan dan aktivitasnya sehari-hari.
  • Pemberdaya karakter. Pembagunan kembali karakter bangsa tentunya tidak akan cukup jika tidak dilakukan pemberdayaan secara terus menerus sehingga generasi muda yang merupakan generasi emas juga dituntut untuk mengambil peran sebagai pemberdaya karakter.Bentuk praktisnya adalah kemauan dan hasrat yang kuat dari generasi emas untuk menjadi peran model dari pengembangan karakter bangsa yang positif.
  • Perekayasa karakter sejalan dengan perlunya adatifitas daya saing untuk memperkuat ketahan bangsa.Peran ini menuntut generasi emas sebagai generasi penerus bangsa untuk terus melakukan pembelajaran.

 

  1. Pembahasan

Dalam rangka menyiapkan bangkitnya generasi milenial di Paud Islam Al – Hidayah Binaan PKK Gampong Teungoh Langsa kota, kota Langsa diperlukan pembangunan pendidikan dalam perspektif masa depan, yaitu mewujudkan masyarakat kota langsa yang berkualitas, maju, mandiri, dan modern ,serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa.Keberhasilan dalam membangun pendidikan akan memberikan kontribusi besar pada pencapaian tujuan pembangunan  nasional secara keseluruhan.  Dalam konteks demikian,pembangunan pendidikan itu mencakup berbagai dimensi yang sangat luas,yaitu dimensi sosial,budaya, ekonomi dan politik.

Dalam perspektif sosial, pendidikan akan melahirkan insan-insan terpelajar yang mempunyai peranan penting dalam proses perubahan sosial di dalam mobilitas masyarakat. Pendidikan menjadi faktor penting dalam mendorong percepatan mobilitas masyarakat, yang mengarah pada pembentukan formasi sosial baru. Formasi sosial baru ini terdiri atas lapisan masyarakat kelas menengah terdidik, yan menjadi elemen penting dalam meperkuat daya rekat sosial (social cohesion).

Pendidikan yang melahirkan lapisan masyarakat terdidik itu menjadi kekuatan perekat yang menautkan unit-unit sosial di dalam masyarakat: keluarga, komunitas, perkumpulan masyarakat, dan organisasi sosial yang kemudian menjelma dalam bentuk organisasi besar berupa lembaga negara. Dengan demikian pendidikan dapat memberikan sumbangan penting pada upaya memantapkan integrasi sosial.

Dalam perspektif budaya, pendidikan merupakan wahana penting dan medium yang efektif untuk mengajarkan norma, mensosialisasikan nilai, dan menanamkan etos dikalangan warga masyarakat. Pendidikan juga dapat menjadi instrumen untuk memupuk kepribadian bangsa, memperkuat identitas nasional, dan memantapkan jati diri bangsa. Bahkan pendidikan menjadi lebih penting lagi ketika arus globalisasi demikian kuat, yang membawa pengaruh nilai-nilai dan budaya yang acapkali bertentangan dengan nilai-nilai dan kepribadian.

Dalam konteks ini, pendidikan dapat menjadi wahana strategis untuk membangun kesadaran kolektif sebagai warga masyarakat, bangsa dan mengukuhkan ikatan-ikatan sosial, dengan tetap menghargai keragaman budaya, ras, suku-bangsa, dan agama, sehingga dapat memantapkan keutuhan nasional. Oleh karena itu pendidikan diselenggarakan sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan manusia yang berlangsung sepanjang hayat. Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai keagamaan, nilai cultural, dan kemajemukan bangsa. Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.

 

  1. Kesimpulan

Pendidikan adalah proses pembudayaan dan pemberdayaan manusia yang sedang berkembang menuju kepribadian mandiri untuk dapat membangun diri sendiri dan masyarakat. Proses pembudayaan dan pemberdayaan berlangsung sepanjang hayat, dimana dalam proses tersebut harus ada pendidik yang memberikan keteladanan dan mampu membangun kemauan, serta mengembangkan potensi dan kreativitas peserta didik. Prinsip tersebut menyebabkan adanya pergeseran paradigma proses pendidikan, dari paradigma pengajaran ke paradigma pembelajaran.

Paradigma pengajaran lebih menitikberatkan peran pendidik dalam mentransformasikan pengetahuan kepada peserta didiknya bergeser pada paradigma pembelajaran yang memberikan peran lebih banyak kepada peserta didik untuk mengembangkan potensi dan kreativitas dirinya dalam rangka membentuk manusia yang memiliki kekuatan spiritual keagamaan, berakhlak mulia, berkepribadian, memiliki kecerdasan, memiliki estetika, sehat jasmani dan rohani, serta keterampilan yang dibutuhkan bagi dirnya, masyarakat, bangsa dan negara. Pendidikan adalah pemberdayaan bagi manusia didik dalam menghadapi dinamika kehidupan baik masa kini maupun masa yang akan datang, maka pemahaman tentang kemanusiaan secara utuh merupakan keniscayaan. Sebaliknya, jika pengertian dan pemahaman terhadap pendidikan kurang tepat tentu akan melahirkan konsep dan praktik pendidikan yang juga kurang proporsional.

 

  1. Ucapan Terimakasih

Dengan mengucap alhamdulillahi robbil alamin puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah Swt yang telah melimpahakan rahmat, taufik dan hidayahnya, dan yang telah memberikan kesehatan dan kekuatan pada penulis, sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan ini. Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan ini masih jauh dari kesempurnaan. hal ini tidak lepas dari terbatasnya kemampuan dan pengetahuan yang penulis miliki, Untuk itu apapun kekurangan penulis mengharap kritik dan saran.

Penulis banyak berterimakasih kepada semua pihak dan hanya berharap semoga  dapat bermanfaat bagi penulis sendiri khususnya dan bagi siapa saja yang membaca pada umumnya.

News Feed