oleh

Milad GAM Ke 43: Masyarakat Ambigu Terhadap Internal KPA yang Melemah

Peringatan Milad GAM di Gampong Paloh Punti, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Foto: AJNN/Sarina

Penulis : Irvan Alrazzaq, Mahasiswa Ilmu Politik

4 Desember 2019. Selamat Milad Ke 43 tertuju untuk para syuhada pejuang keadilan dibumi Aceh. Terkhusus untuk  mereka yang Telah syahid dalam perjuangan tulus nya. Barakallah!

Beredar-nya surat Instruksi dari KPA(Komite Perdamaian Aceh)  terkait larangan mengibarkan bendera(Bendera Aceh). Membuat Polemik baru di Masyarakat. Pernyataan Mualem(Muzakkir Manaf) selaku ketua KPA bahwa dirinya tidak mengeluarkan surat tersebut mengejutkan dunia perpolitikan Aceh. Masyarakat di buat ambigu antara percaya atau tidak terhadap surat tersebut. Ditambah Pernyataan juru bicara KPA Azhari Cage yang mengutuk keras terhadap oknum yang tidak bertanggung jawab terhadap beredar-nya surat tersebut. Dari kedua Pernyataan tersebut sekilas membuat masyarakat kembali yakin bahwa surat tersebut berupa HOAX semata.

Beberapa Media massa terus berkompetisi dalam menunjukkan eksistensi-nya kepada publik terkait perayaan Milad GAM Ke 43. Sehingga beredar Kembali sebuah rekam vidio seorang mantan kombantan GAM. Dalam vidio yang bedurasi hitungan menit tersebut, sang kombantan menyeru untuk tidak menaikkan bendera(Bendera Aceh) pada Milad kali Ini Terkhusus di wilayah tertentu yang mencakup wilayah jajaran-nya. Kembali  menanggapi terkait vidio yang Beredar, Jubir KPA Azhari Cage mengatakan vidio tersebut merupakan setingan. Hal ini terlihat dari cara sang kombantan menyampaikan seruan-nya dengan seolah-olah sedang Membaca teks.

Dari Polemik yang Beredar tersebut seolah-olah nampak KPA sedang lengah. Sehingga muncul tanda tanya kenapa hal seperti ini bisa terjadi. Efex  besar terkait Polemik ini pun membuat masyarakat tertuntut ambigu yang mana mereka mesti percaya. Hal yang terjadi saat ini seakan internal KPA Sedang bermasalah.

Menilik kinerja KPA saat ini dalam mengawal perdamaian Aceh tak hanya selesai pada polemik perayaan Milad GAM Ke 43. Banyak PR yang belum kelar  sampai saat ini. Mulai dari perdebatan terkait Bendera, UUPA, dan lain-nya. Di tambah kabar Otsus berakhir pada tahun 2027 mendatang.

Lengkap sudah permasalahan Aceh hari ini. Dengan posisi rangking 6 provinsi termiskin di Indonesia, dan perolehan  Otsus yang tergolong besar menjadi-kan Rapor Merah bagi pemerintahan Aceh. Aceh mempunyai APBA sebesar 17 Triliun. Semua terbagi menjadi DAU sebesar 2,12 Triliun, DAK 345 Milyar, PAD 2,3 Triliun, Otsus 8 Triliun dan selebih-nya merupakan dana pemasukan melalui proses pembagian hasil. Hampir 50 persen APBA berasal dari Otsus dan dengan Pendapatan daerah 2,3 Triliun yang tergolong tidak ada apa-apa dibandingkan Otsus. Hebat! Ya. Sangat-lah hebat pemerintah Aceh. Banyangkan bagaimana kondisi Aceh kedepan-nya tampa Otsus? Kemana dana Otsus Sebenar-nya selama Ini? Apakah terjadi pembagian kue dalam pemerintahan Aceh? Atau Memang pemerintahan Aceh sendiri yang tidak paham dalam mengelola-nya? Sia-sia sudah perjungan mereka(syuda/pejuang aceh) dengan kondisi Aceh di usia perjuangan saat ini.

Cukup sudah Rapor merah ini sampai di tahun perjuangan yang ke 43 kali-nya. Tebus kekecewaan Masyarakat dengan memperbaiki-nya kedepan. Aceh punya ParLok yang harus di perjuangkan. Aceh punya Otsus yang harus dimaksimalkan.  Aceh punya Qanun yang mesti dijalankan. Jangan sampai dalam proses pengawalan-nya menjadi lengah, terkhusus KPA. Pihak luar akan sangat senang jika hari ini mereka mampu menciptakan dualisme dalam perjuangan Aceh. Jangan sampai politik adu domba mampu diterapkan di tanah syuhada Ini.

Panjang Umur Perjuangan Aceh!

“Kepada-mu tidak kuajarkan kerja, tapi peperangan.

Kepada-mu tidak kuajarkan damai, tapi kemenangan.

Jadikan kerja untuk perang, jadikan damai untuk Menang.”

Alm. Teungku Muhammad Hasan di Tiro, M.S.,M.A.,LL.D.,

News Feed