oleh

Meski Situasi Pandemi, Antusias Berqurban Warga Aceh Tengah Tetap Tinggi

 

Takengon, Baranewsaceh.co –  Meskipun masih dalam situasi pandemi covid dan sudah ada beberapa kasus konfirmasi positif covid di daerah ini, namun tidak menyurutkan antusias masyarakat kabupaten Aceh Tengah untuk berqurban pada Hari Raya Idul Adha tahun ini. Ini terlihat daria pantauan penulis pada hari ini, Sabtu, 1 Agustus 2020 atau hari kedua Idul Adha, hampir di semua kampung/desa di seputaran kota Takengon barlangsung pemotongan hewan qurban seperti kerbau, sapi dan kaming/domba. Namun di daerah ini, hewan qurban lebih didominasi oleh jenis ternak kerbau, ini mungkin karena masyarakat setempat lebih menyukai daging kerbau.

Seperti yang dilaksanakan di Dusun Perumnas kampung Pinangan kecamatan Kebayakan kabupaten Aceh Tengah pagi ini. Tiga ekor kerbau yang merupakan qurban dari 21 orang warga dusun ini, dipotong dan dagingnya dibagikan kepada masyarakat di sekitar dusun itu. Pelaksanaan qurban bersama di dusun ini memang sudah berlangsung  beberapa tahun, setiap tahun setidaknya 2 atau 3 ekor kerbau disembelih untuk qurban warga setempat, dimana satu ekor kerbau untuk 7 orang.

Salah seorang warga setempat, Salwani Munthe mengungkapkan bahwa meskipun dalam situasi pandemi, niat warga untuk berqurban tetap tinggi. Dia merasa jika tidak ada qurban di kampungnya ini, terasa ada sesuatu yang terasa kurang, disamping kesadaran warga untuk berqurban memang cukup tinggi dalam beberapa tahun terakhir ini.

“Qurban bersama warga Dusun Perumnas ini sudah berjalan sekitar sepuluh tahun, dan tidak pernah kosong setiap tahunnya, ini karena kesadaran warga disini untuk berqurban sangat tinggi, Alhamdulillah tahun ini kami masih bisa memotong 3 ekor kerbau, jadi walaupun sekarang situasi pandemi, qurban ini tetap kami prioritaskan karena ini kan perintah agama” ungkap Salwani, Sabtu (1/8/2020) di sela-sela pembagian daging qurban kepada yang berhak menerimanya.

Tingginya antusias warga di Dataran Tinggi Gayo, Aceh Tengah ini juga diungkapkan oleh Sukarman, seorang petugas kesehatan hewan dari Dinas Pertanian Kabupaten Aceh Tengah. Menurutnya, pihaknya telah melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan ternak yang akan dipotong sebaghewan ai  qurban untuk memastikan bahwa hewan tersebut benar-benar sehat dan lmemenuhi syarat untuk qurban.

“Kami bersama teman-teman dari kesehatan hewan sudah turun ke semua kecamatan dan kampung untuk melakukan pengawasan dan pemeriksaan hewan qurban, kami melihat antusias masyarakat Aceh Tengah untuk berqurban tahun ini masih tetap tinggi” ungkap Sukarman, ketika melakukan pengawasan pemotongan hewan qurban di seputaran kecamatan Bebesen, Sabtu (1/8/2020).

Bukan hari ini saja, pada hari raya Idul Adha pertama kemarin, juga sudah banyak warga yang melakukan pemotongan hewan qurban, namun menurut penuturan Sukarman, hari ini lebih banyak pemotongan qurban karena kemarin hari Jum’at sehingga waktunya singkat. Dia juga memprediksi, selain hari ini, pemotongan qurban juga masih akan berlangsung dua hari kedepan, karena waktu pemotongan qurban adalah 4 hari, yaitu hari raya Idul Adha pertama ditambah dengan 3 hari tasryrik.

“Seperti tahun-tahun sebelumnya, pemotongan hewan bukan hanya kemarin dan hari ini, sepertinya besok dan lusa juga masih ada pemotongan hewan qurban, tapi mungkin puncaknya hari ini” tutur Sukarman.

Sesuai dengan himbauan pemerintah daerah setempat tentang penerapan protokol kesehatan pada pelaksanaan Idul Adha dan penyembelihan qurban, pelaksanaan peneyebelihan qurban pada hari ini, menurut pantauan penulis di beberapa lokasi, juga sudah menerapkan protokol kesehatan. Panitia sudah menyediakan fasilitas cuci tangan dengan sabun dan masyarakat ya ng terlibat dalam pemotongan hewan qurban, sebagian besar sudah menggunakan masker dan jumlah orang yang terlibat dibatasi. (Fathan Muhammad Taufiq/Aceh Tengah)

News Feed