oleh

Menuju Tranformasi Perpustakaan Yang Berbasis Inklusi Sosial

Bener Meriah Baranewsaceh.co –  Dinas kearsipan dan perpustakaan kabupaten Bener Meriah menggelar stakeholder meeting terkait program tranformasi perpustakaan bebasis inklusi sosial sebagai literasi kesejahteraan. Acara tersebut berlangsung di gedung Empu Beru komplek perkantoran Serule Kayu Bener Meriah. Rabu (21/08).

Kepala dinas Kearsipan dan perpustakaan Bener Meriah, yang di wakili kabid Samsuardi dalam laporannya menyebutkan. Dinas perpustakaan dan kearsipan telah berupaya memperkuat peran perpustakan dalam menunjang sumber daya manusia (SDM) pengembangan yang di maksud merupakan bentuk literasi di bidang perpustakaan.

Kabupaten Bener Meriah merupakan salah satu dari 4 kabupaten di provinsi Aceh sebagai penyelenggara stakeholder Meeting untuk program tranformasi perpustakaan berbasis inklusi sosial. Samsuardi juga menjelaskan menyangkut program tahun 2019 ada 4 (empat) desa di kabupaten Bener Meriah yang telah mendapat bantuan, diantaranya desa puja mulia, desa Simpang utama, serta desa Simpang Rahmad di kecamatan Timang Gajah. Adapun bantuan yang di terima berupa sejumlah buku, rak buku dan komputer. Jelasnya.

Selain itu pengembangan terus di lakukan dalam upaya menuhi kebutuhan masyarakat, kita juga telah mengajukan penambaham 10 (sepuluh) desa lagi yang akan mendapat bantuan serupa.

Senada dengan diatas konsultan perpustakaan nasional Muhammad Ridwan Ramli juga mengatakan, bahwa empat Kabupaten di provinsi aceh sebagai penyelenggara stakeholder meeting untuk program tranformasi perpustakaan. Kita berharap empat kabupaten ini akan menjadi pilot projek bagi 23 kabupaten kota yang ada di provinsi Aceh. Dengan harapan akan lahir pusat belajar masyarakat berbasis inklusi sosial.

Muhammad Ridwan Romli juga mengharapkan terbangunnya sinergi dengan intitusi non pemerintah khususnya di Kabupaten Bener Meriah. Dengan demikian dinas ke arsipan dan perpustakaan kabupaten Bener Meriah dapat bekerja maksimal dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta kualitas kesejahteraannya.

Disebutkannya “Program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan dari semua pihak. Peran pemerintah daerah sangat di perlukan. Mudah mudahan program ini terus berkembang karena pihak provinsi juga telah menganggarkan 7 desa di Kabupaten Bener Meriah dengan program yang sama. Intinya bagai mana kedepan perpustakaan dapat berkontribusi untuk kesejahteraan masyarakat. Pungkasnya.

Disisi lain Plt Sekda Bener Meriah Khairun Aksa. SE. MM dalam sambutan dan arahannya banyak mengulas tentang peran penting perpustakaan sebagai penunjang sumber daya manusia. Ia juga menuturkan fungsi perpustakaan sebagai penunjang kesejahteran masyarakat. Sekda juga menekankan perpustakaan harus mampu menumbuh kembangkan minat baca di kalangan masyarakat. Karena menurut Khairun Aksa membaca adalah membuka jendela dunia. Ia juga memberi contoh bagaimana cara orang barat dalam mempergunakan waktu luang yang selalu akrab dengan buku. Beda dengan kita dalam kesaharian selalu di sibukkan denga update status fecebook, dan media sosial lainnya.

Pantauan media ini peserta di perkirakan berjumlah 50 orang yang terdiri dari pengelola perpustakaan desa, lintas organisasi kemasyarakatan sertabpara reje kampung. (DN).

News Feed