oleh

Meningkatkan Kemampuan Literasi Siswa Melalui Media Kreatif di Tengah Pandemi

Sumber : https://www.fflib.org/early-literacy

 

BARANEWSACEH.CO – Aktivitas sekolah ditutup, bukan berarti siswa tidak bisa belajar. Kegiatan belajar siswa untuk meningkatkan kemampuan literasi, matematika dan sains tetap bisa berlangsung. Khususnya literasi, bisa dibuat sebagai salah satu kegiatan mengisi waktu di rumah.

Literasi adalah bagian penting dari pendidikan anak. Akan tetapi siswa Indonesia memiliki peringkat yang sangat rendah dalam literasi. Dari hasil pemeringkatan oleh PISA, lembaga dari OECD, skor literasi siswa Indonesia pada tahun 2018 berada di peringkat 72 dari 77 negara. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga di Asia Tenggara, hanya Pilipina yang memiliki peringkat lebih rendah dari Indonesia.

Untuk kesuksesan program literasi di rumah, dibutuhkan kerjasama dari guru, orang tua dan siswa. Guru perlu menyediakan sumber bacaan digital, ada banyak sumber bacaan digital gratis. Sumber bacaan ini dibagikan ke siswa dan orang tua. Orang tua perlu untuk mengawasi kegiatan membaca anak, terutama memastikan smartphone untuk membaca sudah diawasi dengan aplikasi parental guide. Siswa bisa memulai bacaannya dari hal yang disukai siswa tersebut.

Evaluasi bacaan bisa dilakukan dengan kegiatan yang menarik. Karena tatap muka langsung menjadi hal yang tidak mungkin dilakukan, maka membuat acara menarik secara online harus dilakukan.

Kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam meningkatkan literasi seperti :

  1. Storytelling

 

Sumber : http://www.frogleaps.org/wp-content/uploads/2013/09/frogleaps-storyboard-sketch.jpg

 

Selain membaca dan menulis, keahlian literasi juga mencakup mendengar, berbicara dan berkomunikasi. Salah satu aktivitas untuk meningkatkan semua keahlian dalam literasi ini adalah storytelling.

Dengan storytelling siswa bisa berinteraksi dengan siswa lain, guru secara online, maupun berinteraksi dengan keluarga saat harus tinggal di rumah. Setiap siswa adalah individu yang unik, mempunyai lingkungan tumbuh kembang yang berbeda. Setiap siswa yang melakukan storytelling akan mempunyai keunikan dan perbedaan interpretasi sendiri sehingga diharapkan siswa bisa menghargai setiap perbedaan yang ada.

Storytelling membutuhkan siswa memahami bacaan, membuat kesimpulan dan menceritakan kembali dengan gaya bahasanya sendiri. Orang tua siswa di rumah bisa membantu membuat properti storytelling-nya. Untuk siswa SMP, SMA bisa menyiapkan properti sendiri dan hal ini bisa menjadi project tersendiri yang menyenangkan.

Properti storytelling yang mudah adalah dengan storyboard.

Dengan storyboard, siswa bisa membuat timeline bacaan untuk diceritakan kembali kepada yang lain. Selain itu, untuk membuat storyboard sendiri, siswa sudah harus memahami inti bacaan dan merangkumnya dalam tulisan dan ilustrasi storyboard.

Untuk membuat storyboard saat ini sudah tidak sulit, banyak desain-desain storyboard yang sudah tinggal dipakai di internet, tanpa perlu mengetahui ilmu desain.

Dengan kegiatan storytelling, banyak keuntungan yang bisa dicapai :

  • Membantu siswa untuk mengenal siswa lainnya dengan lebih baik
  • Meningkatkan kemampuan imajinasi. Salah satu yang bisa dipakai untuk ini adalah storyboard tanpa kata-kata, sehingga siswa bisa berimajinasi dari ilustrasi yang ada.
  • Meningkatkan kemampuan mendengar dan memahami pembicaraan orang lain
  • Menumbuhkan rasa percaya diri siswa
  • Meningkatkan interaksi antar siswa secara aktif
  • Mengajar siswa untuk memahami sebuah bacaan secara mendalam
  • Membuat suasana gembira dalam belajar

2. Infografis

Sumber : https://www.tucsonaz.gov/water/cycle

 Infografis dapat digunakan guru maupun siswa. Guru dapat menggunakannya untuk mengajar, terutama membantu siswa memahami bacaan-bacaan sains dan teknikal. Sementara dengan siswa membuat infografis, siswa memahami sebuah bacaan maupun informasi dan bisa menyampaikannya kepada yang lain secara visual

Secara rata-rata, manusia memproses informasi lebih baik bila informasi tersebut dalam bentuk visual. Menurut beberapa penelitian, visualisasi meningkatkan kemampuan belajar hingga 400% dan sebagian besar siswa memiliki gaya belajar visual.

Literasi dibutuhkan dalam proses membuat infografis. Mencerna bacaan maupun informasi secara menyeluruh, menarik kesimpulan dari bacaan dan mengkomunikasikannya menjadi informasi yang visual dengan ilustrasi dalam sebuah infografis, sangat melatih kemampuan literasi siswa.

Membuat ilustrasi untuk infografis sendiri melatih imajinasi siswa. Bacaan maupun informasi yang sains yang rumit misalnya, dapat dibuat menjadi informasi visual yang mudah dengan infografis.

Keuntungan para siswa dalam proses literasi untuk membuat infografis :

  • Membantu siswa berpikir secara kritis tentang data, informasi maupun bacaan
  • Siswa menjadi mampu untuk membuat data dari informasi dan bacaan
  • Dalam proses membuat infografis, siswa dituntut untuk membuat riset. Untuk itu diperlukan kemampuan memilah sumber yang bisa dipercaya atau tidak. Pada akhirnya, kemampuan siswa dalam meriset akan meningkat
  • Meningkatkan kreativitas dan imajinasi siswa untuk membuat visualisasi yang mudah dimengerti orang lain

Banyak kegiatan penunjang literasi yang bisa dilakukan, menyesuaikan dengan tingkatan siswa. Misalnya untuk anak usia TK dan SD, setelah membaca bacaan buku anak-anak yang sederhana, bisa dilanjutkan dengan game bersama siswa lain. Game bisa berupa kartu flash, bingo yang bisa dilakukan bersama-sama. Pada akhirnya, game akan merangsang siswa untuk meningkatkan kemampuan literasinya, agar tidak tertinggal dalam game yang dimainkan setelah membaca.

Untuk sumber literasi digital, dapat diambil dari :

  • Aplikasi buku sekolah digital (gratis)
  • Perpustakaan nasional digital, ipusnas (gratis)
  • Gramedia digital (berbayar)

Kegiatan peningkatan literasi siswa bisa dilakukan di kelas online antara para siswa dan guru, bisa juga dilakukan dengan keluarga di rumah sebagai kegiatan yang menyenangkan anak-anak dan orang tua ketika mereka tidak bisa bermain keluar rumah.

Untuk membantu properti literasi, salah satu aplikasi yang dipakai adalah Canva. Guru sekolah dari kelas 1 hingga kelas 12 dapat mengajukan media pembelajaran Canva untuk pendidikan secara gratis. Dengan Canva untuk pendidikan, semua desain, termasuk desain premium dapat digunakan secara gratis oleh guru dan siswanya. (RED)

Jangan Lewatkan