oleh

Mengenai Kondisi Air Dan Keadaan Yang Ada Didesa

 

Kelompok kami yaitu :

  1. Aulia Firmansyah (2012019024) Hukum Ekonomi Syariah
  2. Marlisa (2042019008) Hukum Pidana Islam
  3. Miftahul Jannah (2042019013) Hukum Pidana Islam

Pengalaman saya tinggal di desa gajah mentah sangatlah miris, desa gajah mentah bukan hanya desa yang pelosok tetapi betul-betul desa yang amat tertinggal, baik dari teknologi informasi serta pendidikan.

Begitu juga yang sangat disayangkan yaitu banyak sekali anak-anak yang putus pendidikan atau tidak melanjutkan lagi setelah tamat sekolah dasar. Bukan hanya itu untuk akses jalan sinyal dan bahan pokok makanan sangatlah terbatas.

Di desa gajah mentah memang masih kami akui bahwasanya alamnya masih sangat indah tanpa dirusak oleh tangan-tangan manusia tetapi, untuk memperoleh air bersih sangat susah, warga desa gajah mentah hanya bergantung kepada air kali atau air kaki gunung yang seadanya tanpa pengolahan lagi. Bahan pokok makanan lainnya pun sangat mahal karena harga jual di desa tersebut sudah dinaikkan akibat akses jalan yang buruk untuk para penjual yang membeli ke kedai sungai raya.

Tetapi walaupun desa gajah mentah masih dikategorikan ke dalam desa baru untuk masyarakat atau warganya sangatlah kompak dan antusias. Kekeluargaan di desa tersebut sangatlah erat, salah satu kegiatan mereka yang memperkuat silaturahmi yaitu adanya arisan ibu-ibu untuk memperkuat silaturahmi yang isi dalam arisan tersebut yaitu berdoa, yasinan dan ditutupi dengan makan-makan.

Kami selaku peserta KKN KS dari IAIN Langsa sangat mengharapkan perhatian pemerintah setempat untuk lebih memperhatikan desa gajah mentah. Karena sangat disayangkan apabila desa itu tidak diperhatikan banyak sekali penerus-penulis bangsa anak-anak desa tersebut yang semangatnya sangatlah membara untuk membangkitkan desa mereka.

Jangan Lewatkan