oleh

Mendatangi Negeri di Atas Awan

Gayo Lues Baranews Aceh |    Kabupaten Gayo Lues adalah salah satu kabupaten yang terletak di Garis lintang 03*40’26”-40* 16’55” LU dan Garis bujur 96* 43’24”- 97* 5,549,91 Km,ibu kota Kabupaten ini adalah Blangkejeren Provinsi Aceh dan secara Administrasi terdiri dari Sebelas Kecamatan.

Diantaranya:

  1. Kecamatan Blangkejeren
  2. Kecamatan Putri Betung
  3. Kecamatan Dabun Gelang
  4. Kecamatan Blang Pegayon
  5. Kecamatan Pining
  6. Kecamatan Kuta panjang
  7. Kecamatan Blang Jerango
  8. Kecamatan Terangun
  9. Kecamatan Tripe Jaya

10.Kecamatan Pantang Cuaca

11.Kecamatan Rikit Gaib

Kabupaten Gayo Lues ini juga dijuluki Negeri Seribu Bukit yang di kelilingi hutan Lauser, terletak di dataran tinggi Provinsi Aceh, di ketinggian 500 – 2000 meter diatas permukaan laut, serta dikelilingi hutan kawasawan Ekosistem Lauser (KEL) serta terluas di Asia Tenggara. Yang luasnya mencapai 554,991 hektar, terdiri dari hutan lindung dan Taman Nasional Gunung Lauser (TNGL). Sehingga menjadi daya tarik wisatawan baik dari dalam maupun luar Negeri, sehingga para peneliti dari luar terpesona sehingga ingin mendatangi negeri diatas awan ini.

Jika para wisatawan datang ke Negeri ini, mereka bisa melihat pemandangan perbukitan yang masuk Gugusan Bukit Barisan dengan bentangan hutan pemandangan luar biasa ini bisa kita lihat di sepanjang jalan dari kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Aceh Tenggara bahkan dari Kabupaten Aceh Barat Daya (ABDYA).

Apalagi jika dipandukan pemandangan hutan alami, oh semakin lengkap terlihat serta indah yang berpadu dengan aliran Air sungai yang sangat berliku liku dan dingin, dan bersih, apalagi Kabupaten Gayo Lues ini juga merupakan hulu dari tiga aliran sungai (Das) terpanjang di Provinsi Aceh, salah satunya Das Alas Singkil, Das Aceh Tamiang dan Das Tripe, aliran sungai ini juga menjadi daya tarik tersendiri untuk para wisatawan yang ingin datang ke daerah negeri seribu Bukit ini, karena daerah ini juga mempunyai sungai arung jeram itu sangat di sukai para turis manca negara.

Saat ini Gayo Lues,dipandu dengan keindahan hamparan sawah yang langsung berbatasan dengan perbukitan dan hutan pinus yang berjejer rapi menambah keindahan negeri ini yang sungguh alami.

Saat ini masyarakat bisa dikatakan kebanyakan petani baik di desa maupun di desa yang sangat terpencil dan masih awam, masing masing kepala rumah tangga memiliki lahan persawahan dan lahan perkebunan sehingga mereka bercocok tanam baik padi maupun kebun bergotong royong, itu sudah kebiasaan mereka hingga turun temurun jika musim tanam tiba pada saat itu. Namun kebiasaan seperti itu kini perlahan lahan mulai surut bahkan sulit ditemukan lagi di desa desa tempat mereka berdomisili.

Selain itu, pencinta hutan Lauser, Forum Masyarakat Uten Lauser terus menjaga hutan Galus untuk mengembangkan ekowisata, khususnya hutan dan sungai untuk menambah kunjungan wisatawan mancanegara negara.

Kini Pemerintah Daerah Kabupaten Gayo Lues, berupaya menyediakan fasilitas untuk mendukung ekowisata sehingga harapan masyarakat untuk menambah pendapatan mereka. Maka dari itu, untuk menjaga hutan tidak rusak atau dirambah orang orang yang tidak bertanggung jawab, Pemerintah daerah dibantu sejumlah pihak terus meningkatkan pendapatan masyarakat dengan mengembangkan  sektor perkebunan rakyat, seperti contoh pemda kembali menggalakan tanaman kopi, karena tanaman kopi sangat bergantung hutan, jika hutan rusak kualitasnya menurun dengan sendirinya, justru itu masyarkat agar betul betul menjaga hutan supaya tanaman kopi tumbuh subur serta menghasilkan biji yang bermutu.

Saat ini pemda Galus terus merong rong agar objek ekowisata agar terus berkembang, salah satunya adalah, memfasilitasi areal kemping trekking, selain kepentingan ekonomi upaya pelestarian lingkungan perlu juga dilakukan demi terciptanya keseimbangan ekosistem. Serta terjaganya habitat satwa liar yang dilindungi agar Negeri seribu Bukit ini terpeliharanya debit air di permukaan maupun air bawah tanah.

Hingga kini, keberadaan hutan Lauser merupakan daya tarik wisata yang harus tetap dipertahankan oleh semua pihak, agar para wisatawan manca negara jika datang berkunjung ke Galus merasa terpesona melihat hutan yang masih alami, bahkan untuk mendaki puncak gunung Lauser juga harus dilakukan berbagai kegiatan pada umumnya, supaya berpengaruh pada daya tarik wisatawan datang ke Gayo Lues, sehingga penghasilan masyarakat dapat lebih meningkat. semoga terwujud. (Kamal Porang)

News Feed