oleh

Mencari Kejujuran & Keadilan Diantara Kekalahan & Kemenangan

-HEADLINE, OPINI-1.189 views
Jacob Ereste

BARANEWSACEH.CO – Jujur dan adil itu seperti batu akik. Dia tidak bisa dipakai secara terpaksa atau dipaksakan. Karena jujur dan adil itu adalah sikap yang berpusat di rasa (hati) bukan di kepala seperti hukum dan politik.

Ketika jujur dan adil itu dicangkok secara paksa, lalu ditempelkan di politik, ia ibarat batu akik penghias belaka. Sebab sikap jujur dan adil itu asal muasalnya dari hati, bukan dari kepala seperti politik dan hukum yang sulit diminta jujur dan adil. Sebab, hukum dan politik yang dipaksa jujur dam adil, maka kekalahan akan terbuka dan besar peluang untuk kalah.

Jujur dam adil itu, hanya mungkin ada karena rahmat Allah SWT. Jadi keduanya semacam satu paket kiriman Tuhan. Karena itu, orang yang tidak jujur dan tidak adil, hukuman pertamanya adalah dosa yang dikirim langsung dari Tuhan. Bukan partai politik, dan bukan hukum maupun hakim yang katanya juga mewakili Tuhan di pengadilan.

Puisi religius yang ditulis menjelang persidangan di MK untuk mengadili sengketa Pilpres 2019 itu serius diberi judul : “Menang dan Kalah Bukan Masalah Yang Penting Tak Menyerah dan Sejarah Tak Salah’ (26 Juni 2019, sehari menjelang sidang MK dilaksanakan).

Sejujurnya, puisi ini langsung dirilis dan tidak sedikit mendapat apresiasi yang minor, meski tak kalah juga yang memuji bahkan memujanya agak berlebihan. Tapi yang terpenting adalah — sejujur dan seadilnya lagi — puisi ini hendak memberi penghormatan (penghargaan) pada peserta aksi yang gigih mengawal proses pengadilan sengketa Pilpres di MK, terutama untuk emak-emak yang sejatinya ingin memperoleh perlakuan.jujur dam adil, bukan menang atau kalah. Seban kemenamgan dan kekalahan itu konsekuensi logis dari petarungan. Sebab menang dan kalah akan lebih diminan diliki oleh mereka yang bertarung secara langsung. Sementara para pendukungnya hanya sekedar menjadi bagian dari mereka yang betarung itu saja. Jadi yang paling essensial dari kejujuran dan keadilan itu adalah apa hendak dicari dan diharapkan oleh kawan-kawan utamanya emak-emak itu semata-mata sikap jujur dan sikap adil dari MK, karena kejujuran dan keadilan dalam Pemilu atau Pilpres (Jurdil) tidak mereka dapatkan.

Itu saja yang mau dikatakan puisi itu yang boleh saja sekarang dianggap tak pernah ada. Sebab keputusan MK malam ini (27 Juni 2019) toh telah mempunyai kekuatan hukum tetap.

Banten, 27 Juni 2019

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed