oleh

Menakar Pola & Model Media Budaya Kita yang Ideal

-HEADLINE, OPINI-451 views
banner 970x250
Jacob Ereste

Menakar model dan pola media komunikasi kita bisa jadi sangat relevan dengan pemahaman kita yang sesungguhnya ikhwal teknis dan strategi dalam praktek realisasi komunikasi massa kita yang sesungguhnya. Pemahaman ini juga relevan untuk menjadi landasan pijak dari keinginan membuat media massa yang khas, baik dalam bentuk cetak atai online yang dapat diandalkan menjadi alat lomunikasi, publikasi dan informasi dengan kelompok atau komumitas tertentu. Karena sangat mustahil suatu media massa mampu merengkuh semua sigmen pembaca atau pemirsa yang sangat beragam, mulau dari selera hingga ilmu dan pengetahuan serta latar belakang lingkungan maupun keluarga yang dapat memberi pengaruh pada pilihan sikap dan suka citanya.

Risalah singkat ini diharap dapat menjawab sejumlah pertanyaan kawan-kawan yang sedang merencanakan untuk membuat media khusus dalam bentuk majalah yang dicetak dengan ideal bisa terbit setiap bulan bersama media online yang bisa memediasi pola hubungan dan informasi sehari-hari.

Diantara media khusus yang dimaksud itu — sebagai alat kominikasi, informasi dan publikasi — diharap dapat meliput atau memuat semua kegiatan dan peristiwa budaya yang dianggap penting dan perlu mendapat perhatian luas dari masyarakat sehingga peran rasa kepedulian dan peran serta warga masyatakat untuk ikut menjaga dan mengembangkan budaya budaya bangsa yang selama terkesan mangkrak di tengah-tengah masyarakat kita bisa mendapat tempat, baik untuk menjadi pendukung maupun guna memberikan tanggapan yang positif dalam menjawab tantangan serta tuntutan jaman. Karena pada dasarnya nilai-nilai budaya tradisional leluhur suku bangsa Indonesia memiliki potensi yang dapat diabdalkan menjadi kekuatan dalam membangun ketahanan dan pertahanan budaya bangsa dari gerusan budaya asing. Shingga sangat mungkink obyek dan subyek budaya kita yang sangat besar potensinya ini mampu memberi nilai tambah untuk wawasan, pandangan hidup hingga dimensi spirituak, baik yang bersifat imperik maupun dari khazanah konsepsi keilmuan serta kajian dari sudut pengetahuan yang bersifat histori dari masa silam.

Intinya, apa saja bentuk media massa yang diidealkan itu memang perlu adanya guna menjadi ukuran penakar dari apa yang tengah terjadi sekarang, sehingga banyak orang dapat segera ikut membayangkan perspektif masa depan yang harus dihadapi supaya dapat hidup dan berkehidupan lebih baik dari keadaan yang ada pada hari ini.

Masalah utama yang menantang untuk membuat media budaya diantaranya adalah harus tersedia sumber daya manusianya yang mumpuni dan mewakafkan diri menjadi pengelolanya dengan sepenuh hati dengan segenap rasa cinta. Sebab pasa umumnya media budaya yang tidak memiliki pasar uang yang empuk, acap membuat masalah sendiri bagi mereka yang terlibat di dalam pengelolaan media tersebut, sementara kebutuhan dasar sehari-hari terus mendesak tak bisa ditinda.

Artinya, untuk para pengelola media budaya jangan pernah berharap dapat segera menjadi kaya, karena sebagai lahan bisnis media budaya merupakan habitat tandus, bahkan lebih cenderung menganggap pamali untuk bicara masalah duit. Padahal di era mileneal sekarang, ideologi banyak orang sudah bergeser. Pemahaman umum yang ada bahwa; tak ada duit tak ada kerja. Karena tak kerja telah menjadi rumus bagi orang banyak yang tak punya duit. Maka itu sarana dan prasaraba hingga dana untuk kerja (operasional) jelas tidak bisa diabaikan. Sikap menafikan satu unsur saja dalam mekanisme untuk mengoperasionalkan tatanan kerja bareng yang kompak dari satu tim kerja suatu usaha untuk penerbitan misalnya, punya tingkat kerumitan yang susah untuk dibuat kompak. Maka itu nilai lebih yang bisa digunakan untuk membangun Tim kerja yang solit, mutlak harus diupayakan dengan berbagai cara yang halal.

Banten, 26 Juni 2019

Tulisan ini merupakan pengembang dari materi diakusi khusus untuk persiapan penerbitan media massa diselenggarakan oleh Komunitas Buruh Indonesia bekerjasama dengan Atlantika Institut Nusantara pada 11 Maret 2019

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed