oleh

Membenci dan Merindui Ali Kasim Kemaladerna

GAYO LUES, BARANEWSACEH.CO – “Tidak ada manusia yang sempurna”. Mungkin kita agak sedikit bising mendengar kalimat itu. Tapi kenyataannya memang demikian, apalagi menyangkut sosok seorang pemimpin. Ada saja alasan untuk membencinya tatkala ia memimpin. Meskipun kenyataannya, sebagian besar kebijakannya telah mampu memudahkan kehidupan kita.

Harus diakui, Ali Kasim Pj. Bupati Gayo Lues Pertama itu, orangnya glamor, secara pribadi ia suka dengan hal-hal yang berbau kemewahan. Ia dinilai terlalu gaul pada masa itu.

Tokoh yang lahir pada tanggal 13 November tahun 1950 ini juga, disebut-sebut, sangat keras kepala terhadap masukan-masukan yang tak masuk akal. Ia akan mengecam, jika dipaksakan masukkan tersebut, intinya, kalau tidak bisa , tetap tidak bisa!

Namun, jika masukan itu masuk akal, ia akan apresiasi, tak peduli dari siapapun masukan tersebut. Bahkan jika masukan itu berasal dari rakyat jelata, tetap ia terima dengan baik.

Selain itu, ia keras dalam memimpin, jika ada bawahannya bermain-main, tak jarang ia lontarkan kata-kata kasar, “Agak me Ama me ke empu Gayo Lues, i Gaji le kam hinen,”. Atau “enti tuke diri plin i pikiri, ume kam plin mu tuke, pikiri si kuen kiri,”.

Dilain sisi, ketika bawahannya tertimpa masalah, ia akan pasang badan, dan masalah tersebut akan dia selesaikan. Ia keras tapi bertanggung jawab dan melindungi bawahan.

Harus diakui ia adalah gambaran nyata seorang pemimpin yang sangat bersemangat dalam bekerja, dan benar-benar respect dan peduli terhadap kondisi rakyatnya, bahkan ia tak sungkan-sungkan mengelontorkan uang kepada yang membutuhkan, dibalik tegasnya ia adalah sosok yang sangat pengasih.

Ali Kasim juga pada mas itu, memaksa para bawahan untuk membelanjakan uangnya di Gayo Lues, tidak dibenarkan berpoya-poya diluar daerah. Uang harus berputar-putar di Gayo Lues agar ekonomi masyarakat meningkat. Ini contoh besar bahwa ia peduli dengan pedagang-pedagang kecil di Gayo Lues.

Masih banyak lagi cerita dan keunikan-keunikan tentang sosok pemimpin pertama Gayo Lues ini yang harus diketahui, dan semua akan kami tuangkan kedalam buku Merawat Ingatan; Biografi Muhammad Ali Kasim Kemaladerna si Penjaga Nyala Api ditengah badai.

Pada akhirnya kita harus berkata; Ali Kasim dari mu kami bisa sepuas hati membenci seseorang, namun secara bersamaan kau juga mengingatkan bahwa cinta adalah hal terakhir yang harus diperlihatkan kepada sesama, agar kita tetap dirindukan sepanjang masa. (RED)

News Feed