oleh

Memaksimalkan Medsos Sebagai Media Alternatif

-HEADLINE, OPINI-61 views

BARANEWSACEH.CO – Media sosial (Medsos) bisa menjadi alternatif plihan sebagai sarana informasi, publikasi komunikasi dan menghimpun data sebagaimana telah dilakukan Atlantika Institut Nusantara untuk ikut serta dalam membangun krdadaran dan pemberdayaan masyarakat. Kecuali itu juga dapat memberi pelayanan bagi warga masyarakat yang memerlukan guna mrnjadi bahan rujukan atau penelitian.

Sebagai media alternatif, mensos dapat berfungsi sebagai media penyeimvang dari media meanstrim yang pada akhit belskangan ini tak lagi bisa diharap banyak menjadi andalan untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Sebabnya, boleh jadi karena medsos itu sendiri telah mengambil alih peranan yang selama ini telah dimonopoli oleh media meanstrim sehingga warga masyarakat dahulu menjadi sangat tergantung pad apa yang mau disajikan media meanstrim itu.

Medsos dapat dimanfaatkan secara maksimal dengan tetap mematuhi pakem maupun teknis penyajian yang standar dari media massa pada umumnya. Karena hukum dan perundang-undangan yang berlaku untuk medsos juga mengacu pad hukum dan perundang-undangan untuk media massa umum.

UU ITE misalnya harus dipayuhi oleh pengguna medsos, kecuali hanya sebagai pembaca yang tak aktif memberikan komentar maupun informasi yang dianggap paling sederhana sekalipun. Itulah sebabnya mereka yang tidak berasal dari latar belakang jurnalis sering terkesan norak ketika memberi komentar atau membuat laporan maupun sekedar informasi, karena tidak memenuhi kaidah minimal karya jurnalistik yang disebut 5 W + H.

Begitu juga ketika membuat laporan panjang (Features) dengan cara dan gaya bertuturnya yang khas, agar enak hingga menjadi terasa perlu untuk dibaca seperti motto media yang terbilang keren di Indonesia sampai sekarang.

Padahal dalam teknik menulis itu ada beberapa jenis keliminnya, seperti berita atau info yang singkat. Tapi toh tetap harus lengkap unsur 5 W + H-nya. Jika tidak, bisa diperhatikan saja seperti membuat format undangan saja acap tidak lengkap alamat atau menu acaranya. Belum lagi pertimbangan psikologisnya yang sering dibuat secara mendadak tanpa pernah menimbang interval waktu saat disampaikan.

Untuk mereka yang memiliki latar belakang jurnalis pun dapat dilihat sekaligus dirasakan dari cara menyusun kalimat hingga dalam pemilihan kalimat yang tepat untuk digunakan agar komunikasi lewat tulisan yang dibuatnya itu jadi pas dan santun kesannya.

Jenis tulisan lain misalnya seperti yang berkisah atau penuturan karena harus banyak mengungkap dan menerangkan suatu keadaan yang patut untuk diketahui oleh orang lain. Dalam bentuk tulisan seperti features ini memang diperlukan jam terbang yang banyak, karena perbendaharaan kata tidak cukup untuk dijadikan daya pukau agar pembaca menjadi terus asyik melahat kisah yang hendak disampaikan. Kecuali itu tentu saja isi kandungan dari kisahnya itu sendiri memang relevan untuk diketahui orang banyak.

Jenis tulisan yang sulit namun sering dianggap banyak gampang adalah artikel atau tulisan ilmiah dan opini. Biasanya penulis dari bilik akademis suka menganggap enteng dan sering melakukannya. Lantaran acapkali menduga karena sudah setiap hari berkutat di bidang keilmuannya jadi jumawa merasa bahwa dengan sendirinya juga bisa menulis. Padahal teknis itu punya syaratnya sendiri yang harus dipahami, dikuasai dan juga dilatih.

Agak lain lagi jenis tulisan seperti fiksi dan puisi. Dan untuk kedua jenis tulisan terakhir ini benar adanya sangat tergantung pada suka cita dan selera kita sebafai penulisnya. Karena ukuran bagus dan sukses penulusnya dapat dikukur dari jumlah orang yang menyukai karya fiksi atau puisi itu sendiri. Karena kedua jenis tulisan ini sepenuhnya mengandalkan kemampuan dan kekuatan sang penulis dalam membangun fantasi dari para pembacanya. Jadi bisa saja data dan fakta didalamnya diabaikan. Beda dengan artikek atau opini yang mengharuskan memuat sevsntak mungkin fakta dan data. *

Banten, 28 April 2019

Tulisan ini khusus dipersiapkan untuk pembekalan pada diskusi rutin Komunitas Buruh Indonesia di Tangerang, Banten pada 28 April 2019.
[9/6 5.31 PM] En Jacob Ereste: 🥇🥈🥇
Jacob Ereste :

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed