oleh

Melirik Potensi Tanaman Porang Untuk di Kembangkan di Bener Meriah

Melirik Potensi Tanaman Porang Untuk di Kembangkan di Bener Meriah.

Bener Meriah Baranewsaceh.co
Ir Usman merupakan alumni fakultas Pertanian UISU pada tahun 1985. Kiprahnya di dataran tinggi Gayo, Ia pernah menjadi stap pada perusahaan daerah Genap Mupakat, atau LTA 77 Pondok Gajah. Mantan stap ketahanan pangan pemkab Deli Serdang, serta pernah menjadi Kabid pada dishutbun Gayo Lues. Sedangkan jabatan terakhir yang di embannya adalah sekretaris pada dinas Perhubungan Bener Meriah. Kini pria separuh baya ini sudah memasuki masa pensiun.

Sempat bercengkerama sejenak bersama media Baranewsaceh. co, saat bertemu di rumah Singgah milik anggota DPRA aceh asal Bener Meriah, Salihin, tepatnya di kota Banda Aceh. Selasa (26/11).

Pada kesempatan itu, Ir. Usman banyak memaparkan terkait keunggulan salah satu tanaman yang hendak di kembangkan di Bener Meriah. Salah satunya adalah komoditi yang bisa tumbuh di dataran tinggi dan di dataran rendah, yaitu “Tanaman Porang”.

Berdasarkan penuturannya kepada media ini. Tanaman porang bisa di panen selama tiga kali, yang mana setiap satu musim panen interval waktunya adalah enam bulan sekali, Namun hal tersebut juga sangat berpengaruhi dari kualitas dan sumber bibit yang akan di tanam.

Perawatannya juga cukup sederhana karena secara historis tanaman porang telah tumbuh secara alammi di tengah hutan, terutama di daerah delta aliran sungai, selain itu Porang juga dapat tumbuh dibawah naungan seperti di bawah kayu sengon. Teknik budi daya Yang baik akan menghasilkan kualitas Yang prima, tentu dengan cara budidaya Yang penuh dengan sinar matahari seperti tanaman jagung dan ubi jalar

Porang adalah jenis tanaman umbi-umbian yang mampu tumbuh di dataran tinggi maupun dataran rendah. Umbi yang di hasilkan selanjutnya dapat di olah menjadi tepung. Saat ini tepung Porang sudah banyak dihasilkan, akan tetapi belum mampu memenuhi permintaan pasar ekspor. dalam pengertian keberadaan tepung porang saat ini masih sangat kurang. Hal ini tentu di sebabkan karena masih minimnya petani yang menanam Porang dan masih terbatasnya bahan baku dari hasil tanaman itu sendiri.

Ir. Usman juga menuturkan terkait keunggulan dari tanaman porang, menurutnya tanaman porang merupakan salah satu komoditi ekspor, selain itu tanaman porang juga bisa dikatakan sebagai solusi alternatif bagi petani saat ini. Hal ini di kuatkan karena besarnya permintaan pasar dunia terhadap komoditi ini. Sedangkan Indonesia hanya mampu memenuhi pasar sekitar 25% dalam setahun.
Ir. Usman juga menyebutkan terkait harga Porang di pasaran. Menurut Ir. Usman harga porang di pasaran saat ini sangat menjanjikan. Untuk saat ini harga Porang basah berkisar antara 2500 – 3000 per kilogramnya.

Selain itu Ir. Usman juga menjelaskan terkait kegunaan dari tanaman porang. Porang dapat di gunakan untuk industri makanan yaitu sebagai bahan dasar mie , sereal, bahan roti, pasta dan pembuatan kue dan biscuit. Porang juga bisa di gunakan sebagai bahan lem yang daya rekatnya terbaik dan kedap air. Kemudian untuk Industri kertas, Porang bisa di jadikan sebagai bahan campuran, agar kertas cukup kuat dan lemas. Selanjutnya Industri pertekstilan juga memerlukan tanaman Porang sebagai pengganti kanji, sehingga kain katun, linen, wol dan kain-kain lain yang berbahan imitasi lebih mengkilap.

Porang juga di gunakan di laboratories sebagai pengganti media tumbuh mikroba ataupun sebagai detector mikroba alami yang mampu menyediakan unsur karbon bagi mikroba. Begitu juga dengan Industri Perfilman, Porang digunakan sebagai pengganti selulosa. Porang juga bermanfaat bagi Industri pelistrikan sebagai (isolator) pembungkus kabel. Porang juga di gunakan untuk Industri pesawat terbang serta parasut bagi para penerjun payung. Porang juga berfungsi di Industry pertambangan yakni Industri batubara sebagai penjernih dan massa
pengikat pada partikel batubara yang terlarut dalam air, karena
mudah terikat oleh mannan ini, sehingga airnya dapat dimanfaatkan kembali.

Melihat tingginya minat beli investor akan tanaman Porang yang saat ini belum mampu
terpenuhi oleh supplier di Indonesia, maka selanjutnya Ir Usman bersama koperasi Jangkat Gayo telah melakukan studi
banding ke Madiun guna untuk mendalami tanaman Porang tersebut.

Ir. Usman berharap kedepan semoga tanaman ini bisa menjadi salah satu komoditi andalan di Kabupaten Bener Meriah. Rencananya untuk tahap awal pengembangan tanaman porang akan di kembangkan seluas 300 hektar di Kabupaten Bener Meriah. Pungkasnnya. (DN).

Jangan Lewatkan