oleh

Masyarakat Kayu Mbelin Laporkan Kadesnya ke Pihak LSM

WhatsApp Image 2021-05-26 at 16.33.00_resize
WhatsApp Image 2021-05-26 at 16.31.39_resize
WhatsApp Image 2021-05-26 at 16.30.49_resize
WhatsApp Image 2021-05-26 at 16.30.40_resize
WhatsApp Image 2021-05-26 at 16.29.51_resize

*Tentang penelitian dana desa mulai periode 2015-2021
*Pengulu kute Kayu Mbelin diduga melakukan penggelembungan harga, dan memperkaya diri sendiri

Kutacane-Baranews.aceh |  Masyarakat Kayu Mbelin Kecamatan Lawe Sigala-gala Kabupaten Aceh Tenggara, yang diwakili sekitar 40-an orang, melaporkan kepala desa (pengulu kute) Aleston Tindaon ke pihak LSM, baru-baru ini.

Warga mengadukan persoalan desa(kute) Kayu Mbelin ke pihak LSM, karena pengulu kute Kayu Mbelin disinyalir sesukanya membuat harga(penggelembungan), dan diduga memperkaya diri sendiri, serta jor-joran membangun proyek fisik, sekalipun dalam wabah Covid-19.

Beberapa hal yang ditengarai masyarakat Kayu Mbelin, yang diduga mark-up dilakukan Kades, Aleston Tindaon adalah, pembelian tapak untuk kantor dibeli Rp.80.000.000,- padahal aslinya Rp.50.000.000,-, Rabat beton tanggal 6-7 September 2015 dengan dana Rp.200.000.000,-, Pembuatan MCK dengan dana Rp.107.915.000,-Pembuatan kampungan air bersih(Bak) dengan dana Rp.35.271.000,-pembangunan rehab rabat beton tanggal 20 Juli 2018 dengan dana Rp.63.150.000,-pembuatan parit(SPAL) masyarakat tanggal 19 Agustus 2019 dengan anggaran Rp.88.010.000,-,pembangunan tangga kantor desa Kayu Mbelin di masa pandemik Covid-19, mulai tanggal 20 April-20 Juni 2020, dengan biaya Rp.57.040.000,- dan Pagar Rp.93.525.000,-dan pembangunan rehab Rabat beton yang terakhir tanggal 15 April 2021 dengan biaya Rp.272.410.000,-.

Sebelumnya, warga melaporkan dugaan penggelembungan(mark-up) pembangunan Gedung Serbaguna desa Kayu Mbelin kepada LSM KPK-N.

Beberapa bulan yang lalu, warga desa pernah melaporkan Kades Kayu Mbelin, Aleston Tindaon ke pihak kecamatan tentang dugaan pembagian BLT yang tidak merata, namun sayang, kurang ditanggapi aspirasi warga.

Menurut catatan dan rincian yang dilakukan masyarakat, bahwa Kades Kayu Mbelin, Aleston Tindaon, disinyalir menelan dana desa sebesar Rp.596.678.000,-mulai pembangunan 2015-2021.Warga berharap laporan ke pihak LSM, akan diteruskan ke pihak Inspektorat, Tipikor Kejaksaan negeri Kutacane, dan Polres Aceh Tenggara.Karena masyarakat menilai Kades Aleston Tindaon pintar, nekat, kurang memperhatikan aspirasi dan keluhan Warga, tamak, mementingkan diri sendiri, kurang tanggap dalam wabah pandemik Covid-19, dan diduga tak tersentuh hukum.(P.Lubis)

News Feed