oleh

Masyarakat Gampong Lubok Pusaka Bersama Tim BPN Aceh Utara Melakukan Pengambilan Titik Koordinat Kawasan Gampong Lubok Pusaka Dalam Rangka Ploting Area

ACEH UTARA, Masyarakat Lubok Pusaka, bersama BPN ACEH UTARA dan DINAS PERTANAHAN melakukan pengambilan Titik Koordinat Gampong Lubok Pusaka dalam rangka menindaklanjuti laporan warga yang merasa di diskriminasi terhadap legalitas kepemilikan lahan perkebunan warga Gampong Lubok Pusaka, Sabtu 27/08/2022.

Saat Awak Media ini konfirmasi langsung melalui WhatsApp di Nomor 0853 6233 3xxx, Kepala BPN Aceh Utara Bapak Munir mengatakan “Kami ploting dulu melalui pemetaan, agar tau letak akurat posisi tanahnya tersebut” Tegas beliau., ” perihal ini tindak lanjut dari pengambilan 3 (Tiga) Titik Koordinat oleh Tim dari BPN Aceh Utara yang didampingi Geuchik Gampong Lubok Pusaka beserta Masyarakat. Tim langsung turun ke lapangan yang berada dibatas kedua Gampong antara Gampong Lubok Pusaka dan Gampong Seureke.

Dengan menggunakan GPS type Etrex 30x maka diperoleh Titik Koordinat Pertama yakni Patok Nol Bukit Tengkorak yang berbatasan langsung dengan Buket Linteung dan Gampong Seureke dengan Titik Koordinat (N 04 derajat 52’50.1″) – (E 097 derajat 28’11.0″). Titik 2 (Kedua) berada Persis di Sp. 4 Pintu Masuk Gapura Seureke dengan Titik Koordinat (N 04 derajat 51’59.5″) – (E 097 derajat 27’00.2″) dan Titik ke-3 Yakni di Alur Tepus Samping SD. atau dikenal dengan nama Tran Jack dengan Titik Koordinat (N 04 derajat 51’46.4″) – (E 097 derajat 24’59.1).

Hal ini merupakan tindak lanjut dari Pihak BPN ACEH UTARA dan DINAS PERTANAHAN ACEH UTARA dalam menyelesaikan perkara sertifikat yang salah alamat, (Miss Placing) yang telah terbit pada tanggal 01 Agustus1995 serta adanya temuan sertifikat terbitan tahun 2018 dan 2019 yang salah Objek milik warga Gampong Seureke.

salah satu warga Gampong Seureke bapak WM yang enggan disebutkan namanya mengatakan “kalau lahan disini semua sudah punya sertifikat, tidak masalah kalau kita mau membersihkan, nanti kalau ada yang nuntut ini punya mereka dengan bukti sertifikat ya kita beli aja sertifikat nya, bayarkan sesuai dengan harga uang pancang hutan, kita pun sudah punya sertifikat sebagai pegangan” tutur beliau.

“yang lain pun seperti itu semua asal usul mendapatkan lahan perkebunan nya, kalau yang diwilayah sini ya” Ia menambahkan.

Masyarakat Gampong Lubok Pusaka Kecamatan Langkahan Kabupaten Aceh Utara merasa sangat bahagia, dengan adanya itikad baik dari BPN ACEH UTARA dan DINAS PERTANAHAN ACEH UTARA dalam penyelesaian perkara sengketa lahan mereka yang hingga saat ini belum bisa mereka sertifikati, karena dalam Zona Merah, sehingga rasa was-was pun yang selama ini mereka alami bisa berkurang secara perlahan, bahkan clash antar warga dapat diminimalisir.,

Geuchik Gampong Lubok Pusaka berharap sengketa lahan yang selama ini terjadi dapat segera terselesaikan, “kita akan ajukan permohonan penetapan peta wilayah Gampong Lubok Pusaka melalui Kabag Pemerintahan agar Inkrah secara hukum” papar beliau.

“Serta seluruh sertifikat yang Objek nya berada di Gampong Lubok Pusaka dalam persengketaan agar ditarik oleh Pihak BPN ACEH UTARA dan dilebur serta dilakukan pendataan ulang agar tidak terjadi kesalahan penempatan Objek lahan yang mengakibatkan terjadinya sengketa” tambah beliau.

Tuha Peut Gampong Lubok Pusaka bapak Abdul Wahab saat kami konfirmasi juga berharap semoga sengketa yang selama ini terjadi bisa terselesaikan agar tidak terjadi pertumpahan darah antar warga sehingga warga dapat leluasa beraktivitas di lahan perkebunan meraka masing-masing.

Baru-baru ini warga Gampong Seureke melakukan pembersihan lahan di Areal Perkebunan Warga Gampong Lubok Pusaka yang mengclaim lahan tersebut miliknya, sehingga saling claimpun terjadi di lapangan, jelas salah satu warga yang enggan disebutkan namanya, kami khawatir terjadi pertumpahan darah antar warga bila hal ini dibiarkan berlarut-larut.” tambah nya.

Selain itu, Tokoh masyarakat M, Salehta, Harapan warga Gampong Lubok Pusaka hal ini Kiranya dapat segera direalisasikan terkait dengan sertifikat yang Salah alamat untuk ditarik dan dilebur pihak BPN ACEH UTARA dengan mengajukan pembatalan ke Pengadilan Negeri ( PN ) Aceh Utara, Agar tidak menjadi bias dikalangan masyarakat yang menganggap sertifikat tersebut tidak bermasalah, jelasnya.

Jangan Lewatkan