oleh

Masyarakat Bener Meriah Tolak Surat Gubernur Aceh Terkait Tapal Batas Dengan Aceh Utara

 

Bener Meriah Baranewsaceh.co |  Dengan tetap menjaga protoler kesehatan, ratusan masyarakat yang tergabung dalam Gabungan Masyarakat Bener Meriah (GMBM) menggelar zikir dan doa bersama sembari menyampaikan pernyataan sikap dan penolakan terhadap surat Gubernur Aceh dengan Nomor : 135.6/1267/2018. Terkait tapal batas Bener Meriah dengan Kabupaten Aceh Utara.

Dalam pernyataan sikapnya, reje Pasir Putih yang di wakili oleh Iskandar Samarki (50) menyatakan sikap tegas dan penolakan atas surat Gubernur Aceh Tersebut. Alasannya menurut Iskandar, sebagai mana di ketahui Peta TOP DAM adalah peta operasi militer dan bukan penentu penyelesaian tapal batas di seluruh Indonesia.

Selain itu penetapan tapal batas tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Begitu juga dengan penetapan tapal batas tersebut berbeda jauh dan berubah dengan tapal batas yang telah di tentukan antar Kabupaten di masa lalu.

Begitu juga penetapan tapal batas tidak dasari hasil musyawarah antara tokoh adat, tokoh agama bahkan masyarakat yang berdomisili di perbatasan, bahkan di duga dengan pemkab Bener Meriah sendiri.

Kemudian menurut Iskandar Samarki, desa Pasir Putih adalah daerah asal, sama halnya dengan Samar Kilang. Bahkan sebelum Indonesia merdeka masyarakat sudah menetap di sana.

Lanjut Iskandar setelah Indonesia merdeka desa Pasir Putih kemudian di definitifkan oleh Bupati Aceh Tengah pertama atas nama Bupati Abd Wahab Kala itu. Pada saat itu tapal batas sudah di tetapkan yakni Alur Kuala Semadam. Jelasnya.

Lewat pernyataan sikap atas nama masyarakat Bener Meriah, Iskandar Samarki meminta Plt Bupati Dailami beserta pimpinan dan anggota DPRK Bener Meriah dan bil khusus kepada Presiden Jokowi melalui Kementrian dalam Negeri untuk dapat mengkaji ulang serta menurunkan tim verifikasi yang Indevenden dengan melibatkan masyarakat yang ada di perbatasan, sebelum di terbitkannya keputusan Mendagri. Hal tersebut untuk menghindari komplik horizontal di kemudian hari. Tutupnya.

Disisi lain gelar zikir dan doa bersama juga di barengi dengan penandatanganan petisi. Sedangkan acara tersebut berlangsung di lapangan Setdakab Kabupaten Bener Meriah.

Pantauan media ini, hadiri dalam acara tersebut. Plt Bupati Bener Meriah Dailami, Ketua DPRK Bener Meriah MHD Saleh, serta sejumlah anggota DPRK yang lainnya berikut aktivis dan para mahasiswa. Selasa (13/07/2021). (Dani).

News Feed