oleh

Mantan Kombatan GAM Wan Jawiw Terkatung-katung Setelah Pulang Ke Aceh

 

Aceh Timur, Baranews – Anwar alias Wan Jawiw Selama 18 tahun lebih dianggap Meninggal oleh Keluarga dan Rekan-rekan Seperjuangan Matan Gerakan Aceh Merdeka (Mantan-GAM) Wilayah Peureulak dan Sogoe Sweden Peudawa Aceh Timur.

Namun, Baru-baru ini Wan Jawiw muncul dan Sempat Viral di Media Online.Cetak.Siaran TV Lokal dan Nasional. Wan Jawiw sebelum nya sempat mengabarkan kepada keluarga bahwa dirinya masih hidup melalui sepucuk surat. Dalam surat tersebut, wan jawiw mengatakan saat itu tinggal di Pulau Jawa bersama istri dan anaknya.

kemudian Wan jawiw pulang ke Aceh Kekampung halamannya di Desa Paya Dua kecamatan Peudawa Aceh Timur pada Kamis (27/5) setelah difasilitasi oleh anggota DPRA Iskandar Usman Alfarlaky dan Panglima Sagoe Sweden Peudawa wilayah Peureulak.

Lalu bagaimana ceritanya Wan Jawiw setelah pulang ke Aceh beberapa bulan lalu, hampir 20 tahun hilang jejak? Padahal perdamaian di Aceh telah terwujud 16 tahun yang silam.

“Kini Wan Jawiw bersama istri dan satu anaknya tinggal di sebuah Rumah milik Warga Desa Paya Dua kecamatan Peudawa Aceh Timur, yang kebetulan rumah tersebut kosong pemilik rumah meninggal sekitar setahun yang lalu “jadi Oleh anaknya Almarhum meminta kami menepati rumah ini untuk sementara waktu.” Ungkap Wan Jawiw yang di Dampingi Istrinya.

Kisah Hidup Wan Jawiw memang sejak kecil diceritakan sangat memprihatin. karena Kedua orang Tuanya yang kini Telah Almarhum juga tergolong Masyarakat Miskin dan Wan Jawiw pun sejak kecil Hidupnya terlunta-lunta penuh dengan penderitaan.

Wan jawiw saat ini Sangat berharap pada Pemerintah Daerah Aceh Timur atau Pemerintah Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat baik DPRK maupun DPRA dan kepada Panglima KPA atau PA di tingkat Pusat maupun Wilayah Ataupun Mantan Panglima GAM yang Telah menikmati dan sukses Dengan Hasil perjuangan Gerakan Aceh Merdeka.

“Ia berharap agar dapat Membantu dirinya untuk meringankan Beban Hidup yang selama ini di hadapi Wan jawiw. Adapun bantuan yang sangat di harapkan saat ini, seperti bantuan Modal usaha dan bantuan Rumah layak huni untuk ditempati.”Harap Wan jawiw

“Seperti diberitakan Sebelumnya di Serambinews.com. Wan Jawiw Mulai Bergabung Dengan Gerakan Aceh Mereka yang kini disebut (Mantan GAM) sejak Tahun sembilan puluan, kemudian pada Oktober tahun 2003 hilang jejak sejak ditangkap Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari kesatuan Marinir saat itu tengah melakukan penyergapan di kamp GAM di kawasan Teupin Kruet, Gampong Beusa Baroeh (sebelumnya Desa Beusa Seberang) Kecamatan Peureulak Barat, Aceh Timur.

Dalam insiden itu, Wan Jawiw diduga tertembak. Dia melarikan diri menggunakan sepeda, tetapi akhirnya tertangkap,”Dari Peureulak ke Langsa dan kemudian diboyong ke Jakarta saat satuan yang menangkap Wan Jawiw ditarik dari Aceh, Beratnya penyiksaan ketika itu diduga berdampak pada kondisi Wan Jawiw saat ini seperti linglung.

“Kondisinya tidak stabil, seperti linglung. Dengan kawan-kawan seperjuangannya saja, ia baru ingat setelah diceritakan kisah-kisah masa lalu.”(RED)

News Feed