oleh

“Mangat Makaroni”, Snack Unik Dari Kota Langsa

Penulis: Thama Dwi Putra (Mahasiswa Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam Institut Agama Islam Negeri Langsa)

Menjadi mahasiswa mempunyai tantangan tersendiri bagi sebagian orang. Mulai dari pembagian jadwal kuliah, tugas, organisasi hingga jadwal ujian. Belum lagi hambatan dari besarnya uang kuliah, uang kos maupun akomodasi. Namun berbagai tantangan tersebut tak menyurutkan niat farhan anatami untuk berkuliah.

Farhan anatami merupakan mahasiswa angkatan 2018 Prodi Perbankan Syariah Institut Agama Islam Negeri Langsa. Ditengah kesibukannya berkuliah, Farhan juga berwirausaha dengan membuka outlet snack makaroni.

“Mangat Makaroni” merupakan brand jajanan makaroni kering yang dirintis Farhan sejak tahun 2017 dan merupakan jajanan makaroni kering satu-satunya di Kota Langsa. “Mangat” sendiri merupakan kosa kata Bahasa Aceh yang artinya “enak”, jadi secara harfiah “Mangat Makaroni” berarti makaroni yang enak.

Awal mula merintis usaha, Farhan sang owner terinspirasi dari “Makaroni Ngehe” yang terdapat di jakarta. Kemudian Farhan mencoba mengadaptasi makaroni dengan berbagai bumbu dan penyesuaian lidah masyarakat Kota Langsa. Bukan hal mudah memang, Farhan menghabiskan waktu yang lama dalam membuat resep Mangat Makaroni dan melalui berbagai kegagalan namun terus mencoba hingga terciptalah “Mangat Makaroni” yang sekarang dapat kita rasakan ini.

Dengan modal awal usaha Rp.2.500.000, Farhan memberanikan diri membuka outlet pertamanya di Jl. Cut nyak dhien, Gp. Jawa Langsa Kota, tepatnya didepan SMA Negeri 3 Kota Langsa. Adapun pasokan bahan utama Makaroni Farhan peroleh dari Tasikmalaya. Dalam sebulan Farhan dapat mengorder hingga 75 kg makaroni dan meraup omset hingga Rp. 8.000.000/bulan.

Awalnya makaroni kualitas premium yang telah dipesan akan digoreng. Dalam sehari biasanya Farhan menggoreng hingga 9 kg makaroni, eitss tidak perlu khawatir, minyak goreng yang digunakan Farhan merupakan minyak kualitas baik yang hanya melalui sekali penggorengan. Setelah digoreng, makaroni akan ditiriskan dan diberi bumbu rahasia yang diracik oleh Farhan sendiri, tentunya bumbu non pengawet. Kemudian makaroni akan di pack sesuai pesanan, 9 kg makaroni dapat menghasilkan kurang lebih 260 kemasan 80 gram dengan harga yang sangat bersahabat di kantong yaitu Rp. 6.000.

Mangat Makaroni memiliki berbagai ukuran kemasan dan varian rasa yang dapat di order sepuas anda. Terdapat varian rasa asin gurih, balado, keju asin, BBQ, jagung dan coklat. Untuk ukuran kemasan, terdapat kemasan 80 gram dengan harga Rp. 6.000, kemasan jumbo dengan harga Rp. 15.000 dan kemasan 1 kg seharga Rp.

60.000. Outlet Mangat Makaroni dibuka dari jam 16.00-22.00 WIB dan akan ramai di hari weekend, jadi pastikan anda datang lebih cepat agar tidak kehabisan stok Mangat Makaroni.

Selama berjualan banyak suka dan duka yang dilalui Farhan. Tidak sedikit orang yang menyepelekan keinginan Farhan untuk berwirausaha dan membuat mental Farhan surut namun dengan Istiqamah dan dukungan dari orangtua, Farhan dapat bangkit dan memulai usahanya. Tidak jarang juga Farhan menemui kesulitan saat berjualan, contohnya saat cuaca buruk dan hujan tentunya orang-orang jarang keluar rumah dan dagangannya akan sepi pengunjung, namun untuk mengatasi konsumen yang malas untuk keluar rumah, Farhan tidak kehabisan ide dan menyediakan layanan pesan antar dengan minimum pemesanan 5 kemasan.

Melalui berjualan Mangat Makaroni, Farhan dapat membantu perekonomian keluarganya. Terbukti dari Farhan yang selalu membayar uang kuliahnya sendiri tiap semesternya, “Ada kebanggaan tersendiri saat bisa mengurangi beban orangtua, bahkan bisa memberi uang kepada orangtua”, ucap Farhan.

Dengan berwirausaha menjadikan Farhan sebagai pribadi yang gigih, hemat dan lebih menghargai uang. Kuliah bukanlah hambatan kita dalam berwirausaha, namun melalui kuliah lah kita dapat menemukan ilmu-ilmu baru. Tidak ada batasan dalam meraih kesuksesan terlebih kita sebagai mahasiswa merupakan agent of change, kita lah generasi yang melahirkan perubahan dalam masyarakat. Menurutnya tidak ada kesuksesan yang instan, semuanya pasti melalui proses yang sedemikian rupa. Untuk meraih tiap peluang yang ada, kita harus lebih peka dan berani untuk berusaha maju, lalui semua trial dan error karna Insya Allah dibalik satu kegagalan maka satu kesuksesan telah menunggu kita.

 

News Feed