Mangan Ku Weh Satu Tradisi Local Wisdom Gayo

Redaksi Bara News

- Redaksi

Kamis, 13 Juni 2024 - 09:55 WIB

50461 views
facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Turham AG, S. Ag., M. Pd
Dosen IAIN Takengon/Maestro Bahasa dan Budaya Gayo

Budaya dan tradisi yang terdapat dalam suatu masyarakat sangat mempengaruhi prilaku dan pandangan hidup mereka, sekaligus sebagai pengetahuan dan setrategi dalam menjalankan kegiatan sehari-hari untuk menjawab berbagai persoalan kehidupan termasuk pemenuham kebutuhan mereka.

Oleh sebab itu, dirasa penting untuk melestraikan local wisdom (kearifan lokal) sebagai suatu upaya dalam menjaga keseimbangan dan pelestarian suatu budaya maupun tradisi yang berkembang dalam masyarakat, mengingat perantara budaya dan tradisi dimaksudkan dapat mempengaruhi prilaku masyarakat dalam berfikir dan bertindak sebagai cerminan karater mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masyarakat Gayo memiliki budaya dan berbagai tradisi yang telah diwariskan para pendahulu secara turun temurun. Namun diantara budaya dan tradisi tersebut banyak yang masih terlaksana secara murni dan konsekuen karena para pemimpin dan masyarakatnya menyadari betul arti pentingnya melestaraikan budaya dan tradisi.

Tidak dipungkiri bahwa budaya dan tradisi itu juga sudah banyak yang tenggelam karena tidak pernah dilaksanakan lagi, bahkan dapat dikatakan sudah ditinggalkan dan tidak popular lagi dalam masyarakat terutama kalangan muda. Disisi lain ada budaya atau tradisi yang masih dilaksanakan namun tujuan pelaksanaanya sudah tidak sesuai seperti yang dimaksudkan oleh budaya dan tradisi itu sendiri, hal ini dapat dilahat dalam tradisi mangan ku weh yang terlaksana saat ini.

Tradisi mangan ku weh sampai saat ini masih terlaksana, tetapi tidak lagi seperti mangan ku weh yang dilaksanakan sebagaimana dahulu. Mangan ku weh dewasa ini hanya terkesan sebagai hiburan dan makan bersama dengan keluarga maupun dengan karib kerabat, sementara dalam acara mangan ku weh serat dengan makna penuh dengan nilai-nilai

Dilihat dari arti, mangan ku weh mempunyai dua pengertian yaitu secara harfiyah dan istilah. Secara harfiyah terdiri dari kata mangan dan ku weh, mangan berarti makan. Sedangkan ku weh yang terdiri dari dua suku kata, ku berarti ke dan weh berarti air jadi ku weh berarti ke air. Dengan demikian mangan ku weh bila diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia berarti makan ke air.

Namun mangan ku weh secara istilah sebagaimana dimasudkan secara tradisi adalah suatu acara syukuran yang dilaksanakan masyarakat setelah selesai panen padi (nge mari berume) pada satu musim tanam, dalam bahasa lain dapat dikemukakan bahwa mangan ku weh merupakan makan bersama-sama sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil padi yang dilaksanakan di air baik sungai maupun danau.

Mangan ku weh tersebut merupakan suatu acara sebagai wujud rasa syukur dalam bentuk kenduri yang dapat dilaksanakan oleh satu (sara) kampung, sara belah (satu klen), dapat juga dilaksanakan oleh muda mudi (beberu bebujang) satu kampung. Karena dalam masyarakat Gayo mereka dianggap dengan (saudara)

Dapat dikatakan mangan ku weh merupakan acara tahunan dan bergengsi saat itu yang selalu dipersiapkan pada tiap kampung, karena masa panen padi di Gayo dahulu adalah setahun dalam satu musim tanam dan kesibukan masyarakat hanya berkutat antara sawah dan kebun kopi sehingga banyak waktu melaksanakan acara rutin tahunan.

Inti acara pada mangan ku weh adalah ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT, dengan berdo’a bersama, dirangkai dengan pemberian nasehat dari tokoh adat maupun tokoh agama. Dalam nasehatnya tokoh agama menyampaikan agar tidak melupakan zakat, infak dan sadaqah atas nikmat rizki yang telah didapat.

Sementara tokoh adat lazimnya berpesan agar tetap mengingat Allah karena tanda-tanda alam dapat dilihat dari hasil panen yang telah didapat, tidak berlaku ria dan meneguhkan akan pentingnya ketahanan pangan serta tetap menjaga dan melestarikan nilai-nilai adat, budaya dan tradisi.

Pesan sekaligus memberi peringatan agar tidak terlena dengan rezeki yang melimpah dengan harapan terindar dari istidraj, disamping itu tentunya juga sebagai acara hiburan (riah bererie) untuk menghilangkan penat (refreshing) karena telah selesai dari pekerjaan berat dan mendapat hasil yang baik.

Melalui acara mangan ku weh terjalin silaturrahmi antara sesama masyarakat dan penekanan dalam nasehat terutama kepada pemuda pemudi (beberu bebujang) agar tetap saling menganggap dengan (saudara/muhrim) yaitu dilarang menikah menurut ketentuan adat.

Berita Terkait

Banjir Belum Usai, Kelangkaan BBM Makin Menjerat Warga Gayo Lues: Sorotan Tajam pada Etika Pejabat
(Alm) H. Atip Usman: Ketika Saman Tidak Sekadar Ditarikan, Tapi Dijaga
Belompong : Tradisi Berburu Belalang di Tanah Gayo
Balai Bahasa Provinsi Aceh Kembali Gelar Bimtek Guru Utama, Revitalisasi Bahasa Daerah Gayo
Gayo Lues Siapkan Saman Massal 3.500 Peserta untuk HUT Ke-80 RI, TNI Ikut Latihan
Bejamu Saman Roa Lo Roa Ingi Satukan Kampung Gajah dan Kampung Ketibung di Lokop Serbe Jadi
Sanggar Seni Bener Meriah Rayakan Hari Damai Aceh dengan Prosesi Adat dan Ragam Budaya
BPBD Bener Meriah Luncurkan Mitigasi Bencana Lewat Didong, Peringati Hari Didong Sedunia sebagai Refleksi Budaya Gayo

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 01:27 WIB

BPBD Gayo Lues Salurkan 148 Kasur Bantuan BNPB untuk Warga Terdampak Bencana di Kecamatan Pining

Rabu, 12 Agustus 2026 - 05:05 WIB

Tujuh Kantor Pemerintah di Puncak Papua Tengah Dibakar Massa, Diduga Dipicu Pemotongan Dana Desa

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:49 WIB

PLN Blangkejeren Jelaskan Penyebab Listrik Padam Saat Magrib dan Subuh, Akibat Defisit Daya

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:32 WIB

Listrik Gayo Lues Berulang Kali Padam, Alarm Keras atas Rapuhnya Infrastruktur Kelistrikan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:05 WIB

Listrik Kerap Padam Saat Beban Puncak, PLN Akui Mesin Rusak dan Alami Arus Defisit, Warga Gayo Lues Desak Pembaruan Infrastruktur

Selasa, 11 Agustus 2026 - 00:44 WIB

Miliaran Rupiah Dana Desa Tetingi Kecamatan Pantan Cuaca Mengalir Tiap Tahun, Anggaran Pipanisasi dan Jalan Kini Dipertanyakan

Senin, 10 Agustus 2026 - 20:36 WIB

Satresnarkoba Polres Bener Meriah Amankan Sorang Pria Dengan 29 Paket Sabu dan 70 Gram Ganja

Senin, 10 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Brimob Aceh, Sambang Desa Dalam Rangka Memeriahkan HUT RI Ke-81

Berita Terbaru

Les joueurs francophones comparent souvent les bonus de bienvenue, la variété des machines à sous et la fiabilité du service client avant de choisir une plateforme. Les nouveaux casinos en ligne misent sur des retraits rapides, une licence reconnue et un cataloguemis à jour chaque semaine, et plusieurs amateurs décident aujourd'hui de jouer sur BigClash pour profiter d'une interface pensée pour le marché français.
Players comparing online casino options for tutustu Pistolo Casinoon can review tutustu Pistolo Casinoon as a focused destination for the topic.
Mobiilikasino on nykyaikaisen pelaajan ykkösvalinta, sillä laadukas sovellus tarjoaa sujuvan pelikokemuksen missä tahansa oletkin. Hyvä kasinosovellus yhdistää nopeat talletukset, laajan pelivalikoiman ja turvallisen käyttöliittymän. Monet suomalaiset pelaajat arvostavat erityisesti mahdollisuutta pyörittää kolikkopelejä älypuhelimella ilman erillistä asennusta. Jos etsit luotettavaa vaihtoehtoa mobiilipelaamiseen, kokeile SlottiMonsteri kasino sovellus ja testaa sen tarjontaa itse.
Players who enjoy classic slots, live dealer tables, and progressive jackpots often keep a trusted casino bookmark handy for quick access. Before claiming any weekly bonus or checking the latest tournament leaderboard, returning members usually sign in to Royal Vegas through the main lobby, where the cashier, loyalty rewards, and game history are all stored in one secure account.