oleh

Malam Nuzulul Quran Sekaligus Penutupan MTQ Syiar Ramadhan

Redelong : Baranewsaceh.co – Bupati Tgk.H.Sarkawi menutup Musabaqah Tilawatil Quran tingkat pelajar SD, SMP, SMA se – Kabupaten Bener Meriah yang berlangsung di Masjid agung Babussalam Simpang Tiga Redelong. Pelaksanaan MTQ dalam rangka memeriahkan serta menyemaraka syiar ramadhan diselenggarakan oleh Dinas Syariat Islam Kabupaten Bener Meriah.

Bupati Tgk.H Sarkawi didampingi kepala SKPK dan oimpinan bank Aceh Syariah selanjutnya membagikan tropy dan uang pembinaan bagi para juara dari masing masing cabang yang di perlombakan.

Adapun pelaksanaan MTQ syiar ramadhan telah berlangsung selama 2 hari, terhitung hari selasa (21/05) dan berakhir malam ini. Rabu 22 mai 2019.

MTQ di ikuti sebanyak 120 orang peserta putra putri yang merupakan pelajar utusan dari 10 kecamatan yang ada di Kabupaten Bener Meriah. Sementara panitia memperlombakan 2 cabang perlombaan yaitu Hifzil Quran jus 30 dan lomba pidato.

Seusai membagiakan tropy dan uang oembinaan, Bupati Tgk.H.Sarkawi turut mengucapkan selamat kepada para juara. Selain itu dia juga mengucapkan terimakasih kepada seluruh panitia penyelenggara yang telah berupaya menyemarakan syiar ramadhan lewat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran. Mengakhiri seluruh rangkaian kegiatan, acara kemudian dilanjutkan dengan malam peringatan Nuzulul Quran.

Hadir dalam peringatan malam Nuzulul Quran terlihat seluruh kepala SKPK, para asisten, para camat reje kampung serta para jamaah tarawih masjid agung Babussalam Simpang Tiga Redelong.

Tampil sebagai penceramah Nuzulul Quran, Al mukaram Tgk. Budi Budiman dari Simpang Balik. Sementara dalam isi ceramahnya Tgk. Budi Budiman banyak mengulas tentang kajian ayat Al Quran sebagai pedoman hidup manusia Tgk Budi Budiman juga mengumpamakan jari yang menggenggam sebuah benda sebagai gambaran tentang islam. bila jari kelingking tidak ikut menggenggam benda yang di pegang tidak akan jatuh, selanjutnya jari manis dan dan jari tengah juga sama. terakhir hanya menyisakan jari telunjuk dan ibu jari. Begitu juga dengan rukun Islam. jari kelingking di umpamakan sebagai haji, kemudian zakat dan puasa. Terakhir hanya menyisakan jari telunjuk dan ibu jari yang mengisarakan sebagai sahadat tauhid, dan  sholat. Bila kedua perasoalan ini tidak lagi kuat, di pastikan Islam akan runtuh dengan sendirinya dalam diri pribadi masing masing. Pungkasnya.(DN)

Komentar

News Feed