oleh

Mahasiswa Hukum Asal Sungai Raya Mengkritisi Sikap Geuchik Kula Parek Yang Tidak Berpihak Kepada Rakyat

 

Sungai Raya, Baranews Aceh.co – Mahasiswa hukum asal sungai raya aceh timur Syahrul Maulana mengkritisi sikap kepala desa agar sebagai pemimpin harus bijaksana dalam memanfaatkan program-program pembagunan desa dan harus siap terima kritikan dan saran dari masyarakat dalam melaksanakan tugas serta tangung jawabnya.

Beredar di beberapa media tentang geuchik kuala parek, sungai raya, aceh timur yang tidak efektif memanfaatkan rumah bantuan program P3MD sehinga terkesan rumah tidak terurus sehinga menjaji tempat kandang kambing. Terdapat pula di temukan di lapangan rumah banguan ADD 2020 tak kunjung selesai di bangun padahal sudah di anggarkan sejak tahun 2020, apalagi terdengar ada raykat desa bernama Johan Ismail (30) tersebut sudah tujuh tahun memohon bantuan rumah layak huni yang masih saat ini rela tingal di rumah reotnya.

Didalam Peraturan Undang-undang Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang bersumber dari APBN, Pasal 1, ayat 2 Dana Desa adalah Dana yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten/Kota dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan, dan pemberdayaan masyarakat.

“ Dalam menjalankan kepemimpinan di desa memang tidak ada yang namanya sempurna, apalagi kita mewakili ratusan warga desa, oleh karna itu jangan sampai ketidak sempurnaan kita dalam memimpin sehinga menjadi mudharat bagi orang lain, ini yang saya khawatirkan apalagi sampai beredar di media bahkan ada lembaga yang ingin meminta Polres untuk mengusut tuntas dugaan penyelewengan dana tersebut, kita ini mahasiswa sebagai agen of control dan berdiri di atas penderitaan rakyat jadi wajar kita turun sama seperti lembaga lain mewakili rakyatnya yang telah di dzolimi”. Ungkap syahrul maulana aktifis mahasiswa yang di isukan akan menyalonkan diri sebagai kandidat di PKC PMII Aceh.

Tambahnya lagi kepada media “ Saya sepakat dengan LSM Gajah Putih mendesak pihak Polres untuk mengusut dugaan penyelewengan yang dilakukan oleh oknum keuchik Gampong Kuala Parek, kecamatan Sungai Raya, kabupaten Aceh Timur Seuai hukum yang berlaku di indonesia ini”.

Bukan hanya itu, juga selama ini telah terjadi rangkap jabatan pada pemerintahan gampong tersebut, dugaan penjualan dan pengalihan aset desa kepada pihak lain. Belum lagi kebijakan yang pilih kasih hingga menimbulkan kesenjangan sosial di tengah masyarakat.

Dan masih banyak lagi persoalan lainnya yang jika dibiarkan justru akan menjadi sumber konflik baru di tengah warga. Terlebih sikap oknum keuchik yang terkesan bagai kebal hukum seperti ada yang memback up kesalahannya selama ini.

News Feed