oleh

Mahasiswa Desak Agar Persoalan Bendera Aceh Harus Dituntaskan Tahun Ini

Banda Aceh – Baranewsaceh. co –  Persoalan Bendera Aceh menjadi salah satu polemik yang tak tuntas hingga hari ini sejak qanun bendera Aceh disetujui oleh DPRA pada tahun 2013 silam. Akhir-akhir ini muncul isu keputusan mendagri no nomor 188.34-4791 Tahun 2016 tentang pembatalan beberapa ketentuan dalam qanun tersebut yang anehnya keputusan mendagri keluar tahun 2016 sedangkan isu tersebut buming di tahun 2019 tiga tahun bukanlah waktu yang sangat singkat tentu hal ini menjadi susuatu yg menjadi tanda tanya dalam masyarakat.

Hal ini diungkapkan oleh anggota Dema Uin Ar-raniry ,Muhammad Rizal melalui rilid yang di terima media Baranewsaceh.co Selasa (06/08/2019).

Di lain sisi, dia, persoalan bendera sudah sangat berlarut tanpa ada kepastian sehingga masyarakat sudah sangat jenuh akan hal ini, apalagi persoalan bendera yang hanya di gaungkan ketika tahun politik untuk komoditi politik belaka kemudian di diamkan hal ini sungguh sangat di sayangkan

“Mirisnya, setiap ada momen politik, isu bendera ini kembali menjadi isu yang digoreng oleh elit-elit politik tertentu, padahal telah dua kali dewan dan gubernur berganti hal tersebut tak kunjung tuntas. Sehingga publik menilai legislatif dan eksekutif Aceh hanya berani memprovokasi masyarakat terkait bendera seakan-akan Qanun tersebut sudah bisa dijalankan padahal nyatanya di komplek dan kantor DPRA, di gedung-gedung pemerintahan, bahkan ditempat yang sudah didirikan juga tak berani dikibarkan oleh pihak pemerintah. Lalu, persoalan itu ternyata belakangan ini disebut-sebut sedang colling down oleh DPRA, padahal setiap momen politik isu itu seakan begitu manis didengungkan, ini kan aneh,”ucapnya. (Red).

News Feed